Parodi Cinta Salju Dan Bara

Parodi Cinta Salju Dan Bara
Chapter 48. Gue cinta mati sama istri gue ...


__ADS_3

" Ada baiknya kita itu tau ..., kapan waktunya kita bicara dan kapan waktunya kita untuk ..., diam dan membaca keadaan kira kira kapan waktu yang terbaik untuk kita bicara "


*


*


*


*


*


" Bro ..., bagaimana perkembangan perusahaan gabungan yang kita rintis setelah dua tahun berjalan. Dan maaf banget aku nggak bisa sepenuhnya membantu di di F4 karena sekarang aku juga harus mengurus perusahaan papa Keenan," Bara sedikit merasa bersalah karena kurang fokus pada perusahaan yang mereka rintis bersama dua tahun belakangan ini.


" Santai saja bro ..., untuk pengelolaan perusahaan sementara ini masih aman. Tapi sepertinya kita harus merekrut tenaga tenaga ahli yang sekiranya bisa mengurus perusahaan yang kita rintis berempat," Raffi memberikan usulan pada Bara agar nantinya bisa dibicarakan dengan Kenzo dan juga Zhafran.


" Baiklah nanti kita bicarakan dengan Kenzo dan juga Zhafran. Sebaiknya kita masuk saja sambil menunggu teman teman kita yang lain datang. Lagian gue belum sempat ngobrol sama mama Keyla ..., bisa bisa nanti gue dapet pencerahan dari mama Keyla," Bara sudah sangat tau bagaimana mamanya Raffi. Sebenarnya beliau orang yang sangat baik, dan semua teman teman Raffi sampai manggil mama ke mamanya Raffi.


"Assalamualaikum ..., mam ini Bara mau ketemu sama mama katanya Bara kangen sama mama," Raffi sengaja ingin membuat Bara diomelin mamanya.

__ADS_1


" Di mana manusia bar bar nya ..., datang datang bukannya ketemu mama dulu malah ngomongin masalah bisnis. Sudah dibilangin kita itu harus tau sopan santun ..., udah bangkotan masih aja susah di kasih tau," Keyla mamanya Raffi memang selalu seperti itu, bukan hanya pada anak anaknya sendiri ..., pada Bara Kenzo dan Zhafran pun seperti itu.


" Iya mam ..., maafin Bara. Tadi itu pembicaraan darurat dengan Raffi ..., bukannya Bara lupa sama mama Keyla," Bara pun mencium punggung tangan mama Keyla kemudian memeluknya karena sudah hampir dua tahun mereka nggak pernah ketemu.


" Dengerin ya manusia bar bar ..., aku itu bukan hanya tantenya Salju. Jauh sebelum kamu menikah dengan Salju Tante itu sudah menganggap kamu seperti anak Tante sendiri sama juga seperti Kenzo dan Zhafran. Kalian itu sudah menjadi orang tua ..., jangan lagi melakukan hal hal yang tidak baik lagi. Ingatlah anak dan istri kalian," Keyla memberikan nasehat pada Raffi dan juga Bara.


" Siap laksanakan ..., ibu suri. Petuah dari ibu suri pasti selalu benar dan nggak pernah salah. Kami undur diri untuk menyambut tamu undangan yang sudah mulai berdatangan," Bara dan Raffi langsung bergegas ke halaman depan tempat diadakannya acara tasyakuran.


" Gila lu ya ..., gue dijadikan umpan. Padahal tadi lu yang ngajak gue buat ngobrol ngobrol sebentar. Imbasnya gue jadi dapat pencerahan dari nyokap lu," Bara tau ulah si Raffi ..., agar dia nggak diomelin mamanya.


" Maaf ya bro ..., gue sengaja. Lagian lu itu takut banget sama nyokap gue," Raffi pun tertawa terbahak bahak melihat ekspresi sahabatnya yang sedang kesal padanya.


" Santai aja kali bro ..., jangan ngegas gitu. Dan nggak usah curhat juga sama gue tentang nyokap lu. Biar bagaimanapun nyokap lu itu sudah sangat berjasa karena sudah menjebak kamu agar bisa menikah dengan Salju sepupu gue yang sebelas dua belas dengan lu ..., sama sama bar bar. Pantesan aja serasi sekali ...," Raffi mengejek Bara.


" Bang Ke ..., nggak usah ungkit ungkit hal itu lagi. Asal lu tau aja ..., sekarang gue cinta mati dengan istri tercinta gue. Dan bener kata lu bro ..., nyokap gue memang luar biasa, dulu semangat sekali nyariin jodoh buat gue," Bara teringat awal mula menikah dengan Salju, dan Bara merasa sangat bersyukur dan beruntung sekali bisa menikah dengan Salju yang mau menerima dia apa adanya dan tinggal di rumah sederhana yang jauh berbeda dengan rumah kedua orang tuanya dan juga saudara sepupunya si Raffi dan Raffa yang begitu mewah.


" Iya gue tau lu cinta mati sama sepupu gue .., tapi ngomong ngomong lu itu kapan kapan nyempetin waktu. Ajak anak bini lu berkunjung ke Jepang ..., lu tengoklah om Keenan dan Tante Arumi ..., jangan hanya mikirin kerjaan melulu,"


" Mereka pasti seneng lu berdua dan juga Askara datang berkunjung ke sana," lanjut Raffi.

__ADS_1


" Sebelum lu ngomong gitu ..., gue udah berencana sejak Askara masih berumur empat bulan ..., masalahnya Salju belum siap pergi ke sana dan alasannya karena Askara masih kecil. Nah giliran udah siap dan juga udah ngurus visa untuk pergi ke Jepang ..., eh gue harus mulai belajar dari awal untuk mengelola perusahaan papa Keenan," Rencana Bara dan Salju untuk pergi ke Jepang mengunjungi papa dan mamanya Salju terhalang oleh pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.


" Doain aja mudah mudahan tahun depan kita sekeluarga bisa berkunjung ke Jepang ke tempat mertua gue ..., Salju juga pasti y sangat kangen sama papa dan mamanya," lanjut Bara.


Bara dan Raffi tidak menyadari kalau Zhafran dan juga Kenzo sudah ada di belakang mereka dari tadi. Sementara mereka masih asik berbincang bincang.


" Kayaknya kita harus bawa Raffi dan Bara periksa telinga ..., sepertinya telinga mereka bermasalah nggak peka kalau ada dua orang ganteng sudah ada di belakang mereka," ujar Kenzo.


" Allahu Akbar ..., eh lu berdua ..., kalau datang ketempat orang itu kasih salam dulu. Jangan seperti jelangkung ..., datang tak diundang pulang kagak pamitan," Bara pun memukul bahu Kenzo karena sudah membuat dia kaget.


" Kita berdua udah kasih salam dodol sirsak ..., lagian lu berdua ngapain duduk di dekat sound sistem. Jadi pada berkurang kan pendengaran lu berdua alias tuli ..., kan nggak lucu katanya kaya . ., tampan dan mapan masa iya kurang pendengaran," Zhafran pun ikut menimpali ucapan Kenzo.


" Dasar Bang ke ..., demen banget bikin orang naik darah. Udah salah kagak mau ngaku juga. Tapi sejak kapan lu berdua ada di situ ..., kasihan banget kayak tamu tak diundang," Raffi malah balik mengejek Kenzo dan Zhafran.


" Udah dari jaman batu ..., tapi ngomong ngomong nih ya. Gue itu heran sama lu Raf ..., ternyata lu itu kalau pakai baju beginian persis seperti ustadz di masjid depan kompleks gitu, tapi kalau pakai kemeja dan jas seperti Casanova yang belum sempat insaf," ucap Kenzo.


Bara ..., Kenzo dan Zhafran pun tertawa sementara Raffi melotot mendengar ucapan Kenzo.


" Daripada kalian bertiga ngerjain gue melulu ..., mendingan kalian bertiga nemenin gue nyambut tamu yang sudah pada berdatangan ...," titah Raffi pada teman temannya.

__ADS_1


" Oke bro ...," Bara dan juga Kenzo serta Zhafran pun ke depan untuk menemani Raffi menyambut kedatangan para tamu undangan.


__ADS_2