Parodi Cinta Salju Dan Bara

Parodi Cinta Salju Dan Bara
Chapter 14


__ADS_3

" Nggak apa apa Pah ...., itu kan panggilan sayang dari istri Bara," ucap Bara.


Gue nggak memang nggak pernah ribet dengan nama panggilan dari salju kutub utara yang penting salju masih mengganggap gue dan menghargai gue sebagai suaminya.


" Tuh kan Pah ..., mas suami juga nggak apa apa," ucap Salju dengan cueknya.


" Ya udah kita mau pulang saja ..., kita juga mau berduaan di rumah mumpung nggak ada si trouble maker yang sering gangguan mama sama papa," ujar mama Salju.


" Besan ...., kita juga sekalian mau pulang. Biarkan saja mereka menikmati waktu berdua biar kita cepet dapat cucu dari mereka," ucap mamanya Bara.


-


-


" Salju kutub utara tadi loe denger kan mereka ngarepin apaan dari kita ...," ujar Bara.


" Kita jalani aja dulu ..., gue ketemu loe juga baru tiga hari yang lalu masa mau mikirin Wiki Wiki pedia," ucap Salju.


" Gue juga nggak bakalan minta jatah gue sebelum loe benar benar siap ..., tenang aja meskipun gue harus solo karier dulu," ucap Bara.


Malam pertama di rumah yang baru saja mereka tempati agak membuat mereka canggung. Dan nggak tau harus ngobrolin apa.


Sementara Salju dan Bara memilih mengecek pekerjaan mereka dari laptopnya mereka masing masing untuk menghilangkan kecanggungan diantara mereka.

__ADS_1


" Salju ..., loe kok diem aja. Ngomong apa kek, biar suasananya nggak sepi seperti kuburan," ucap Bara.


" Gue bingung mesti ngomongin apa ...., tapi kalau di ingat ingat lagi gue itu dulu nggak seekstrim ini orangnya dan loe pasti nggak bakalan percaya kalau gue dulu itu orangnya girly banget ..., Kadang gue juga kangen sama gue yang dulu," ucap Salju.


" Semenjak kembaran gue pergi selama lamanya ..., gue ngerasa harus bisa menjaga diri gue sendiri. Dari situlah gue berpikir untuk merubah style gue agar terlihat lebih kuat," lanjut Salju.


Bara memperhatikan Salju istrinya dan melihat ada sisi lemah dalam diri istrinya yang sengaja dia tutupi dengan sikapnya yang bar bar dan juga tegas padahal terlihat sekali kalau dia itu orangnya sangat peka dan hatinya juga lembut.


" Kenapa loe liatin gue kayak gitu ...., gue aneh ya ?" tanya Salju.


" Nggak juga ..., gue bilangin ya nggak usah pura pura dalam hidup kita. Pura pura bahagia ..., pura pura kuat dan pura pura yang lainnya lagi," ujar Bara.


" Loe akan capek sendiri ...., jadilah diri sendiri nggak usah pedulikan orang lain mau ngomong apa. Itu urusan mereka ..., lagian nggak bakalan ada habisnya kalau kita nurutin apa kata orang,"


Salju ..., gue nggak tau apa yang terjadi sama kakak kembar loe hingga bisa membuat loe merubah apa yang sebenarnya nggak ingin loe rubah.


" Lakukanlah apa yang membuat loe nyaman ..., dan berhentilah berpura pura dalam hal apapun,"


" Mas suami ..., gue itu sebenarnya juga capek harus melakukan hal konyol seperti ini tapi balik lagi gue juga sedikit terbebani menjadi anak papa Keenan, makanya gue merintis usaha sendiri mulai dari nol agar tidak di bayang bayangi nama papa ..., apa itu berlebihan," ucap Salju.


Terkadang hidup itu memang aneh orang yang udah kaya dari orok nggak nyaman dengan kekayaannya sementara yang hidupnya di bawah rata-rata ingin hidup dengan layak bagaimana pun caranya.


" Gue ini brengsek ..., gue memang sering di kelilingi wanita wanita liar di luaran sana dan gue lebih suka nongkrong di bar atau klub malam ..., Itulah gue ...., tapi gue punya komitmen ...," lanjut Bara.

__ADS_1


" Apa yang sudah di bangun oleh orang tua kita itu harus kita jaga ..., kita rawat. Itu artinya kita menghargai perjuangan mereka, usaha mereka di masa lalu ..., loe paham kan," ujar Bara.


" Mereka sudah menginvestasikan keringat mereka kerja keras mereka untuk kita anak anaknya ..., jadi jangan pernah merasa terbebani, bantulah mereka untuk mempertahankan kesuksesan yang sudah mereka capai kalau perlu di tingkatan lagi,"


" Iya ..., gue paham sayang, tapi sekarang gue belum siap terjun langsung di perusahaan papa. Gue masih harus banyak belajar lagi ..., loe mau kan bimbing gue untuk menjalankan perusahaan," ujar Salju.


" Kenapa loe nggak belajar dari masternya saja ..., siapa lagi kalau bukan papa Keenan," ujar Bara.


Salju pun membenarkan ucapan suaminya dan mungkin dalam waktu dekat salju akan belajar lagi bagaimana mengurus perusahaan dari papanya.


" Udah ah kok kita jadi ngomongin yang berat berat ..., kita tidur aja. Besok gue udah kerja lagi," ucap Bara.


" Gue nggak bisa tidur kalau nggak di peluk ...," ucap Salju dengan manjanya.


" Haduh ..., makanya nggak usah sok tomboi sok kuat. Tidur aja minta di kelonin," ucap Bara.


" Halah ..., loe juga suka kan tidur sambil peluk peluk gue. Nggak usah muna muna keke," ucap Salju.


" Baiklah gue memang seneng peluk loe ..., biar Saljunya meleleh mendapatkan kehangatan dari gue," ujar Bara.


" Peluk dulu ...," ucap Salju.


Mereka kemudian tidur dengan saling berpelukan dan saling memberikan kehangatan hingga mereka sama sama berjalan ke alam mimpi yang indah.

__ADS_1


__ADS_2