Paksaan Putra Mafia

Paksaan Putra Mafia
Episode 42 Menjadi Turis


__ADS_3

🌺 Bersiap pulang🌺


Mereka sarapan pagi bersama dan tas bawaan yang sedikit ditaruh di bawah meja dan dijaga bodyguard. Eddy dan Lien Wei sarapan pagi semeja. Eddy merasa bersedih karena harus berpisah.


"Ayo kita tunggu di Shuttle (mirip bis) milik hotel." Kata Lien Wei.


Lien Wei dan Eddy duduk bersebelahan sambil bicara tentang kuliah.


"Januari masuk semester 4, saya dan Richard berencana mengambil 3 mata kuliah Semester 5. Banyak kakak kelas mengulangi kuliah semester 5. Kalau bisa lulus di semester 6 mungkin 1,5 tahun lagi." Kata Lien Wei.


Akhirnya Shuttle milik Grand Hyatt berangkat ke bandara Incheon. Eddy melepas kalungnya dan memasang di leher Lien Wei. kini Lien Wei memakai 2 kalung, yang satunya dari Richard. Kelompok Eddy dan Lien Wei berpisah di dalam bandara.


Lien Wei dari tadi diam saja dan merasa kehilangan seorang sahabat.


🌺 Taipei🌺


Lien Wei sampai di rumahnya dan disambut Richard dan Yuwen.


" Yuwen, sini kugendong. Mama kangen sama Yuwen." Kata Lien Wei.


"Ayo, katamu kita jalan - jalan seperti turis. Lihat pakaianku seperti turis, aku sudah bawa tas ransel." Kata Richard.


"Pak Jang, tolong antar kami keluar kompleks rumah." Kata Lien Wei.


Lien Wei memeriksa tas ransel sudah lengkap berisi botol minum, dompet Richard.


"Aku pakai tas selempang kecil unt Jikauk dompet


"Tuan muda saya dan Pak Kwang mengikuti kalian dengan mobil. Siapa tahu ada orang berniat jahat." Kata Pak Jang.


Mereka sampai di luar kompleks perumahan. Lien Wei dan Richard mengejar bis.



Saat mereka naik bis, Lien Wei membayar dengan easy card sebanyak dua kali karena dua orang.


Lien Wei dan Richard memilih double kursi di belakang, agar bisa duduk bersama. Karena di depan kursi cuma tunggal karena di tengah tempat untuk orang berdiri.


(Lao po\= Istriku , Lao gong \= Suamiku)


"Lao po, aku ingin naik sepeda. Aku iri kamu pernah naik sepeda bersama dengan Nicky." Kata Richard.


"Lao gong, aku download aplikasi Ubike di playstore dulu agar dapat tahu di mana sepeda yang tersedia." Kata Lien Wei

__ADS_1


Richard senang dipanggil dengan Lao gong. Lien Wei mendownload aplikasi U bike di Play store. Lien Wei membuka aplikasi Youbike


"Jika warna hijau berarti ada sepeda dan tempat parkir, warna kuning berarti tidak ada sepeda, warna merah berarti tidak ada tempat parkir, dan warna hitam berarti terminal tidak beroperasi." Kata Lien Wei.


"Lihat di terminal berikutnya ada sepeda, ayo kita berdiri dekat pintu." Kata Lien Wei


Lien Wei menekan tombol merah sebagai tanda untuk berhenti di terminal berikutnya. Akhirnya bis berhenti, Lien Wei menempelkan kartu lagi dan pintu terbuka.



Mereka berdua turun dari bis, Lien Wei mendaftar dulu dengan kartu easy card, dan memasukkan nomor telepon, kode muncul di telepon. Lien Wei memasukkan kode di layar Ubike dan sewa selama 1 jam.


Akhirnya kartunya dapat untuk mengambil sepeda. Mereka bersepeda bersama mengelilingi kota selama setengah jam. Mereka berhenti di depot untuk membeli makanan untuk makan siang.



Mereka memakir di tempat parkiran Ubike dan mengunci otomatis nanti buka pakai kartu lagi. Mereka pergi ke depot pinggir jalan.


Mereka pesan Taiwan pancake rasa keju, kue lobak, pancake daun bawang, mie tepan rasa lada hitam dan minum susu coklat.


Kedua bodyguard yang mengikuti kedua bos nya dengan mobil ikut makan di meja lain. Pak Kwang tidak mau menceritakan jika Nyonya muda makan bersama bos Eddy dari Hongkong. Pak Kwang tidak mau terjadi keributan antara Lien Wei dan Richard.


"Ayo kita ke pantai Fulong. Aku ingin setiap kota ini bahkan di beberapa negara ada kenangan kita." Kata Richard.


"Pak Kwang bagaimana cara ke pantai Fulong." Tanya Richard.


"Ayo kita naik bis saja, tuh di depan sudah ada tempat pemberhentian bis." Kata Lien Wei.


" Tapi aku ingin kita ada kenangan naik MRT juga. Jadi kemanapun kamu selalu ingat aku." Kata Richard


"Kalau begitu saya temani Tuan dan nyonya naik MRT. Biarlah Pak Hwang naik mobil menuju ke pantai Fulong." Kata Pak Kwang.


Mereka naik sepeda sampai di dekat stasiun Songshan. Mereka bertiga turun dengan eskalator dengan tujuan ke Stasiun Ruifang. Setelah itu transfer kereta ke stasiun Fulong di desa Fulong.


🌴 Pantai Fulong🌴


Mereka bertiga berjalan menuju ke tempat tiket masuk selama 10 menit.



Biaya tiket masuk sebesar NT$100 per orang. Mereka menyusuri jembatan pelangi menuju ke pantai. Lien Wei dan Richard duduk di batu karang.


Mereka melihat pantai yang mengarah ke Samudera Pasifik. Mereka saling bercanda dan membicarakan tentang ikan hiu jika berenang di laut.

__ADS_1


"Ayo kita naik kano saja, dari Sepanjang pantai emas sampai sungai Shuang." Kata Richard.


"Pak Kwang tolong bilang ke Pak Hwang bawa baju ganti kami di mobil." Kata Lien Wei.



Lien Wei dan Richard menyewa kano dan memakai rompi pelampung. Richard dan Lien Wei mendayung sampai Sungai Shuang. Pak Kwang memfoto kegiatan mereka.


Satu jam kemudian mereka selesai dan menghabiskan botol minum mereka. Pak Hwang yang mengendarai mobil tiba ke pantai Fulong setengah jam yang lalu.


Pak Hwang membawa baju ganti milik Richard dan Lien Wei yang sudah disiapkan di dalam tas.


Mereka berempat pergi ke pemandian umum, Lien Wei tentu di tempat khusus wanita. Mereka jadi merasa segar dan wangi, dan sudah berganti pakaian.


*Potong Rambut*


Lien Wei menikmati spa, dan salon. Lien Wei minta rambutnya dipotong pendek lagi.


15 menit kemudian rambut Lien Wei menjadi pendek lagi.


"Lho kok dipotong rambutnya." Kata Richard.


"Ribet saya malas mengurus rambut panjang." Kata Lien Wei.


Mereka berempat minum air kelapa, Lien Wei dan Richard bergandengan tangan menyusuri pantai yang biru. Para bodyguard mengikuti mereka.


Mereka menikmati matahari terbenam (Sunset) sambil makan seafood yang dibeli pak Hwang saat membeli tiket masuk.


"Ayo kita pulang ke rumah, Kasihan Yuwen." Kata Lien Wei.


Mereka pulang naik mobil perjalanan melewati tol membutuhkan waktu 1 jam lebih.


Richard merasa terlalu lama hingga menutup tirai pembatas antara sopir dan pengemudi.


"Pak Kwang pasang musik yang keras, aku sudah bosan jika sepi seperti ini." Kata Richard.


" Baik Tuan." Kata Pak Kwang.


Pak Kwang menyalakan musik tentang cinta dengan keras.


Richard memeluk Lien Wei, menindih Lien Wei dan terus menciumi Lien Wei sampai ke pinggang. Sesuai perjanjian dari awal tidak ada batas waktu mencium Lien Wei dari atas sampai pinggang.


Suara bercumbu antara Richard dan Lien Wei tidak terdengar karena suara musik yang keras. Tanpa terasa selama satu jam, Richard mencium seluruh badannya sehingga berwarna merah semua.

__ADS_1


Lien Wei segera memakai bra dan pakaiannya, Richard juga memakai kaosnya. Saat pintu pagar rumah terbuka mobil masuk ke depan rumah. Richard dan Lien Wei keluar sambil bergandengan tangan masuk ke dalam rumah.


Terimakasih telah mampir membaca novel ini. Minta like, Vote dan komentar 🙏


__ADS_2