
😪😴🤤😍Susah tidur 😪😴🤤😍
2 Jam kemudian Yuwen menangis,
U......Wek, U.....Wek, U....Wek.
Richard bangun lagi. Richard menggoyang badan Lien Wei untuk bangun.
"Lien....Lien .... Yuwen nangis lagi. kok kamu bisa tidur disaat suara tangisannya membangunkan penghuni rumah." Kata Richard.
Lien Wei bangun dan bersandar di kepala ranjangnya. Lien Wei membuka sebagian kanci piyama dan membuka sisi lain bra. Yuwen digendong dan minum ASI ibunya.
Richard melihat pemandangan itu lagi, membuat Richard harus tahan diri setiap 2 jam sampai pagi.
*Bagaimana ya rasanya ASI itu, Yuwen kamu bayi yang beruntung. Papamu ini jadi ingin minum susu.
*Kata Hati Richard yang menutupi dirinya Dey selimut.
😪Keesokan paginya 😪
Sinar Matahari bersinar menembus tirai biru di jendela kamar. Tidak terasa ada bau yang menyengat sekali seperti kotoran.
Richard yang suka dengan bau harum lalu terbangun karena bau menyengat. Richard mencari arah baunya yang ternyata di balik selimut tempat Yuwen tidur.
"Lien, Lien.... bangun Yuwen Pub, bau nih."Kata Richard menggoyangkan badan Lien Wei.
Lien Wei lalu terbangun dan mengendong Yuwen ke kamar Yuwen. Lien Wei meletakkan Yuwen di box bayi.
Bu Jiao (Baby sitter) sedang tidur di ranjang kecil di sisi lain. Lien Wei membangunkan Bu Jiao untuk memandikan Yuwen yang bau pub.
Lien Wei biasanya memandikan dan membersihkan Yuwen saat pub. Lien Wei merasa tugas Baby sitter Menjadi ringan karena tidak perlu bangun malam - malam.
Lien Wei cepat - cepat mandi dan berpakaian di dalam kamar mandi.
Setelah keluar dari kamar mandi, Lien Wei melihat meja belajar Richard tidak ada buku Lien Wei. Lien Wei teringat bukunya ada di Hualien.
"Richard.... Richard ... bangun aku mau ke Hualien untuk ambil buku yang tertinggal."
Kata Lien Wei.
Richard yang dari tadi pura - pura tidur langsung menarik tangan Lien Wei, Sehingga Lien Wei tersungkur menindih badan Richard.
Richard lalu memeluk Lien Wei dan membalikkan posisi. Richard menindih Lien Wei dan mencium bibir Lien Wei. Lien Wei lalu menggigit bibir Richard, dan mencubit perut Richard.
__ADS_1
"Aduh ...aduh.... Lien Wei ingat aku punya foto kita berdua jika kamu menyakiti tubuhku ini akan kusebar ke kampus." ancam Richard.
Lin Wei langsung berdiri dan marah.
" Kemarin hari Sabtu kamu memaksa menikah, Sekarang sudah hari Minggu, aku persiapan belajar untuk besok. sudah 1hari aku tidak belajar. Bukuku ada di HuaLien dan asrama putri." Kata Lien Wei dengan nada tegas.
"Kamu tidak perlu ke Hualien dan asrama, biar pelayan wanita dan Pak Jang yang ambil. Kamu di sini dengan ku dan Yuwen."Kata Richard.
Lien Wei lalu keluar dari kamar menuju kamar Yuwen yang sedang dipakaikan baju karena habis dimandikan Bu Jiao.
Lien Wei mencari alat pompa ASI, dan botol susu lalu di bawa ke dapur. Lien Wei mencuci alat pompa ASI dan 3 botol susu lalu dimasukkan dalam panci dan dimasak dengan air. Tujuannya untuk mensterilkan.
Lien Wei menaruh botol - botol di atas nampan, dan di bawa ke kamar tidurnya. Lien Wei mengunci kamarnya dan duduk di ranjang dengan nampan itu.
Richard sudah selesai mandi dan hanya mengenakan handuk melihat Lien Wei memasang dot susu yang sudah lepas saat dicuci tadi.
Richard Hendak memakai baju dan heran melihat Lien Wei membuka baju dan bra. Lien Wei memompa silih berganti g***** kiri dan kanan. Asi dimasukkan ke dalam botol susu.
Lalu Botol susu yang penuh ditutup. Richard yang tidak tahan langsung dengan sigap menghisap gxxx milik Lien Wei.
Lien Wei mendorong kepala Richard tapi sulit.
"Richard jangan habiskan jatah milik Yuwen, Yuwen sedang masa pertumbuhan dan tumbuh sehat. Singkirkan mulutmu yang penuh bakteri." kata Lien Wei.
"Aku juga butuh tumbuh sehat dan imun. Sejak aku bayi jarang minum ASI, mamaku sibuk kerja. Kasihanilah aku." Kata Richard.
"Aku tak perduli, Jadi gak steril." Kata Lien Wei yang masuk ke kamar mandi mencuci gxxxxx di dadanya dengan sabun dan mengeringkan dengan handuk.
Lien Wei melanjutkan memompa ASI untuk mengisi botol satunya.
"Rasanya manis Lien, lebih enak dibandingkan yang sudah kemasan." kata Richard menggoda.
Lalu Lien Wei menuangkan ASI ke dalam botol dan memberikan kepada Richard.
"Ini kuberi fresh minum dari botol langsung." Kata Lien Wei.
Richard mencoba minum dari botol.
"auch .....kurang enak, lebih enak minum langsung dari pabriknya." Kata Richard yang berusaha cari alasan.
"Daripada kamu ganggu aku, bawa botol yang sudah penuh ini ke Yuwen.Dia lagi haus, aku sibuk isi botol satunya." kata Lien Wei.
Richard lalu membawa botol yang penuh ASi ke kamar Yuwen. Yuwen sedang duduk di kursi bayi yang empuk. Yuwen disuapi bubur Tim wortel dan ayam oleh Bu Jiao.
__ADS_1
Richard ingin belajar menyuapi Yuwen, dan meminta sendok dan mangkok dari Bu Jiao.
Richard menyuapi Yuwen bubur dengan telaten dan sabar.
Beberapa menit kemudian Pak Johny Wang masuk ke kamar cucunya. Pak Johny juga ingin menyuapi Yuwen.
"Richard, gantian papa suapi Yuwen." Kata Pak Johny Wang.
Richard menyerahkan mangkok bubur Tim kepada papanya. Sekarang Pak Johny yang menyuapi cucunya.
"Bu Jiao, apakah di malam hari bayi tiap 2 jam sekali bangun minta susu." Tanya Richard.
" Iya tuan, biasanya bayi baru lahir sampai 6 bulan setelah 6 bulan sudah diberi makan bubur, bisa 3 - 4 jam nangis minta susu." kata Bu Jiao.
"Oh begitu... Jadi Lien Wei selama ini tiap malam mengurus Yuwen sendiri. Apalagi Lien Wei tidur susah dibangunkan. Apakah Yuwen kelaparan." Kata Richard.
"Bisa jadi mamanya sudah terbiasa mendengar suara Yuwen menangis, juga terlalu lelah." kata Bu Jiao.
*Kasihan Lien Wei sejak melahirkan sampai sekarang sekarang mengurus Yuwen, yang suka minum susu, ngompol dan Pub/BAB.
*Kata hati Richard.
Lin Wei lalu masuk ke kamar mengantar botol susu berisi ASI. Lalu menghampiri Richard dan berbisik
"Aku lapar, karena zat makanan dalam tubuhku menjadi ASI." Kata Lien Wei.
Richard lalu tertawa.
"Papa, ayo kita makan bersama. Lien Wei butuh bahan untuk buat ASI." kata Richard
Lalu Lien Wei mencubit perut Richard.
"Aduh....Lien jangan cubit perutku ini terus." Kata Richard.
Mereka bertiga sarapan pagi bersama, Lien wei lebih banyak makannya.
"Richard minta koki Sup ayam harus banyak wortel dan sayur, juga ikan biar Yuwen jadi pintar." Kata Lien Wei.
Richard dan Pak Johny tertawa mendengar permintaan Lien wei.
"Lien Wei, kamu tinggal bilang sama kokinya langsung minta apa?" Kata Pak Johny.
__ADS_1
Terimakasih telah membaca novel ini, Jika suka tolong beri like, vote dan komentar 🙏