Paksaan Putra Mafia

Paksaan Putra Mafia
Episode 21 menikah secara paksa


__ADS_3

🌼 Membeli cincin🌼


Pak Johny menyuruh anaknya pindah mobil. Richard mengikuti Pak Johny pindah di mobil Alphard silver.


"Pak Chow, antar kami ke mall besar." Kata Pak Johny.


"Baik Tuan " Kata sopir Pak Chow.


Beberapa menit kemudian, mobil mereka turun di mall besar. Semua yang ada di mobil kecuali pak Sopir turun masuk ke dalam mall.


Mereka menemukan toko perhiasan yang besar.


"Ada yang bisa saya bantu pak." Kata Pelayan toko.


"Saya mau beli cincin kawin untuk putraku dan menantuku?" Kata Pak Johny.


"Silahkan pilih sebelah sini, dan ukuran jari perempuan berapa pak? Kata Pelayan toko.


" Saya gak tahu beli semua ukuran untuk perempuan." Kata Pak Johny.


"Perempuan itu kurus atau gemuk? Kata Pelayan toko.


"kurus." Kata Richard.


" Saya beri 3 cincin untuk wanita ya." kata Pelayan toko.


Akhirnya mereka sudah membeli Cincin kawin.


Kemudian mereka menuju ke tempat menjual jas untuk Richard menikah.


Setengah jam kemudian Richard sudah membelinya, anak buahnya yang membawa belanjaan.


Pak Johny menuju ke toko yang menjual gaun pengantin.


"Ada yang bisa saya bantu?" kata Pelayan toko.


"Saya cari gaun wanita yang kurus, bingung saya. bawa saja 3 ukuran baju minta 2 pelayan toko di sini untuk melayani menantu saya." Kata Pak Johny.


Lalu 2 wanita yang bekerja di toko itu membawa 3 ukuran baju yang dimasukkan dalam tas besar. Para anak buahnya membantu membawa barangnya.


Pak Johny melewati toko sepatu dan melihat anaknya pakai sepatu sandal.


"Mampir dulu ke toko sepatu." kata Pak Johny Kepada rombongan yang mengikuti Pak Johny.


Richard mencoba sepatu kulit warna hitam satu per satu, lalu membeli yang paling cocok.


Richard menelepon pak Jang untuk jemput di lobby mall. anak buah pak Johny menelepon pak Chow menjemput di Lobby.


2 mobil akhirnya tiba, 2 pelayan toko disuruh masuk di mobil sedan yang dikendarai Pak Jang si bodyguard.

__ADS_1


Richard ikut papanya di mobil Alphard.


Mereka langsung pergi ke tempat pencatatan pernikahan untuk menjemput pegawai bagian pencatatan pernikahan untuk di sahkan secara hukum.


Anak buah dan Pegawai pemerintah akhirnya keluar dari kantor duduk masuk ke mobil sedan di samping pak Jang.


Pegawai pemerintah menurut saja karena takut dengan nama Pak Johny Wang dan mendapat bayaran yang banyak.


Akhirnya mereka sampai di rumah Lien Wei.


Anak buah kepercayaan Pak Johny yang bernama Kent Chen, yang mengatur segalanya.


Pak Kent menekan tombol pintu rumah Lien Wei.


Lien Wei yang hanya memakai kaos dan celana pendek membuka pintu.


"Ada perlu apa ya, dan mencari siapa."


"Saya Pak Kent tangan kanan pak Johny Wang?" Kata Pak Kent.


Lien Wei dan sekeluarga di dalam rumah mendengar nama Pak Johny Wang langsung kaget dan ketakutan, mereka hanya takut bayi Mereka diambil paksa.


Lalu Pak Johny Wang dan rombongan masuk ke dalam rumah Lien Wei yang kecil.


Lalu seluruh keluarga duduk bersiimpuh tidak berani melihat ke depan. Kecuali Lien Wei yang sedang berdiri.


Pak Kent mengambil kursi sofa lalu diletakkan di tengah ruangan. Pak Johny langsung duduk di kursi itu.


"Anda jangan bersikap tidak sopan atau kami.." kata Pak Kent yang tiba - tiba berhenti karena aba - aba dari Pak Johny untuk diam.


Saya tidak akan mengambil bayimu, tapi menikahkan Richard dengan Lien Wei.


Seluruh keluarga kaget, kepalanya terangkat keatas melihat Pak Johny.


"Saya tidak mau menikah dengannya, dia sudah menolakku dan menghinaku." kata Lien Wei.


Richard hanya diam, melihat kemarahan si macan betina.


Pak Johny yang tidak pernah takut pada apapun langsung mengancam.


"Kalau begitu saya bawa cucu saya, saya marah cucu saya dihina di lingkungan ini sebagai anak haram." Kata Pak Johny.


Lalu anak buah pak Johny masuk ke dalam mencari keberadaan bayi itu.


Lien Wei Lalu menutup pintu kamar dan menguncinya. Lien Wei berdiri di depan pintu.


para anak buah menggeser tubuh Lien Wei yang kecil dengan mudah.


Para Anak buah yang barbar disebut Gengster BaiHu ( Macan Putih) langsung mendobrak pintu hingga kuncinya jebol.

__ADS_1


Keluarga Lien Wei ketakutan. kecuali Lien Wei yang memiliki Jiwa sebagai seorang ibu yang berani mengorbankan nyawa untuk melindungi bayinya dari macan atau binatang buas apapun.


Lien Wei lalu menggigit jari salah satu anak buah Pak Johny.


"Argh aduh...." Jari yang digigit akhirnya dapat ditarik. Lalu salah satu anak buah menutup mulut Lien Wei dengan sapu tangan yang sudah diberi obat bius.


Pegawai pencatatan sipil lalu dibayar sebagai saksi bahwa mereka telah menikah secara hukum.


Orang tua Lien Wei diminta tanda tangan sebagai orang tua dan saksi anaknya telah menikah secara hukum.


"Lalu bagaimana menikah secara agama, pa? mana ada tempat ibadah yang terima bila Pasangan di bawah paksaan, apalagi pingsan seperti ini." kata Richard


"Hah, ya sudah di negara ini sudah disahkan secara hukum pernikahan sesama jenis (LGBT) mereka tidak butuh disahkan secara agama." Kata Pak Johny.


"Lalu bagaimana gaun pengantin itu pa." kata Richard.


" Sudah beli saja semua, minta Pak Jang antar pelayan toko itu kembali ke mall." Kata Pak Jang.


"Richard kamu papanya Yuwen, kamu yang gendong Yuwen, biar Para anak buah yang gendong Lien Wei." Kata Pak Johny.


"Jangan pa, istriku biar saya yang gendong. Mereka tidak boleh menyentuh dia." kata Richard.


Pak Kent Chen menggendong bayi itu.


"Tunggu, saya siapkan susunya dan popok buat perjalanan dia nanti." Kata mamanya Lien Wei.


Beberapa menit kemudian mobil sedan yang dikendarai Pak Jang datang setelah mengantar pelayan toko, petugas pencatat sipil.


🌼 Kantor Catatan Sipil 🌼


Petugas pencatat sipil kembali ke kantor untuk membuat surat nikah, dan mengganti akta lahir Yuwen Wei menjadi Yuwen Wang dengan nama ayah Richard Wang dan ibu Lien Wei.


Persetujuan ganti nama dengan persetujuan pengadilan negeri yang membuat lama, berhubung yang minta adalah Pak Johny Wang bisa jadi cepat selesai.


Para pengurus pencatatan sipil masih sibuk merubah akta lahir.


🌺 Rumah Lien Wei🌺


Richard yang menunggu mobil pak Jang datang, akhirnya menggendong Lien Wei masuk ke dalam mobil.


Yuwen yang digendong salah satu anak buah dengan alat gendongan yang berbentuk tas ransel. siap dengan 2botol susu. susu kaleng , popok, sabun shampo dan baju bayi dalam satu tas bayi.


Kedua orang tua Lien Wei menangis karena tidak bisa berbuat apa - apa melawan para gangster.


Mereka langsung masuk ke dalam mobil menuju kantor pencatatan sipil untuk mengambil surat nikah dan akta kelahiran.


Pak Kent Chen menelepon timnya untuk beli boks bayi, trolley bayi. baju bayi yang baru, popok.


Akhirnya mereka dalam perjalanan pulang ke Taipei.

__ADS_1


Terimakasih Readers telah mampir ke cerita ku jika suka, beri like, vote, dan komentar 🙏


"


__ADS_2