Paksaan Putra Mafia

Paksaan Putra Mafia
Episode 52 Romantic Dinner on Seine River


__ADS_3

đź’“Parisđź’“


Pinggang dan punggung Richard jadi Capek dan pegal bersandar di bahu Lien Wei, karena Richard lebih tinggi. Richard akhirnya duduk tegak dan menarik Lien Wei agar kepalanya bersandar di bahunya.


Lien Wei yang lebih pendek dari Richard tidur di bahu Richard, Kepala Richard bersandar di kepala Lien Wei. Richard ingin buat cemburu Eddy seakan Lien Wei yang minta dimanja.


Semua penumpang memilih tidur selama perjalanan yang panjang. Steven yang duduk di belakang Lien Wei memasukkan penyadap berbentuk bolpoin dari Eddy ke dalam tas Lien Wei.


Pesawat mereka akhirnya sampai di bandara internasional Paris Charles de Gaulle Airport di Terminal 1. Bandara terbesar kedua di Eropa. Terminal 1 berbentuk gurita menjadi tempat fungsi utama bandara seperti counter check in dan bagasi.Richard, Lien Wei dan bodyguard tidak langsung keluar dari pesawat. Mereka menunggu semua penumpang termasuk Eddy Chen keluar lebih dulu.


Eddy Chen maunya keluar bersama. Eddy merasa Richard dan Lien Wei akan keluar jika Eddy lebih dulu keluar.


Eddy akhiirnya keluar dengan kedua bodyguardnya. Sekitar 2 menit kemudian Richard dan Lien Wei keluar dari pesawat.


Mereka keluar dari bandara dan melihat nuansa kota Paris. Lien Wei senang kakinya menginjak tanah dan bisa melihat kota, Lien Wei memeluk Richard.



"Sayang, kita jangan sampai diikuti sampai ke hotel di mana kita tinggal. Kita tunggu makan - makan dulu di cafe." Kata Richard


"Terserah kamu lah." Kata Lien Wei.


Setengah jam kemudian mereka selesai makan. Sebenarnya di Taiwan sudah jam 1 pagi tapi karena perbedaan 6 jam. Paris masih jam 7 sore, matahari belum terbenam.


Di Paris Matahari terbit jam 06:27, Matahari terbenam jam 21:26, Durasi siang hari: 14:59 jam Durasi malam 09:01 jam. Jadi mereka sampai di Paris masih kondisi terang.


Mereka naik taksi menuju ke Residence Charles Floquet. Penginapan sejenis apartemen di dekat Eiffel tower. Mereka bisa melihat menara Eiffel secara langsung.



Setelah mereka sampai di Apartemen, mereka kaget melihat Tony dan bodyguard sedang duduk di lobby. Richard langsung marah.


"Kalian mengikuti kami ya." Kata Richard.


" Siapa sih yang mengikuti kamu. Aku kan lebih dulu sampai di sini, semua tasku sudah ada di kamar." Kata Eddy Chen.


"Tidak mungkin kebetulan terus menerus, Kalian kirim mata - mata di rumahku ya " Kata Richard.

__ADS_1


"Siapa tahu, Lien Wei adalah jodohku." Eddy.


"Awas jika kamu menyentuh istriku maka kamu akan menyesal." Kata Richard.


Salah satu bodyguard sudah melakukan reservasi ulang karena booking apartment online. Mereka mendapatkan kunci apartemen yang isinya 2 kamar, dapur, ruang tamu. Jendela yang menghadap Eiffel tower.


Bodyguard membawakan tas trolley mereka. Mereka naik ke lantai 3 dengan lift, dan segera masuk ke ruangan mereka. Richard dan Lien Wei melihat menara Eiffel di ruang tamu.


"Sungguh indah sekali, kita ingin jalan - jalan keluar, seharian kita tidur di pesawat. Aku sudah tidak mengantuk lagi." Kata Lien Wei.


"Ayo kita mandi bersama dulu." Kata Richard.


"aduh kamu lupa ya. ini kan apartemen, kamar mandi ada di luar. Kita malu sama Pak Jang dan Pak Shen kalau mandi bersama." Kata Lien Wei.


"Ya sudah, kamu duluan saja yang mandi. Tidak menyenangkan tinggal di apartemen, sulit berduaan. Kalau tinggal di hotel masa bodyguard tidak menjagaku, mereka tidur di kamarnya sendiri." Kata Richard."


"Aku mandi dulu saja." Kata Lien Wei.


Lien Wei selesai mandi dan membuat teh hangat yang merupakan fasilitas dari penginapan.


Satu jam kemudian mereka semua selesai mandi dan minum teh hangat. Mereka duduk di ruang tamu sambil menikmati pemandangan Eiffel tower.


"Pak Jang, kamu jadi photographer ya." Kata Richard.


"Siap, tuan muda." Kata Pak Jang.


Mereka turun ke bawah dengan lift dan menghampiri taksi yang sedang parkir. Mereka masuk ke dalam taksi. Pak Shen Duduk sebelah sopir, Pak Jang duduk di sebelah Richard.


"Tolong antar kami ke Eiffel tower." Kata Lien Wei dengan bahasa Inggris.


"Baik, nyonya." Kata pak sopir.


Taksi itu langsung pergi ke Menara Eiffel. Eddy Chen, Steven dan Bodyguard keluar dari apartemen dan mengikuti mereka. Steven yang biasanya jadi detektif urusan bisnis kini jadi repot urusan asmara para bos.


Mereka sampai ke tujuan dan melihat orang antri beli tiket. Hari Sabtu dan Minggu memang ramai.


"Kelihatannya antriannya amat panjang, kita ke sungai saja naik kapal pesiar mini." Kata Lien Wei.

__ADS_1


Ayo kita ke sana, mereka sampai di dermaga Bateaux Parisiens, port de la Bourdonnais, di kaki Eiffel tower.



Lien Wei dan Richard membaca rincian harga.


"Sayang lihat ada Jenis Enchanthed Cruise harga 13€ dan 14 € juga ada Jenis Dinner Cruise pukul 18.30 harga 66€ - 79 €. Tapi sekarang sudah jam 20.15 ada yang 66€ dapat dinner biasa. ada dinner dengan harga 99€ - 195€ jika tambah romantic dinner tambah uang 25 €." Kata Lien Wei.


"Pilih yang paling mahal saja, ditambah paket dinner romantis." Kata Richard.


"Baiklah sekali seumur hidup. Kuambil uang di tasku." Kata Lien Wei.


Lien Wei mengambil dompet dan tanpa sengaja alat penyadap berbentuk bolpoin tersangkut di dompet.


"Bolpoin siapa ini, kelihatannya mahal. Saya tak pernah membeli ini." Kata Lien Wei.


"Mungkin punya papa atau pegawaimu." Kata Richard sambil memperhatikan.


"Pak Jang tolong pesankan kami tiket ya. sekalian untuk kalian tiket masuk saja. Kalian tidak butuh paket dinner romantis." Kata Lien Wei.


Steven langsung bergerak ikut antri beli tiket di belakang Pak Jang. Setelah mendapat tiket mereka langsung masuk kapal berdesakan dengan penumpang lain, Maklum hari Minggu.


Mereka kaget ternyata Eddy Chen dan Kelly Chen beserta bodyguard juga ikut masuk. Eddy berdiri di belakang Lien Wei.



"Ini ruang VIP ya, Kamu pesan di mana?" Kata Richard.


"Tentu saja kami di ruang VIP juga, ada 3 meja di sini."


"Kami tambah uang untuk semeja 2 orang, sama seperti sepasang kekasih di sana. lihat cuma 2 meja yang dipesan khusus. Kalian VIP khusus semeja 5 orang. bye." Kata Richard.


Eddy Chen bertambah Cemburu dan marah melihat Richard dan Lien Wei bermesraan berdua dengan diiringi musik oleh seorang pria yang memainkan biola.


Kelly Chen dan Eddy Chen duduk semeja dengan bodyguard. Kelly Chen merasa takut melihat kakaknya dengan muka marah. Selama ini Kelly tidak pernah melihat Eddy semarah itu.


"Kak, jangan marah ya. Mana wajahmu yang menyenangkan itu." Kata Kelly.

__ADS_1


"Makanya, kamu harus bantu aku membuat mereka berpisah." Kata Eddy.


Terimakasih telah mampir ke cerita ini. Minta like, vote dan komentar 🙏.


__ADS_2