Parodi Cinta Salju Dan Bara

Parodi Cinta Salju Dan Bara
Chapter 35


__ADS_3

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Selamat membaca .....


" Laki laki yang baik akan memuliakan istrinya ...., menjaga perasaan istrinya ..., akan terbuka pada istrinya dan akan membimbing istrinya di jalan Tuhannya "


*


*


*


*


*


Kehidupan memang tidak selalu seperti yang kita inginkan karena hidup kita dalam kendali Tuhan. Kita hanya merencanakan yang terbaik menurut kita tapi semua kembali pada ketentuan Tuhan.


Dan Tuhan tidak pernah membuat kita hambanya kecewa tapi kitalah yang yang mengecewakan diri kita sendiri karena apa yang kita harapkan ..., apa yang kita inginkan tidak kita dapatkan.

__ADS_1


Seperti halnya kehidupan rumah tangga Salju dan Bara yang baru jalan satu tahun. Banyak sekali perselisihan dan juga perbedaan pandangan diantara mereka tapi mereka sekalu menyelesaikannya dengan berbicara dari hati ke hati dan tidak pernah membiarkan masalah yang mereka hadapi jadi berlarut-larut.


Mereka menyadari bahwa pernikahan mereka memang awalnya tidak dilandasi rasa saling mencintai. Tapi mereka sangat bertanggung jawab dengan komitmen mereka ..., saat mereka memutuskan untuk menerima pernikahan maka apapun yang terjadi di dalam kehidupan rumah tangga mereka harus mereka terima dengan lapang dada.


Kekurangan dan ketidaksempurnaan masing masing juga harus mereka terima ..., dan tentunya membuka hati untuk pasangan menjadi prioritas bagi Salju dan Bara.


Dan dalam hitungan bulan Salju dan Bara sudah merasa nyaman dan rasa cinta diantara mereka pun tumbuh subur karena mereka selalu memupuknya dengan saling memberi perhatian dan kasih sayang dan mengutamakan keluarga kecil mereka di bandingkan urusan mereka yang lain.


Hingga Salju dinyatakan mengandung buah cintanya dengan Bara saat usia pernikahan mereka menginjak tujuh bulan. Kehadiran calon baby di rahim Salju membuat Bara sangat bersyukur karena apa yang dia diharapkan sudah dikabulkan oleh Tuhan.


Sekarang usia kehamilan Salju sudah jalan lima bulan ..., itu artinya Salju sudah melewati tri semester pertama. Dan yang membuat Salju dan Bara bahagia janin yang ada di rahim tumbuh dengan baik dan sangat kuat dan sehat.


Salju hanya mengangguk mengiyakan usulan Bara suaminya. Memang Salju sedikit kecapean karena sudah melakukan pergulatan panas selama dua ronde.


" Nggak pakai lama ya sayang ..., aku sudah laper nih ," Salju berharap makanan segera datang dan dia dapat segera mengisi perutnya yang sudah kelaparan.


" Ulu ulu kasihan ..., maafin aku ya sayang. Kamu pasti kecapean dan tenaga kamu terkuras habis karena pergulatan panas kita sampai dua ronde. Maafin Daddy ya nak ..., apa kamu di dalam perut mommy juga laper ," Bara mengusap perut Salju istrinya yang sudah mulai membuncit.


Sebetulnya Salju semenjak hamil terlebih sudah memasuki tri semester kedua mudah sekali terbakar gairahnya saat bersama suaminya.

__ADS_1


" Iya Daddy ..., aku lapar sekali Daddy. Tapi aku suka Daddy selalu nengokin aku di dalam perut mommy," Salju pun menjawab menirukan suara anak kecil seolah calon baby yang ada di rahimnya menjawab pertanyaan Bara Daddy. nya.


Dan Bara yang memang mesum kalau dengan istrinya ...., sangat senang karena Salju sering meminta main duluan. Karena tanpa diminta Salju pun Bara akan mencumbui istrinya dan berakhir dengan pergulatan panas di atas ranjang king size mereka.


" Baiklah ..., Daddy akan sering sering mengunjungi kamu di dalam perut mommy. Tapi kamu harus jadi anak yang kuat dan nggak boleh bikin mommy sedih. Daddy juga suka kalau nengokin kamu ..., biar nanti kalau sudah waktunya kamu lahir kamu sudah hafal jalan untuk kamu keluar ," Bara pun terus menciumi perut Salju istrinya dan membuat Salju kegelian.


Inilah yang semakin membuat Salju begitu nyaman dengan Bara suaminya. Bara selalu bisa membuat Salju tersenyum dan tertawa lepas dan melupakan segala kepenatan dan rasa capek setelah melakukan rutinitasnya.


Bahkan Bara tidak pernah menuntut Salju untuk mengerjakan pekerjaan rumah atau sekedar memasak untuknya. Karena Bara tau istrinya juga capek dan punya beban pekerjaan yang cukup berat ..., selain menjalankan usaha yang sudah dia rintis Salju juga sedikit demi sedikit sudah mulai membantu mengelola perusahaan papanya.


Bara yakin Salju paham dengan kodratnya sebagai seorang wanita ..., haid ..., hamil dan menyusui. Dan pekerjaan yang sekiranya Bara bisa melakukannya sendiri sebisa mungkin tidak merepotkan Salju istrinya.


Tapi bukan Salju namanya kalau kalau dia hanya duduk diam tanpa melakukan apapun. Salju akan mengerjakan pekerjaan di rumahnya yang tidak membahayakan kandungannya.


Bara tidak pernah gengsi ikut membantu pekerjaan di rumah bersama istri dan juga beberapa ART.


" Sayang ..., biar aku saja yang mengerjakan ini. Kamu istirahat dulu ya ..., aku juga bisa lho ngerjain pekerjaan ini," Bara pun mengambil alih pekerjaan Salju.


" Oh ..., so sweet nya suamiku ..., love you sayangku," Salju mencium pipi suaminya.

__ADS_1


__ADS_2