
🌺sambungan🌺
Pindahkan keluarga Lien Wei di lingkungan yang tidak memusuhi keluarga Lien Wei, biasanya orang kota cuek. tidak suka mengurusi urusan orang lain." kata Mike.
"Tapi papa Lien Wei dan cecenya punya pekerjaan tetap di bank." Kata Richard
"Minta papamu yang berkuasa untuk meminta kepada bank itu memindah tugaskan mereka di bank Taipei. Lien Wei pasti akan luluh hatinya kau berbuat sesuatu untuk keluarganya." Kata Mike.
"Tak kusangka otakmu sungguh pintar bila tentang wanita." Kata Richard.
"Ingat kamu hutang penuhi 1 permintaanku, kini jika ideku berhasil kamu harus penuhi 2 permintaanku." kata Mike
"Iya pasti aku akan penuhi 2 permintaanmu, sekarang apa yang harus kulakukan, aku tidur di kamar Yuwen atau sekamar dengan Lien Wei." tanya Richard.
"Kamu dan Yuwen tidur bersama, biar Lien Wei ingat kalian adalah keluarga sepaket. Biar Lien Wei ingat kepada anaknya yang telah dikandung dan dilahirkan oleh dia." Kata Mike.
"Kamu memang pintar, kelihatannya aku harus banyak berguru denganmu. terimakasih banyak ya. aku tutup telepon dulu." Kata Richard.
Lalu Richard meletakkan Yuwen yang sudah tidur ke dalam boks bayi.
Richard masuk ke kamar papanya Pak Johny Wang yang sedang tidur - tiduran di atas ranjangnya.
Richard duduk di tepi ranjang dan memijat kaki papanya.
"Pa, aku minta suatu permintaan. Bolehkah aku minta satu rumah di Taipei. Aku ingin keluarga Lien Wei pindah ke Taipei. dan bisakah pekerjaan papanya Lien Wei dan Cecenya dipindah tugaskan ke Taipei." Kata Richard.
"Boleh kamu ingin rumah papa yang mana yang bisa kuberikan kepadamu." Kata Pak Johny Wang.
"Bolehkah aku minta 2 foto rumah satu ruko dan satunya rumah yang ada taman. Aku ingin orang tua Lien Wei yang memilih." Kata Richard.
"Papa akan suruh Kent untuk membuat orang tua Lien Wei dan cecenya pindah tugas kerja ke Taipei. Lalu kita beri penawaran rumah tinggal di Taipei, hadiah rumah sebagai mas kawin." kata Pak Johny Wang.
Pak Jang kemudian masuk membawa dos berisi box bayi untuk diletakkan di kamar Garry. Pak Jang membuka Kardus dan mengeluarkan isinya lalu dirakit.
"Masukkan di kamarku pak Jang." Kata Richard.
"Tunggu saya saja yang masuk, letakkan depan pintu kamar." Kata Richard yang akhirnya masuk ke kamar dan memasukkan box bayi itu.
*Jangan sampai Pak Jang masuk ke kamarku. Saya takut Lien Wei lagi pompa ASI di dalam kamar.
__ADS_1
*Kata hati Richard.
"Pak Jang dan pelayan pria, mulai sekarang jangan masuk ke kamarku ya. Bilang sama yang lain." Kata Garry
Garry masuk ke kamar dan melihat buku - buku kuliah sudah ditata dengan rapi oleh Lien Wei.
Lien Wei sedang tidur dengan posisi menghadap ke samping karena kurang tidur tadi malam. Richard juga ikut tidur dibelakang punggung Lien Wei sambil memeluknya.
Richard akhirnya tidur karena kurang tidur juga. tanpa terasa hari telah sore, Lien Wei bangun dan merasa tangan Richard melingkari pinggang dan perut Lien Wei.
Lien Wei mengangkat tangan Richard dan bangkit dari tidurnya. Pada saat mau bangkit, Richard terbangun dan bangkit menindih Lien Wei dan memeluk Lien Wei dan berbisik di telinga Lien Wei.
"Jangan tinggalkan aku, akan kutebus kesalahanku yang selama ini kuperbuat kepadamu." kata Richard.
"Lepaskan, singkirkan badanmu ini. Kamu tidak akan kumaafkan." Kata Lien Wei.
"Aku harap setelah perbuatanku tadi pagi akan membuat kamu hamil lagi. Aku ingin membuat kesebelasan sepak bola." bisik Richard.
" Kamu gila ya, semua anak di bawah bimbinganmu bukan jadi kesebelasan sepak bola tapi group gangster. Lepaskan aku, atau aku akan menggigit leher mu." Kata Lien Wei.
Richard segera bangkit, takut melihat Lien Wei menjadi drakula.
" Kalau kamu menggigit atau melukai bagian tubuhku ini maka akan kusebar foto kita yang sedang tertutup selimut di kampus." kata Richard.
"Kenapa ada box bayi di sini, aku tak setuju. aku ingin Yuwen tidur di sebelahku. Aku tak mau tidur di sebelah kamu." Kata Lien Wei.
Lien Wei langsung ke luar kamar menuju ke meja makan yang ternyata masih kosong.
Lien Wei masuk ke dalam dapur dan melihat para koki sudah selesai memasak.
"Saya mau makan di sini saja, siapkan makanan saya." Kata Lien Wei.
Richard yang mengikuti Lien Wei melihat Lien Wei sedang duduk di depan meja dapur, Richard juga ikut duduk di sebelah Lien Wei.
"Aku akan makan di manapun kamu makan. Pelayan siapkan aku makanan juga." Kata Richard.
Koki dan pelayan mencium gelagat bahwa nyonya muda sedang marah dengan tuan muda.
Pelayan lalu menyiapkan makan malam buat malam buat mereka berdua. Pelayan memberikan piring kepada Richard dulu lalu diberikan kepada Lien Wei.
__ADS_1
Setelah Lien Wei menerima piring itu dan langsung membawanya ke ruang makan.
Richard pun mengikuti Lien Wei.
"Bawakan makananku." kata Richard.
Richard lalu duduk di sebelah Lien Wei yang sedang makan. Pelayan meletakkan makanan di depan Richard. Richard makan makanan yang telah disiapkan.
*Aku ingin kamu selalu terbiasa di sebelahku.
*kata hati Richard.
Lien Wei menyelesaikan makannya dengan cepat dan meninggalkan Richard sendirian.
Lien Wei menuju ke kamar Yuwen, Lien Wei melihat Yuwen sedang diganti popoknya karena habis pub.
"Lien Wei lalu melihat semua botol susu yang berisi ASI sudah habis.
"Tolong botol - botol ini dicuci lagi dan dimasak di air sampai mendidih." kata Lien Wei kepada Babysitter.
"Baik Nyonya." kata Babysitter.
Lien Wei menggendong Yuwen dan Lien Wei duduk di atas karpet dan bersandar di tembok. Lien Wei lalu menyusui Yuwen yang pasti lapar setelah pub.
Richard masuk ke kamar Yuwen dan kaget lihat tingkah istrinya menyusui di mana - mana.
" Lien kalau menyusui, pintu kamar ditutup jangan dibuka begini kalau para bodyguard lihat bagaimana." kata Richard.
"Aku sudah tidak perduli, toh aku sudah kotor, sudah kamu foto tinggal tunggu waktu untuk disebar kok kamu malah takut tubuhku ini dilihat orang lain. ini yang ingin kamu inginkan, menunjukkan tubuhku ini ke seluruh dunia." Kata Lien Wei.
Richard yang mendengar perkataan istrinya jadi merasa kalah lalu mengunci pintu kamar Yuwen.
Richard lalu duduk di sebelah kanan Lien Wei dan bersandar di tembok, dengan mata melihat Yuwen yang asyik minum susu.
"Yuwen kamu sungguh beruntung bisa puas minum susu langsung dari pabriknya." kata Richard.
Yuwen minum ASI di sebelah kiri, tiba - tiba Richard juga minum di sebelah kanan.
Lien Wei kaget lalu mendorong kepala Richard tapi malah memperdalam minumnya.
__ADS_1
Lien Wei menyerah, akhirnya menyusui bayi kecil dan bayi besar yang tidak mau ngalah dengan bayi kecil.
Terimakasih telah membaca novel ini, jika suka beri like, vote dan komentar 🙏