Parodi Cinta Salju Dan Bara

Parodi Cinta Salju Dan Bara
Chapter 10


__ADS_3

" Udah sana buruan mandi ...., tadi katanya loe mau mandi," titah Bara.


Salju pun bergegas masuk ke kamar mandi untuk berendam dengan air hangat di bathub agar badannya menjadi lebih fresh dan nggak kaku lagi.


_


_


_


" Loe mandi apa pingsan ...., lama amat sampai pantat gue berakar," ucap Bara.


" Namanya juga cewek ..., kalau mandinya lama itu mah wajar. Nah, kalau cowok mandinya lama perlu di pertanyaan ...., ngapain aja di dalam," ucap Salju.


" Air hangat sudah gue siapin ..., handuk dan kawan kawannya juga udah gue siapin. Kurang apa coba gue jadi istri loe," ucap Salju.


" Terima kasih sayang ..., loe memang istri teladan, gue jadi makin nyaman sama loe," ucap Bara.


Jleb , tidak bisa dibayangkan bagaimana dengan wajah Salju yang semakin merona mendengar ucapan suaminya.


" Gue mandi dulu ..., nggak usah ditunggu karena gue selalu di hati loe," ucap Bara.


" Udah selesai gombalannya ..., buruan mandi atau air hangatnya berubah jadi dingin," ucap Salju.


" Nggak apa apa deh meskipun dingin ..., tapi sedingin Salju," ucap Bara.


_


_

__ADS_1


Setelah keduanya mandi, mereka pun turun ke bawah dan menuju garasi mobil. Karena Bara akan mengajak Salju jalan jalan sore menuju salah satu mall untuk membeli keperluan di rumah mereka nanti.


Dan mereka pun berpamitan pada mama dan papanya Salju, karena akan keluar sebentar membeli keperluan dan juga kebutuhan di rumah yang akan mereka tempati.


" Ini buat loe ..., yang satu buat mencukupi kebutuhan rumah dan bayar gaji ART dan semua pekerja yang ada di rumah kita dan yang ini khusus buat manjain loe,"


Salju meski anak seorang pengusaha kaya tapi sang papa hanya memberikan kartu ATM biasa dan kartu kredit berbatas.


" Mas suami ...., ini semua buat gue. Apa kagak berlebihan," ucap Salju.


" Berlebihan gimana maksud loe ..., gue ini suami loe dan bertanggung jawab penuh atas diri loe. Salah satunya yang gue kasih ke loe itu,"


" Mana ada suami ngasih nafkah dan mencukupi kebutuhan istrinya di katakan berlebihan. Loe belajar dari mana ?" tanya Bara.


" Iya gue paham masalah itu. Yang gue maksud yang loe kasih ke gue itu terlalu banyak ...., mas suami paham kan," ucap Salju.


" Gue kan kaya raya...., ngapain harus perhitungan apalagi sama istri gue sendiri," ucap Bara.


" Eh lupa ...., makasih ya udah di kasih dua kartu sakti ini. Kalau ada lagi juga boleh," goda salju.


" Itu sih maunya loe ...," ucap Bara.


Salju akhirnya menerima Kartu ATM dan kartu kredit dari Bara suaminya.


Meskipun Bara membebaskan Salju untuk menggunakan kartu itu tapi Salju bukanlah tipikal perempuan yang suka foya foya.


Bahkan uang bulanan dari sang papa dia kumpulan untuk membuka usaha kecil-kecilan yang sekarang sudah mempersiapkan beberapa cabang.


-

__ADS_1


-


" Loe kan perempuan pasti loe lebih paham urusan keperluan rumah tangga...., gue cukup jadi pengawal saja. Loe yang pilih mana yang harus di beli," ucap Bara.


Salju yang sudah terbiasa dengan urusan belanja kebutuhan rumah, tidak kesulitan menemukan barang barang yang dibutuhkan serta bahan kebutuhan dapur yang harus di beli.


Bara hanya memperlihatkan dan mengikuti istrinya dengan mendorong troli tempat barang belanjaan yang sudah di pilih Salju.


Setelah dirasa cukup Salju pun menuju kasir untuk membayar semua barang belanjaannya.


Melihat nominal pembayaran yang di lakukan istrinya Bara pun heran karena tidak sesuai dengan ekspektasinya.


" Loe kagak salah ..., belanjaan segitu banyaknya bayarnya cuma berapa digit. Gue bisa tambah kaya punya istri kayak loe," ucap Bara.


" Mas suami ..., yang kita makan sehari hari itu tidak semahal berlian. Jadi loe kagak usah heran," ucap Salju.


" Tapi kalau kita tidak pintar ..., apa yang kita makan juga bisa menghabiskan berlian yang harganya miliaran. Loe tau kenapa ...?"


" Gue nggak tau maksud loe ...," ucap Bara.


" Karena kalau kita tidak mengatur pola makan kita ..., pola hidup kita ...., maka banyak penyakit berbahaya yang akan menyerang tubuh kita. Dan uang kita akan habis untuk menyembuhkan penyakit kita," ucap Salju pada suaminya.


_


_


_


Bara dibantu beberapa SPG supermarket membawa barang belanjaannya ke dalam mobil. Dan mereka menuju rumah Bara yang sudah hampir dua tahun di belinya.

__ADS_1


" Wah ..., ternyata selera loe bagus juga mas suami," ucap Salju.


__ADS_2