Parodi Cinta Salju Dan Bara

Parodi Cinta Salju Dan Bara
Chapter 39


__ADS_3

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


" Hubungan apapun itu ..., akan harmonis apabila masing-masing dari kita bisa menjaga hati, menjaga pikiran dan juga lisan. Dan kita juga harus tau kapan waktunya kita bicara. Karena meskipun apa yang kita sampaikan itu hal yang benar tapi waktunya kurang tepat ...., yang ada akan terjadi salah paham "


*


*


*


*


*


Seiring berjalannya waktu ..., rumah tangga Salju dan Bara sudah memasuki tahun kedua. Dan mereka juga sudah dikaruniai seorang anak laki-laki yang sangat tampan dan menggemaskan.


Askara, balita berusia satu tahun yang merupakan anak kesayangan Salju dan Bara . Rumah mereka sekarang terasa lebih hangat karena kehadiran putra mereka. Cucu pertama dari keluarga besar Kevin Wijaya dan Dirgantara, selalu menjadi mood booster bagi kedua keluarga besar Salju dan Bara.


Oma Oma dari Askara selalu bergantian menemani Salju mengurus sang putra.


" Aska ..., anak bunda yang Soleh. Jangan rewel ya, bunda mau ngecek kerjaan bunda sebentar." Salju menidurkan putranya ke box bayi sambil memberikan Aska mainan yang aman untuk balita seusianya.

__ADS_1


" Biar Aska sama mama saja ..., kamu selesaikan pekerjaan kamu dulu," sang mama mertua yang kebetulan sedang menginap di rumah Salju dan Bara menggendong sang cucu untuk di bawa ke taman samping rumah untuk berjemur.


" Terimakasih ya mam, maaf Salju sering ngerepotin mama ," ujar Salju pada sang mama mertua.


" Nggak apa-apa sayang ..., mama ngerti kok kamu juga punya tanggung jawab untuk mengurus perusahaan kamu. Jadi jangan pernah sungkan untuk meminta bantuan mama selagi mama masih bisa. Lagian mama sangat senang bisa setiap hari ikut ngurus Aska, cucu kesayangan mama yang tampan dan menggemaskan ini," sang mama mertua pun mencubit pipi gembul Askara dan sang cucu seolah mengerti dan tersenyum pada Oma nya.


" Sudah satu Minggu ini mas Bara ada di luar kota untuk mengurus cabang perusahaannya yang baru saja dirintis,..., meskipun setiap hari video call tapi tetap saja aku sangat merindukan kehadiran mas Bara di rumah ini. Aku sangat merindukan keusilan dan keisengan mas Bara yang sering membuatku kesal. Besok mas Bara pulang dari luar kota, aku akan membuat makanan kesukaannya," batin Salju di tengah tengah pekerjaannya mengecek laporan dari perusahaan miliknya.


Sementara di salah satu kota di Jawa Barat, Bara baru saja menyelesaikan pekerjaannya dan juga menyerahkan tanggung jawab cabang perusahaannya pada orang kepercayaannya. Karena dia sudah berjanji pada Salju istrinya akan pulang ke ibu kota seminggu setelah pekerjaannya selesai.


" Sayang, ..., apa kamu tau. Aku begitu tersiksa karena tidak ada kamu di dekatku. Rasanya waktu berjalan begitu lama, tunggu aku pulang ya. Aku juga sangat merindukan jagoan kecilku buah cinta kita,..., Askara putra Dirgantara," batin Bara sambil tersenyum memandangi foto anak dan istrinya yang ada di layar depan Hpnya.


Memahami karakter masing masing itu memang tidak mudah. Tapi bagi Salju dan Bara setelah mengucapkan janji suci pernikahan, mereka harus bertanggung jawab dengan komitmen yang sudah mereka ambil. Meskipun awal pernikahan mereka karena jebakan dari mamanya Bara.


Sehari sebelum waktu yang dijanjikan pada sang istri, Bara sudah sampai di rumah karena semua pekerjaan di luar kota sudah beres. Namun Bara sengaja tidak mengabari kepulangannya yang lebih awal dari waktu yang dijanjikan pada ChaCha istrinya.


" Assalamualaikum, sayang aku sudah pulang," Bara pun masuk ke dalam rumah karena tidak ada jawaban dari sang istri.


" Pada kemana ya, kok sepi amat. Biasanya ada celotehan Askara dan juga ChaCha yang sedang ngajakin ngobrol jagoan kecilku," gumam Bara sembari berjalan menuju kamar utama dimana sang istri dan juga Askara berada.


" Pantesan, lagi pada tidur. Lebih baik aku mandi dan bersih bersih dulu biar nanti bisa gendong Askara," ucap Bara.

__ADS_1


Setelah beberapa menit kemudian, Bara pun sudah selesai mandi dan bersih bersih. Dia langsung pergi ke dapur untuk memasak makanan untuk keluarga kecilnya. Meskipun ada asisten rumah tangga di rumahnya tapi untuk urusan masak tetap menjadi tanggung jawab Salju dan Bara.


Apalagi semenjak Askara lahir, Bara tidak pernah menuntut Salju istrinya untuk mengerjakan pekerjaan rumah, terutama memasak makanan untuknya. Karena Bara sangat tau bagaimana capeknya sang istri mengurus buah hati mereka.


" Kok bau harum, siapa yang masak ya ? Tapi bau harum masakan ini sepertinya sangat familiar di hidung aku. Apa mas Bara sudah pulang ya, tapi dia bilang pulangnya baru bisa besok pagi," gumam Salju yang mencium bau harum dari arah dapur mereka.


Salju pun keluar dari kamar utama menunju dapur kesayangannya untuk melihat siapa yang sedang masak di sana. Dan alangkah terkejutnya ketika melihat sang suami sedang menata makanan hasil masakannya di meja makan.


" Mas Bara ...., kok aku nggak tau kalau mas sudah pulang. Katanya pulangnya besok pagi, tapi kok sudah ada di rumah. Aku nggak lagi mimpi kan ?" Salju mengucek matanya seolah nggak percaya kalau yang ada di depannya adalah suaminya yang sangat dia rindukan.


Bara menghampiri ChaCha istrinya kemudian memeluknya dengan erat seolah melepaskan semua kerinduan yang sudah seminggu ini dipendamnya.


" Maaf ya, aku sengaja nggak ngasih kabar sama kamu. Aku cuma mau ngasih kejutan saja sama kamu sayang. Kebetulan urusan di luar kota sudah beres jadi aku bisa segera pulang. Dan pastinya aku sudah sangat lapar ingin segera memakan hidangan istimewa istriku tercinta di ranjang nanti malam," Bara menggodanya Salju istrinya hingga sang istri pun tersipu malu.


" Ih, kamu ini ya mas baru juga pulang ..., udah mikirin urusan ranjang. Tapi sebenarnya aku juga sangat merindukan kamu sayang ...., apalagi ditinggal sampai satu minggu rasanya sudah seperti bertahun tahun nggak ketemu," Salju bergelayut manja di lengan Bara suaminya.


Sepasang suami-istri itu pun melepaskan kerinduan mereka dengan makan sepiring berdua dan saling menyuapi satu sama lain.


" Bagaimana ..., hasil masakan suami siaga yang super tampan dan pengertian ini ? Pastinya sangat lezat bukan ...., karena aku memasaknya dengan penuh cinta untuk ChaCha istriku yang cantik luar dalam dan pastinya wonder woman yang luar biasa ini," Bara memuji hasil masakannya sendiri yang membuat Salju istrinya tersenyum kemudian menciumnya.


" Terimakasih sayang, kamu memang suami yang luar biasa. Meskipun kadang menyebalkan ..., tapi disaat jauh beberapa saat saja rasanya seperti kehilangan mood booster di hari hariku," Salju memeluk sang suami yang hanya pasrah mendapatkan perlakuan istimewa darinya.

__ADS_1


__ADS_2