
" Begini nih kalau pengantin baru ..., paling suka bikin semua orang nunggu," ucap sang mama.
" Di sini kita udah kelaparan ..., yang di tunggu masih asik bermesraan," ucap sang papa.
Salju dan Bara yang merasa bersalah karena nggak turun turun untuk sarapan sampai mama dan papanya nungguin lama hanya tersenyum menampilkan deretan giginya yang putih bersih.
" Ah mama kayak nggak pernah muda saja ..., jangan jangan mama sama papa nggak pernah muda," ujar Salju.
" Pasti papa juga nggak romantis ya mah, makanya mama iri sama Salju sekali dapet suami romantis habis ...," ucap Salju ngomporin sang mama.
" Kalian ini kenapa sih ...., kita itu mau sarapan. Bara juga pasti sudah lapar ..., ribut ributnya di tunda tahun depan bisa kan," ucap sang papa.
Salju dan mama nya akhirnya diam dan melanjutkan sarapan pagi mereka yang tertunda.
-
-
-
" Mah ..., Pah. Kita sebentar lagi akan menempati rumah kita, kalau selama Bara di sini ada salah atau melakukan hal-hal yang membuat mama dan papa kurang berkenan ..., Bara minta maaf yang sebesar-besarnya," ucap Bara.
" Salju akan ikut mas suami ..., jadi mama dan papa baik baik di rumah dan jaga kesehatan. Dan kita pasti akan sering main ke sini ..., iya kan mas suami," ucap salju.
" Sebenarnya kami sedikit keberatan dengan rencana kalian ..., tapi sekarang Salju adalah tanggung jawab kamu dan kami sebagai orang tua Salju hanya berpesan ...,"
" Dalam rumah tangga itu ..., pasti terkadang ada perbedaan pendapat, dan ada salah paham dan hal lain yang bisa membuat kerenggangan hubungan suami istri,"
" Kalian sudah dewasa ..., selesaikan masalah dengan kepala dingin dan bicarakan baik-baik dari hati ke hati. Kejujuran dan komunikasi yang baik adalah kunci membangun sebuah rumah tangga yang harmonis," nasehat sang papa.
" Kalian paham kan ...," ucap sang mama.
" Mama dan papa akan mengantarkan kalian ..., biar kita nggak salah jalan kalau pengin main ke rumah kalian," ucap sang mama.
__ADS_1
" Salju dan Bara pamit ke kamar dulu ..., mau ambil koper dan barang barang penting yang harus di bawa," ucap Bara.
-
-
-
Setelah berpamitan dengan seluruh pekerja di rumah papa Keenan, Salju dan Bara segera berangkat ke rumah yang akan mereka tempati. Tentunya di antar papa dan mamanya Salju.
Sementara di rumah Bara, papa dan mamanya Bara sudah menunggu kedatangan anak dan menantu kesayanganya juga besan mereka.
" Bismillah ..., kita berangkat sekarang ya sayang," ucap Bara pada istrinya.
" Loe jangan sedih sedih lagi ..., kita kan masih bisa main ke rumah papa dan mama," lanjut Bara yang masih melihat guratan kesedihan di wajah istrinya.
" Gue nggak sedih kok ..., gue cuma ngebayangin hidup berdua sama loe ..., suami yang baru gue kenal tiga hari yang lalu," ucap Salju.
" Tuh loe denger kan ..., kita udah dikasih tanda biar kita cepet cepet berangkat ..., masalah bagaimana kita kedepannya kita obrolin nanti saja. Loe kagak apa apa kan," ujar Bara.
" Terserah loe ..., gue ngikut aja," ucap salju.
Mereka kemudian berangkat menuju rumah milik Bara yang memang sangat ingin dia tempati bersama istrinya setelah menikah.
Beberapa menit kemudian ...
" Kayaknya mereka sudah datang deh Pah," ucap mamanya Bara.
" Wah, menantu kita cantik sekali dan kelihatan Istrinya Bara sangat menghargai Bara meskipun mereka menikah karena kita yang maksa," lanjut sang mamanya Bara.
Begitu mereka turun dari mobil ..., semua ART dan penjaga rumah mereka menghampiri mereka untuk membawa barang bawaan majikannya.
" Selamat datang besan ..., di rumah Bara dan juga Salju istrinya. Meskipun tidak sebesar rumah besan tapi rumah ini adalah hasil jerih payahnya Bara waktu masih belum sesukses sekarang ini," ucap papanya Bara.
__ADS_1
" Yang penting penghuni rumahnya hidup rukun saling jujur, saling percaya dan terus menjaga komunikasi itu yang lebih penting,"
" Rumah besar juga bukan jaminan hidup seseorang akan tenang dan bahagia. Tergantung dari hati penghuninya ..., bukan begitu Besan," ucap Keenan pada besannya.
Setelah cukup lama mereka berbincang bincang Salju mempersilahkan orang tuanya dan juga kedua mertuanya untuk makan siang.
" Sepertinya ini bukan masakan bibi ..., rasanya enak sekali dan pas banget di lidah," ucap mamanya Bara.
" Jelas dong Mah ..., ini kan masakan menantu kesayangan mama," ucap Bara.
" Wah ...., beruntungnya mama punya menantu cantik pintar masak lagi," puji sang mama mertua.
" Dengerin mama ..., awas saja kalau kamu masih suka keluyuran malam malam ketempat yang mengerikan itu. Lihat saja Mama sunat burung kamu sampai habis," ucap sang mama pada Bara.
Semua yang ada di ruang makan pun tertawa mendengar ancaman mamanya Bara.
" Serem amat Mah ..., kalau di potong semua terus Salju dikasih apa lagi Mah. Yang ada salju nyariin burungnya Bara," ucap Bara.
Salju sampai tersedak mendengar ucapan suaminya yang nggak ada malunya di depan mama papanya dan juga kedua mertuanya.
" Tuh mulut udah di sekolahin jauh jauh nggak
pintar pintar juga ..., nggak ada sopan santunnya sama orang tua," ucap papanya Bara.
Keenan dan istrinya hanya tersenyum mendengar besan dan anak mantu saling adu mulut.
" Maaf besan ..., anak saya memang seperti itu," ucap mamanya Bara.
" Nak Salju ..., anak mama memang seperti itu adanya. Tapi sebenarnya dia itu sangat peduli pada orang orang terdekatnya," ucap papa mertuanya.
" Nggak apa-apa Pah, Salju sudah mulai belajar memahami suami Salju ..., manusia bar bar yang suka bikin kesal tapi nggak tegaan," ucap Salju.
" Kok manggil suaminya kok begitu Cha ..., nggak ada sopan sopannya," ucap sang papa.
__ADS_1