Parodi Cinta Salju Dan Bara

Parodi Cinta Salju Dan Bara
Chapter 4


__ADS_3

Salju dan Bara berjalan beriringan dan terlihat begitu bahagia entah apa yang ada di benak mereka.


" Kalian so sweet sekali ..., mama jadi ingat masa muda dulu sama papa yang selalu siap siaga di samping mama," ucap sang mama.


" Baru pulang nak ..., besok ambilah cuti dua tiga hari. Kalian kan perlu saling kenal satu sama lain jadi sering seringlah ngobrol berdua," pesan sang papa.


" Iya Pah, besok Bara mau ambil cuti ...., kemarin kan semuanya serba mendadak jadi Bara tidak ada berpikir tentang cuti," ucap Bara.


" Maafkan kami ya ..., apa kamu tau kemarin itu kami sebagai orang tua seperti sedang bermain judi dan yang kami pertaruhan adalah rasa malu kami seandainya kalian tidak jadi menikah," ujar papa Keenan.


" Tapi kami sebagai orang tua kalian sangat yakin, bahwa di balik semua hal buruk yang ada pada diri nak Bara ...., nak Bara adalah seorang pria sejati yang tidak akan pernah mempermalukan keluarganya demi kesenangan pribadi," ucap mama Arumi.


" Terima kasih banyak Pah ..., Mah, karena sudah percaya sama Bara," ucap Bara.


Salju sangat terharu melihat kedekatan kedua orangtuanya dengan Bara suaminya.


" Stop ..., kalian ini kenapa jadi baper baperan,"


" Ayok kita ke kamar saja ..., gue udah siapin baju ganti dan juga air hangat di bathub. Buruan mandi nanti keburu Maghrib," titah Salju.

__ADS_1


" Punya anak perempuan satu saja sudah kayak petasan banting kalau ngomong nggak pernah di saring," gumam mama Arumi.


Salju masih mengecek laporan dari laptopnya dan sesekali melirik suaminya yang sudah fresh dan rapi setelah mandi.


" Gue tau kalau gue itu sangat tampan ..., pasti istriku ini terpesona dengan ketampananku," ujar Bara.


" Lumayan tampan juga sih ..., tapi sayang sekali suka celamitan,"


" Memang bener juga kata orang ..., kalau kita berteman dengan orang baik insya Allah akan ikut baik tapi kalau kita berteman dengan orang jahat kita pasti di sangka orang jahat juga," ucap Bara .


" Loe tersinggung dengan ucapan gue ..., jadi orang nggak usah tensi dikit dikit naik darah. Nggak asik loe," ucap Salju.


" Gue memang orang brengsek ..., gue juga nggak mau janji atau menjanjikan apapun sama loe,"


" Tapi gue akan berusaha merubah pola hidup gue yang sebelumnya loe tau kan seperti apa ..., menjadi pola hidup yang baik,"


" Bantuin gue ya ..., ingatkan gue kalau seandainya gue salah arah atau mungkin salah langkah," ucap Bara.


Salju meneteskan air matanya mendengar pengakuan suaminya dan juga niat baik suaminya untuk berubah menjadi lebih baik lagi.

__ADS_1


" Loe jangan ngomong kayak gitu ..., gue juga nggak sempurna. Gue pan udah minta maaf tadi," ujar Salju.


" Yah, Salju nya meleleh ..., ntar banjir bandang deh," Bara menggoda istrinya.


" Dasar suami nggak ada akhlak ..., jarang jarang gue nangis. Masih juga di becandain," ucap salju dengan kesalnya.


" Loe itu nggak pantes nangis gitu ..., masa emaknya preman baperan,"


" Kenapa gue mau nikah sama loe ..., karena gue yakin orang tua gue nggak akan mungkin menjerumuskan gue ke tempat yang salah," ujar Bara.


" Dan loe adalah pilihan orang tua gue untuk merubah kelakuan bobrok gue ...," lanjut Bara.


Salju menatap lekat suaminya dan mencoba mencari kebohongan dalam diri suaminya, tapi Salju hanya menemukan ketulusan dan kejujuran pada suaminya.


" Nggak usah lebay deh ..., kagak ada manusia yang sempurna. Gimana kita ambil sikap aja,"


" Kita bisa nerima kagak dengan semua ketidaksempurnaan yang kita miliki, yang pasangan kita miliki. Kalau kagak bisa nerima ya udah the end aja,"


" Dalam hidup itu nggak ada hukum abu abu ..., semuanya itu jelas. Itu menurut gue," ucap Salju.

__ADS_1


" Satu lagi ..., yang bisa ngrubah loe bukan gue tapi diri loe sendiri atas kesadaran diri loe sendiri. Gue hanya sebatas mengingatkan kalau dirasa kurang bener. Dan loe itu bukan orang jahat atau bobrok ..., hanya salah pergaulan," lanjut Salju.


__ADS_2