
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Selamat membaca .....
" Hidup kita tidak akan merasa puas kalau tidak mengenal batas "
*
*
*
*
*
" Apa kamu sudah siap sayang ..., kalau sudah siap kita berangkat sekarang ," Bara menunggu Salju yang sedang bersiap untuk pergi jalan jalan ke mall.
" Yap sudah selesai ..., bagaimana penampilanku ? Pasti cantik dong ...," Salju dengan percaya diri memuji kecantikannya sendiri.
" Istriku selalu cantik ...., meskipun baru bangun tidur atau bahkan tidak pakai make up pun tetap cantik ," Bara memang sangat kagum dengan sang istri yang selalu tampil sederhana tapi tetap terlihat elegan.
" Baiklah kita berangkat sekarang ..., " Bara mengandeng tangan istrinya keluar dari kamar mereka.
" Okay ..., let's go sayang ," Salju bergelayut manja pada lengan kekar Bara suaminya.
Perjalanan mereka menuju Mall tidak terlalu lama karena memang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah mereka.
" Bagaimana calon baby kita hari ini ? apa tambah keceng tendangannya ?" tanya Bara pada Salju istrinya.
__ADS_1
" Calon baby kita sangat aktif sayang ..., semoga selalu tumbuh sehat dan normal ," jawab Salju sambil mengusap perutnya yang sudah membuncit.
" Of course ..., karena calon anak Daddy punya mommy yang kuat, hebat dan sangat genius ," Bara menggenggam tangan istrinya dan satu tangannya mengemudikan mobilnya.
" Aku sangat beruntung sayang karena bisa menikah dan menjadi istri seorang Bara Dirgantara ," Salju memandang suaminya yang sedang mengemudikan mobilnya.
" Itu karena aku sangat tampan ...., keren dan juga tentu saja suami idaman. Bukan begitu sayang ," Bara dengan sangat percaya diri membanggakan dirinya sendiri.
" Tapi ..., kamu itu pria yang sangat menyebalkan juga apalagi kalau sudah minta jatah ....," Salju tidak meneruskan ucapannya.
Bara buat Salju adalah seorang pria yang sangat bertanggung jawab dan selalu terbuka ..., meski kadang kejujurannya membuat Salju sedikit kesal tapi setidaknya Bara selalu mengatakan apapun yang memang perlu diketahui oleh Salju.
Hal hal kecil saja ..., Bara selalu menyampaikan pada Salju dan tentang resiko Bara sebagai pengusaha muda yang sukses banyak didekati oleh para wanita ataupun trik kotor dari saingannya untuk menjebaknya agar Bara dan perusahaan bangkrut dengan umpan wanita seksi sudah menjadi hal yang Salju maklumi.
Dan Bara selalu mengatakan kalau ada wanita lain mendekatinya pada sang istri ..., identitasnya pun Salju tau dan pastinya Salju akan menyuruh orang kepercayaannya untuk mencari tau.
" Emm ..., jatah yang mana coba ? Kalau di atas ranjang itu bukan hanya jatah sayang tapi kenikmatan surgawi yang Tuhan anugerahkan untuk kita dan tentunya pahalanya sangat luar biasa. Jadi kita harus menjalaninya ..., itu ibadah sayang lagian kamu juga sangat suka dan sangat liar ..., suara ******* kamu sangat merdu di telingaku," Bara pun menggoda Salju hingga wajah Salju istrinya berubah seperti udang rebus
" Sayang kita sudah sampai ..., ayo kita turun. Nanti kemalaman ...," Salju mengalihkan pembicaraan agar suaminya berhenti menggodanya.
" Cie cie ..., yang lagi shay shay kitty ...," Bara mencubit pipi chubby istrinya yang semakin. chubby karena kenaikan berat badan Salju yang cukup drastis.
" Tau ah gelap ..., " Salju pun turun dari mobil sebelum Bara membukakan pintu mobil untuk Salju.
" Hati hati sayang ..., ingat kamu nggak sendirian ada calon baby kita di dalam perut kamu ," Bara mengingatkan Salju agar tidak tergesa-gesa.
" Makanya jangan ngomongin itu terus ..., aku kan jadi malu," Salju protes pada Bara suaminya.
" Baiklah ..., habisnya kamu sudah hamil besar saja masih sangat lincah. Aku ngeri liat kamu jalan terlalu cepat ...," Bara menggandeng sang istri untuk masuk ke dalam Mall.
__ADS_1
-
-
" Cha Cha marica istriku sayang ..., biar aku aja yang bawa trolinya. Kamu ambil apa yang kamu butuhkan dan kamu inginkan saja ..," Bara mendorong troli di samping sang istri yang sedang asik memilih apa saja kebutuhannya.
Setelah selesai berbelanja kebutuhan sang istri Bara mengajak sang istri ke sebuah. toko perhiasan.
" Wah rupanya ada tuan dan nyonya Bara Dirgantara ..., eh ngomong-ngomong loe sudah bosen ya main di klub malam. Banyak barang baru lho di sana ...., primadona yang jadi rebutan pengusaha muda yang suka nongkrong di tempat loe biasa nongkrong di sana," kata Rian salah satu kolega bisnis Bara yang masih hobi celap celup di tempat hiburan malam meskipun sudah menikah.
Bara hanya tersenyum menanggapi perkataan Rian yang sengaja memancing emosinya.
" Buat loe aja ..., gue udah punya yang halal ngapain cari yang abal abal. Gue dari dulu nggak pernah jajan sembarang nanti pasak bumi kebanggaan gue bisa korengan ..., becanda gue. Apa kabar bro ?" tanya Bara sambil menepuk pundak Rian.
" Seperti yang loe lihat ..., tapi gue juga lagi jones nih. Gue habis di gugat cerai sama bini gue ," kata Rian.
" Sorry gue ikut prihatin ..., tapi gue cuma bisa ngasih sedikit masukan sama loe. Kalau kita cari yang sempurna itu nggak bakalan ketemu ..., gue rasa istri loe itu wanita yang sangat sabar ngadepin loe. Tinggal loe aja yang harus rubah kebiasaan loe ...., kasihan anak loe masih Kecil. Jangan sampai kesenangan sesaat merusak masa depan keluarga kita,"
" Loe pikirin lagi ...., tempat ternyaman kita itu ada di rumah kita bukan di tempat hiburan malam ..., maaf bukannya gue sok tau tapi itu yang gue rasain setelah menikah ,"
" Gue tau ..., sebenarnya loe orang baik. Cuma salah pergaulan saja ..., ya udah gue cabut dulu. Bini gue udah nungguin gue ...," Bara pamit pada Rian dan akan menghampiri sang istri yang sedang memilih perhiasan.
" Oke bro ..., thanks ya masukannya. Gue nggak nyangka bini loe ternyata bisa merubah kebiasaan buruk loe ," kata Rian setengah mengejek Bara.
" Sebesar apapun bini gue ingin merubah gue ..., kalau gue nggak ada niat berubah itu nggak akan ada gunanya ," Bara pun meninggalkan Rian dan berjalan menghampiri sang istri.
" Saya tidak pernah merubah kebiasaan buruk suami saya ... , karena saya juga tidak sempurna. Tapi kita sama sama saling introspeksi diri dan tidak pernah saling menuntut harus begini harus begitu. Dan Bara suami saya memang ada niat untuk berubah menjadi lebih baik ..., saya pun akan berusaha menjadi istri yang baik untuk Bara suami saya,"
" Dan kita sama sama tau batasan saat kita berada di luar rumah dan tidak bersama pasangan kita. Bahwasanya kita itu punya pasangan sah yang harus kita hargai dan akui keberadaannya ..., karena bagi saya setia itu nggak harus kemana mana selalu bersama tapi saat kita sedang tidak berada didekat pasangan kita alam bawah sadar kita selalu merasa bahwa pasangan sah kita jauh lebih baik dari wanita atau pria manapun di luaran sana ," lanjut Salju.
__ADS_1