
Mereka sedang jatuh cinta, biasanya sering berharap. Dan, mereka yang berharap, biasanya sering merasa kecewa- Raditya Dika
🌼Di Sekolah Richard Wang, Taipei 🌼
Di sekolah SMA, saat jam istirahat Richard terus memohon kepada Angela.
"Angela, bisakah kamu batalkan keinginanmu untuk kuliah di Inggris. Bisakah kita pacaran jarak jauh." Kata Richard.
"Tidak bisa itu sudah cita - citaku dari kecil, saya selesaikan sekolah di sini dulu untuk mengerjakan UAS dan Ujian Sekolah hingga tamat." Kata Angela.
Lalu Alex dan teman - teman menarik Richard, dan berusaha menenangkan Richard.
"Tidak selamanya cinta itu penuh kejelasan. Tak selamanya cinta itu pasti putih atau hitam. pasti bahagia atau menderita. Pasti jatuh cinta dan pasti tidak, pasti jadian dan pasti putus." Kata Alex.
"Sudah lupakan, cari lagi, pacarku sudah ganti berapa kali? aku sudah lupa." kata Mike.
"Emangnya Richard seperti kamu, Mike. Mudah ganti - ganti pacar seperti baju." kata Qiang.
Yenyen, Angela, Richard dan gengnya merupakan teman satu sekolah sedang Sibuk hadapi UAS dan Ujian Nasional.
Richard kadang mengecek saldo tabungan bank lewat online, untuk memastikan perempuan itu sudah mencairkan cek 100 juta.
*Mengapa perempuan itu tidak mau uang saya ya. apa maunya dia?
*Kata hati Richard sesekali.
Richard hanya memikirkan Angela yang memutuskan dirinya. Richard belajar dengan guru les privat, tapi susah konsentrasi.
Richard mengerjakan UAS dan Ujian Nasional dengan semampunya saja.
🌼Di Sekolahnya Lien Wei, Hualien.🌼
🌺 Hadapi UAS🌺
Lien Wei mengerjakan Ujian Akhir Semester di awal bulan Mei. Lien Wei sudah curiga tidak mendapatkan PMS selama sebulan, Tapi Lien Wei anggap itu karena stress belajar.
🌺 Hadapi Ujian praktek sekolah 🌺
Lien Wei mengikuti ujian praktek olah raga lari, Lien Wei merasa mudah lelah.
Ujian - ujian praktek menari, drama, dan lain sebagainya. Lien Wei merasa lelah dan tidak bersemangat.
Lien Wei merasa mudah lelah.
__ADS_1
🌺 Hadapi Ujian Nasional SMA🌺
Lien Wei mengerjakan Ujian kelulusan sekolah di Minggu akhir bulan Mei.
Saat mengerjakan kertas ujian di hari terakhir, Lien Wei tiba-tiba merasa mual. Lien wei mengerjakan soal - soal dengan menahan rasa mual.
Lien Wei berusaha dengan cepat menyelesaikan ujian Nasional ini. Lalu Lien Wei mengumpulkan Kertas ujian itu. Lien Wei meminta izin ke kamar mandi, dan berlari masuk ke kamar mandi.
Lien Wei muntah - muntah dan merasa lemas, Lien Wei pamit pulang ke rumah dengan alasan sakit lagipula sudah kerjakan ujian.
"Bu Guru, perut saya sakit. tadi saat mengerjakan ujian perut saya rasanya mual. Bisakah saya pulang saja." Kata Lien Wei.
"Baiklah, kamu bisa tidur di rumah saja. Sebentar lagi kita pulang.
Lien Wei pulang dengan jalan kaki
Lien Wei sudah yakin jika dirinya hamil dengan adanya muntah - muntah ini.
Lien Wei membeli testpack di apotek saat melewatinya.
Lien Wei sudah muntah 5 kali selama perjalanan pulang. Lien Wei masuk ke kamar untuk tidur siang.
Lien Wei melakukan test kehamilan besok pagi setelah bangun tidur agar akurat. Jadi alat testpack disembunyikan di tas.
Saat sore hari orang tua Lien Wei dan Mayleen pulang ke rumah.
Mamanya Lien Wei ( bernama Shou Yen) membuka pintu kamar Lien dan melihat Lien tidur.
*Apakah anak itu sakit, mungkin sakit karena terlalu giat belajar untuk ujian.
*Kata hati mamanya Lien Wei.
Mamanya Lien Wei memasak dan menyiapkan makanan lalu mandi setelah yang lainnya mandi.
Shou Yen ( mamanya Lien Wei) masuk ke kamar untuk membangunkan Lien Wei.
" Lien, bangun sudah saatnya makan malam, Apakah kamu sakit?" tanya mamanya Lien Wei
"Saya tidak enak badan, muntah terus." kata Lien Wei.
" Mama buatkan minuman Jahe, ya ? kamu harus tetap makan." Kata mamanya Lien Wei.
Lien Wei lalu keluar dari kamar, dan berusaha makan sedikit demi sedikit. tapi tetap saja muntah, lalu minum air jahe hangat.
__ADS_1
Mama nya mulai kuatir, karena makanan yang dimakan putrinya keluar terus. Lalu Mamanya membelikan roti selai strawberry kesukaan Lien Wei.
Lien Wei memakan dengan lahap. tapi kadang-kadang ada rasa mual. Ingin muntah tapi tidak keluar. Lalu Lien Wei tidur.
Mamanya Lien Wei menggosok Lien Wei dengan minyak gosok yang hangat, di perut, punggungnya, bahkan kakinya.
"Lien Wei barangkali kamu demam butuh istirahat." Kata mamanya Lien Wei.
"Dia suka belajar sampai malam, ma. Hanya ingin mendapatkan nilai A. Terus otak dan badannya gak kuat, jadinya sakit kan." Kata Kakaknya Lien Wei.
"Sudah ce Mayleen, jangan banyak bicara. Aku tambah pusing dan mual dengar suaramu." Kata Lien Wei.
Lien Wei menghidupkan radio tape nya. Memutar lagu kesukaan di CD. Lien Wei ingin menenangkan pikirannya.
Lien Wei rasanya ingin makan buah asam. atau manisan buah yang dijual di mini market.
Lien Wei ingin keluar ingin beli manisan buah yang asam itu. Tapi badan Lien Wei lemas.
Lien wei lalu tidur, karena lemas. Lien wei sebenarnya ketakutan jika hamil, Lalu Lien Wei mengambil cek yang tersimpan di kotak kayu. Lien Wei ingin mencairkan cek itu untuk biaya menggugurkan bayinya.
Lalu Lien Wei menyimpan kembali cek itu ke dalam kotak dimasukkan ke dalam lemari.
Lien Wei lalu tidur, Karena merasa sudah menemukan jawaban yang tepat.
Apakah magsud dari senyum Lien Wei setelah melihat cek itu? Apakah ingin menggugurkannya.
🌺 Taipei🌺
Richard berusaha menelepon Angela tapi tapi Hp Angela tidak aktif. Richard hanya mengirimkan pesan - pesan kepada Angela.
Richard akhirnya menyuruh pak Jang menemaninya pergi ke rumah Angela. Pintu pagar Angela tidak dibuka walaupun selama 1 jam digedor pagarnya.
Richard tahu setelah mengerjakan Ujian Nasional, Angela berangkat ke Inggris besok pagi. Richard membuat keributan sampai malam, tetangga tidak berani menegur putra Pak Johny Wang.
Pak Jang yang kewalahan hanya merekam video segala perbuatan Richard yang menangis di depan pagar.Video itu dikirim ke Pak Johny Wang.
Akhirnya video itu dilihat oleh Pak Johny Wang, Setelah melihat itu dia merasa malu, kasihan dan marah kepada putranya.
"Cepat bawa pulang Richard dari rumah pacarnya itu." Kata pak Johny Wang Kepada anak buahnya
Anak buahnya yang terkenal sebagai Gengster BaiHu (macan putih) berjumlah 3orang yang datang. 2 orang memegang tangan kiri kanan Richard.
Seorang memakai sapu tangan yang sudah diberi obat bius, menutup hidung Richard hingga pingsan. Richard dibawa masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Akhirnya mereka membawa pulang Richard ke rumah. Sesampainya di rumah, Richard dilayani para pelayan yang umurnya sekitar 40 tahun untuk berganti pakaian dengan piyama.
Terimakasih telah mampir membaca novel ini, Jika suka beri like, vote, dan komentar agar penulis bersemangat. 🙏😀