
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Selamat membaca ........
" Orang yang buruk punya masa depan yang baik dan orang baik pun punya masa lalu yang buruk ...., jangan terlalu fokus dengan masa lalu kita karena masa depan kita jauh lebih berharga "
*
*
*
*
*
Setelah mandi bersama yang di warnai dengan bercinta mereka pun menuju ke dapur untuk memasak makanan untuk makan siang.
Bara yang tidak bisa lepas dari istrinya kalau di rumah memilih untuk membantu sang istri memasak di dapur mereka.
" Kita buat sop daging sapi dan perkedel kentang kesukaan kamu. Apa kamu yakin mau bantuin aku memasak ...?" tanya Salju pada suaminya karena biasanya Bara suaminya hanya merecoki bukannya membantunya.
" Apa kamu ragu dengan kemampuanku ..., aku ini serba bisa apa lagi kalau berhubungan dengan istriku yang semakin hari semakin membuatku tergila-gila ini," Bara menghampiri istrinya dan memberikan ciuman di kening sang istri.
" Baiklah ..., aku percaya kalau kamu itu paling jago membuat hati istrimu ini berbunga bunga tapi awas saja kalau berani merayu wanita lain di luaran sana ..., akan aku cincang habis burung kebanggaan kamu itu," Salju yang sudah memegang pisau untuk memotong daging sapi yang mau di bikin sop membuat nyali Bara menciut.
Bara membantu mengupas bawang putih dan juga kentang dan wortel yang akan di masak oleh istrinya berpikir kok bisa istrinya sama bar bar nya dengan mamanya yang suka sekali mengancam papa kalau papa macam macam di luaran sana.
" Sayang ..., ini sudah aku sayurannya sudah aku potong potong. Kalau urusan bumbu dapur aku nggak ikutan ya ..., aku mau ke ruang kerjaku sebentar ada pekerjaan yang harus aku kerjakan untuk meeting besok lusa," Bara pamit ke ruang kerjanya untuk menyelesaikan pekerjaannya .
__ADS_1
" Pergilah ..., nanti kalau masakannya sudah siap aku panggil kamu untuk makan siang," ucap Salju pada suaminya.
Bara memang pengusaha muda yang sangat tekun. Usahanya yang dia rintis dari nol ditemani Kenzo sahabatnya sekarang bisa berdiri berdampingan dengan perusahaan lain yang sudah berkembang lebih dulu di bandingkan perusahaan Bara.
Dan perusahaan Bara bertambah besar karena papanya menyerahkan tanggung jawab untuk mengurus perusahaan sang papa dan oleh Bara di gabung jadi satu dengan perusahaannya agar dia lebih mudah memantau perkembangannya.
Sementara Bara sibuk dengan pekerjaannya ..., Salju masih berkutat di dapur yang merupakan tempat favoritnya untuk berkreasi membuat aneka masakan untuk memanjakan perut suaminya.
" Yap ..., akhirnya selesai juga. Mudah mudahan suamiku menyukai masakan yang aku buat spesial untuknya," gumam Salju sambil menata semua masakan yang sudah jadi di meja makan.
" Bara sudah selesai belum ya ..., lebih baik aku mandi lagi badanku bau aroma dapur," Salju pergi ke kamarnya menuju kamar mandi untuk bersih bersih karena badannya terasa lengket dan bau aroma masakan yang dia masak tadi.
-
-
-
-
" Sebentar ya ...., ini tinggal finishing. Akhirnya selesai juga ..., hmmm istriku wangi sekali pasti habis mandi ya," Bara memeluk istrinya dari belakang dan mencium leher istrinya membuat Salju kegelian.
" Kita mau makan siang, kalau kamu seperti ini ..., sop daging sapi yang aku buat akan dingin menunggu kita di meja makan," Salju mengingatkan suaminya agar menunda aksi mesumnya padanya.
" Maaf sayang ...., aku tidak bisa menahan diri saat bersama kamu. Habisnya istriku ini pandai sekali membuat aku selalu tergoda apalagi aroma tubuhmu yang selalu wangi selalu mengundang hasratku," Bara menggandeng tangan istrinya menuju ruang makan untuk makan siang.
" Masakan kamu lezat sekali sekelas masakan di restoran ...., kamu belajar masak di mana ?" tanya Bara pada istrinya. Karena memang masakan istrinya benar benar lezat dan menggugah selera makannya.
" Aku itu nggak cuma mempelajari tentang bisnis tapi juga mempelajari bagaimana cara memasak yang baik dan benar dengan mengikuti pelatihan memasak," ujar Salju yang memang dia dasarnya hobi masak.
__ADS_1
" Dan tenang saja aku nggak akan bikin perut kamu gendut karena aku sudah membuat menu sehat untuk kita makan ...., tapi tetap harus olah raga juga karena itu juga penting untuk kesehatan tubuh kita," Salju mengingatkan suaminya agar selalu berolah raga biar badannya bugar.
" Kan tiap malam kita juga melakukan olahraga yang menyenangkan ..., apa porsinya mau di tambah lagi sayang," Bara yang sebenarnya tau maksud perkataan istrinya sengaja menggoda istrinya sontak saja istrinya menjadi sedikit naik darah.
" Nggak usah jauh jauh travelingnya ..., ntar nggak bisa balik lagi. Aku tau kamu itu ngerti maksud omonganku tadi ...," Salju sedikit ngegas.
" Suapin lagi ...," Bara sengaja mengalihkan pembicaraan agar istrinya nggak marah lagi.
" Mau tambah lagi apa nggak ... ?" tanya Salju karena memang mereka makan sepiring berdua otomatis porsinya ditambah sedikit agar mereka berdua sama sama kenyang.
" Sudah cukup sayang ..., aku udah kenyang," Bara sampai bersendawa karena kekenyangan.
" Jangan langsung tiduran ..., biarkan makanannya turun dulu. Lagian nggak baik buat kesehatan ...," Salju selalu mengingatkan suaminya untuk selalu menjalani pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit berbahaya.
" Siap ...., ibu negara. Terima kasih ya karena selalu mengingatkan dan memperhatikan kesehatanku," Bara berterima kasih pada Salju istrinya karena selalu mengingatkan dia pentingnya pola hidup sehat untuk masa depan keluarga kecilnya.
" Sama sama sayang ..., aku itu istri kamu jadi wajar kalau menginginkan kamu selalu sehat karena nantinya kamu akan jadi panutan bagi anak anak kita nanti," Salju membawa piring dan gelas kotor bekas makan mereka untuk di cuci.
" Kebaikan apa yang pernah aku perbuat hingga mendapatkan istri sebaik dan segenius Salju yang sangat pintar mengurusku membuat aku semakin hari semakin nyaman bersamamu," batin Bara sambil terus menatap punggung istrinya yang sedang mencuci piring dan gelas kotor bekas makan mereka.
Tanpa terasa buliran bening keluar dari netra Bara yang begitu terharu karena Tuhan sudah mempertemukan dia dengan Salju meskipun dengan cara yang tidak pernah dia duga.
" Sayang kamu kenapa ...," Salju menghampiri Bara suaminya.
Dan Bara tidak menjawab pertanyaan istrinya malah memeluk erat istrinya.
" Terima kasih sudah hadir dalam hidupku ..., " hanya itu yang Bara katakan pada Salju istrinya.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
" Ya ...., hal sekecil apapun kalau kita lakukan dengan tulus akan memberikan pengaruh positif untuk pasangan kita "