
Tiba - tiba Richard memeluk Lien Wei dari belakang dan mencium tengkuk leher Lien Wei. Bahu Lien Wei bergerak ke belakang karena merasa geli.
"Geli tahu, minggir sana " Kata Lien Wei.
"Aku boleh minta hakku sebagai suami, kamu gak ingin beri Yuwen adik." Bisik Richard.
"Huh, kok tumben minta izin. Padahal Yuwen lahir gara - gara perbuatanmu yang gak pakai izin. Biasanya kamu yang paksa." Kata Richard.
"Masa aku yang bekerja sendiri, seakan main sama boneka. Aku juga ingin dibalas." Rayu Richard.
"Kamu mau dapat balasan, kamu harus belajar Matematika dan materi kuliah. Juga harus Jawab 5 soal yang ada di buku kuliah. Jika tidak bisa jangan harap dapat servis dariku." Kata Lien Wei.
"Aduh, Kamu ajari dulu dari dasar, bisa lama nih. Kalau ciuman boleh." Kata Richard.
"Aku sebutkan rincian hadiah jika dapat menjawab soal." Kata Lien Wei.
"Tunggu kurekam dulu, takutnya kamu akan pura - pura lupa." Kata Richard.
"Kalau kamu bisa kerjakan 1 soal dapat ciuman di pipi 3 detik. Kalau 2 soal dapat ciuman di bibir 3 detik. Kalau 3 soal dapat ciuman di bibir 1 menit." kata Lien Wei.
"Aduh, jangan perhitungan begitu. Repot nih kalau nikah sama orang ahli matematika pakai hitungan segala." Kata Richard.
"Terus supaya kita bisa Making love harus berapa soal." Kata Richard.
"Kamu kalau bisa kerjakan 4 soal cuma sampai leher. Jika 5 soal baru bisa sentuh dari pinggang ke atas, berhubungan kamu bisa curi - curi minum ASI, tapi kan terasa sama boneka yang tidak bisa nembalas. nanti malam aku tidur pakai Jaket." Kata Lien Wei.
" Iya aku tanya, supaya kita bisa ML harus bisa kerjakan berapa soal. kok malah menghindar." Kata Richard.
"Walaupun kamu bisa kerjakan 5 soalpun. itupun tidak akan buat aku berhasrat melayanimu. Kamu tahu kan cinta sulit untuk dipaksakan." Kata Lien Wei.
"Lalu aku harus kerjakan berapa soal?" Tanya Richard sambil menggaruk kepala.
"10 soal bisa kamu kerjakan baru aku mau lakukan 1 ronde. Jika hasil IPKmu semester ini , minimum B semua maka aku akan yang akan melayani diatas ranjang seminggu 2 kali." Kata Lien Wei.
" Sungguh, aku ingin rasanya dilayani olehmu. Ayo kita belajar." Kata Richard.
*Aku yakin kamu tidak sanggup, Dapat nilai B semua. Tapi gimana kalau dia curang menyuap dosen supaya dapat nilai B semua. dia kan Mafia, bapaknya mafia hukum anaknya bisa - bisa mafia nilai.
__ADS_1
*Kata hati Lien Wei.
" Tapi aku takut kamu curang dengan menyuap dosen supaya dapat nilai bagus. Peraturan dirubah lagi. Walaupun kamu dapat nilai bagus, aku ulang lagi soal - soal dari ujian yang diberikan dosen untuk memastikan kamu sungguh bisa." Kata Lien Wei.
"Sudah, ayo ajari aku Akuntansi, ayo duduk." Kata Richard.
Lien Wei mengajari materi kuliah selama 1 jam, dan menunggu Richard mengerjakan soal yang ada di buku.
"Kamu harus kerjakan 5 soal, kuberi waktu setengah jam." Kata Lien Wei.
"Kok cuma setengah jam sih, hasilnya jadi gak tepat. Untung - untung kerjakan 1 soal. Bukankah pak Dosen beri kita waktu 2 jam 10 soal. 5 soal harusnya 1 jam." Kata Richard." Kata Richard.
"Justru itu tantangan dariku, latihan harus lebih berat." Kata Lien Wei dengan penuh kemenangan.
"Baiklah kita mulai dari sekarang." Kata Richard.
Setengah jam kemudian, Lien Wei menekan bel di atas meja.
Richard berharap soal yang dikerjakan benar semua. Lien Wei berharap cuma 1 soal yang benar.
*Gawat ini sudah 4 soal yang benar, padahal waktu pertama kali aku mengajari dia perkaliannya kurang bisa cepat. Kubilang benar 3 soal saja.
*Kata Hati Lien Wei.
"Kamu cuma benar 3 soal." Kata Lien Wei.
"Tidak mungkin soal yang keempat itu benar, agak mudah. Output negara A jika negara itu berspesialisasi dalam bentuk Y masing - masing adalah 200 dan 300 unit. Tipe Y adalah negara yang produksinya 23/ jam." Kata Richard sambil menjabarkan hitungan.
"oke - oke kamu benar 4 soal. Ini silahkan gigit leherku." kata Lien Wei.
"Terus soal no 5 ini adalah teori awal pendirian industri dengan cara melindungi industri lebih dulu adalah teori Stolper - Samuelson pilihan gandanya adalah D. tadi aku cuma kita - kira saja jawabannya. kita cek dulu." Kata Richard.
" Itu yang benar teori Mill - Bastable, pilihannya di B." Kata Lien Wei.
" Tuh kan, benar jawabanku walaupun aku asal - asalan. keberuntungan di pihak saya sekarang." Kata Richard.
__ADS_1
Lien Wei merampas bukunya dan memastikan ternyata benar.
" Ini gara - gara aku sibuk belajar masak dan desain jadi lupa yang kupelajari." Kata Lien Wei.
"Aku minta hakku, bukankah kalau bisa jawab 5 soal aku bisa cium pinggang ke atas." Kata Richard.
Richard mendorong Lien Wei ke dinding dan membuka paksa bajunya. Lien Wei hanya menutup mata. Tangan Richard meremas bagian dada. Richard mencium dari dahi, hidung, pipi, dan bibir.
Richard ******* bibir Lien Wei dan Indra pengecapnya sudah memaksa masuk dan bergerak mengelilingi di dalam mulut Lien Wei. Tanpa sadar Lien Wei juga meresponnya selama 2 menit, hingga bibir terasa bengkak.
Richard senang karena Lien Wei merespon, Richard turun ke leher dan memberi tanda di banyak tempat, Lien Wei tiba - tiba mendesah.
Semuanya sudah diberi tanda merah hingga ke pinggang.
"Apa boleh ke bawah lagi." bisik Richard.
" Tidak boleh." Kata Lien Wei menyadarkan dirinya sendiri, agar menepati janji yang telah ia buat.
" Kalau begitu kamu tidur jangan pakai baju, kan harus memberi ASI Yuwen juga. Lagipula kamu kurang tidur jadi kalau malam tidak bisa bangun saat Yuwen nangis, aku yang beri bantu dia minum ASI." Kata Richard.
"Ya sudah, aku pakai selimut saja. kamu tidur agak jauh " Kata Lien Wei.
"Kan aku sudah benar 5 soal bisa menikmati dari pinggang ke atas. lagipula kamu tidak sebutkan batas waktunya." Kata Richard ini rekamannya kuputar lagi.
Richard memutar rekaman perjanjian hadiah tadi. Lien Wei lalu memukul dahi dengan telapak tangannya.
Richard menempelkan kepalanya di dada Lien Wei.
"Kamu kok cepat hafal rumusnya dan bisa hitung cepat." Kata Lien Wei.
" Sejak kamu memberi les privat, aku juga selalu belajar berusaha agar dapat menyaingi Nicky yang pintar. Aku juga ingin dikagumi olehmu." kata Richard.
Lalu mereka tertidur dengan pulas, jika tengah malam Yuwen menangis, Richard selalu menggendong Yuwen dari box bayi didekatkan kepada Lien Wei, badan Lien Wei dibuat miring. dia setengah tersadar dan Lien Wei membelai kepala Yuwen.
Setelah Yuwen tertidur, Richard memindahkan Yuwen kembali ke box. Richard menindih dan mencium Lien Wei lagi dari atas sampai ke pinggang selama 1 jam.
Terimakasih telah mampir membaca cerita ini. Jika suka beri like, vote. terimakasih.
__ADS_1