
" Bukan ingin lebih baik dari orang lain ...., aku hanya ingin menjadi lebih baik dari yang dulu ""
*
*
*
*
*
Setelah bertemu dengan teman temannya yang sewaktu belum menikah sering nongkrong bareng, Bara pun merasa sedikit lebih lega karena bukan hanya reuni tapi Bara dan teman temannya juga saling sharing tentang banyak hal baik itu urusan bisnis ataupun urusan kehidupan masing-masing.
Bara sadar masing masing rumah tangga mempunyai cara tersendiri untuk mengatasi segala masalah ataupun perbedaan pendapat yang terjadi antara suami istri. Tapi intinya solusinya tetap sama yaitu dengan komunikasi yang baik antara suami dan istri. Saling jujur dan terbuka tanpa harus menyimpan segala sesuatunya sendiri karena pada hakekatnya baik suami maupun istri berhak tau tentang apapun yang terjadi dalam sebuah kehidupan rumah tangga.
Begitupun tentang masalah bisnis atau bagaimana mengurus perusahaan, Bara dan teman temannya saling bertukar pengalaman.
" Ternyata semakin tua semakin banyak hal yang harus kita tau ..., dan semakin banyak juga yang harus kita pelajari. Rasanya gue sangat merindukan masa di mana gue masih kecil dulu ...., karena semua terasa indah dan menyenangkan," ujar Bara di sela sela obrolannya dengan Raffi dan kawan kawannya.
__ADS_1
" Ya ...., kalian mungkin lebih beruntung dari aku, karena memiliki keluarga yang lengkap. Sedangkan aku sebelum bertemu kak Kevin hidupnya seneng sih, meskipun hidupku dengan kak Maira jauh dari kecukupan. Karena kak Maira selalu mengajarkan aku untuk bersyukur. Tapi setelah kak Maira menikah dengan kak Kevin hidupku rasanya lebih lengkap lebih bahagia," Zhafran teringat masa lalunya bersama kak Maira dan juga kak Kevin yang sudah seperti orang tuanya sendiri.
" Iya ...., gue tau kalau mertua gue itu orang yang sangat baik meskipun berkecukupan bahkan sangat kaya raya tapi tetap rendah hati dan hidupnya tetap sederhana," Raffi pun teringat dengan sifat mertuanya yang selalu mengajarkan hidup sederhana pada si kembar buah cintanya dengan Devi.
Sebenarnya Bara dulunya adalah anak orang kaya yang baik hati tapi karena terlalu baik dan terlalu percaya pada orang yang bersikap baik pada keluarganya, sampai sampai papanya tertipu hingga mengakibatkan kebangkrutan. Tapi hal ini membuat Bara menjadi pribadi yang kuat dan pekerja keras untuk mengangkat kembali derajat kedua orang tuanya.
" Selalu ada hikmah dibalik semua kejadian dan juga hal buruk yang menimpa kita. Tinggal bagaimana kita mengambil sikap ...., semua kembali lagi pada kita. Bukan begitu bro Kenzo ..., ah lu itu nggak asik. Ngomong apa kek yang bisa dijadikan wejangan untuk kita kita," ujar Bara yang sudah banyak mengalami hal buruk setelah papa nya terpuruk.
" Gue diam bukan berarti nggak punya wejangan untuk kalian bertiga ...., hanya saja gue terlalu muda untuk mengikuti pola pikir kalian. Mendingan kita bersenang senang dan menikmati hari ini, tanpa gangguan anak istri. Jarang jarang kita dapat kesempatan seperti ini ..., bukan begitu teman teman," ucap Kenzo.
Baru saja Kenzo berhenti bicara dering telpon datang dari Hpnya dan ternyata istrinya yang menelfon. Sontak Bara dan kawan kawannya tertawa ...., bukan berniat mengejek Kenzo tapi melihat tingkah Kenzo yang kelihatan malu karena sikap istrinya yang over protective padanya.
Bara hanya ingin Kenzo menghargai istrinya ...., karena dia memposisikan dirinya pada posisi Kenzo yang harus super sabar menghadapi istrinya. Pastinya menjadi seorang Kenzo terlihat lebih sulit ...., tapi Kenzo sendiri terlihat nyaman nyaman saja memiliki istri yang posesif dan over protective. Kenzo lebih merasa dicintai oleh pasangannya.
" Lu semua pengin dengerin nggak wejangan dari gue ...., jadi jangan pernah melihat seseorang itu dari luarnya saja. Pahami karakternya dulu baru lu semua bisa menilai kepribadian seseorang. Yang terlihat baik belum tentu baik ...., begitupun sebaliknya. Dan itu berlaku bukan hanya dalam sebuah rumah tangga tapi dalam setiap hubungan," Kenzo baru menyambung obrolan dengan teman temannya setelah menerima telfon dari istrinya.
" Dan memahami karakter seseorang atau orang lain itu terkadang butuh waktu yang cukup lama. Gue aja butuh waktu yang cukup lama memahami karakter Salju istri gue. Tapi sekarang gue sangat bahagia memiliki istri seperti Salju. Meskipun terkesan cuek tapi Salju bagi gue merupakan sosok yang luar biasa. Dan luar biasa dalam hal apa ...., cukup gue saja tau," Bara terbayang wajah sang istri yang begitu teduh.
Setelah hampir dua jam bercengkerama dan saling bertukar pikiran serta bertukar pengalaman Bara dan tenan temannya pun kembali ke kantor untuk meneruskan pekerjaan mereka masing masing.
__ADS_1
Bara memang masih harus banyak belajar untuk mengurus perusahaan Salju istrinya. Tapi Bara bukan tipikal orang yang mudah menyerah, dia akan terus belajar dan berjuang sampai dia benar benar bisa.
Hampir dua jam Bara memeriksa semua laporan yang diberikan oleh deviasi keuangan dan juga deviasi deviasi lainnya. Meskipun belum selesai semuanya Bara segera bergegas pulang karena waktu sudah menunjukkan jam empat sore.
Rasa lelah pun mendera ..., karena dua perusahaan besar miliknya dan juga milik istrinya harus dia pegang sekaligus. Tapi memang ini sudah menjadi tanggung jawabnya ..., sebagai kepala rumah tangga Bara sangat menginginkan keluarga kecilnya bisa selalu harmonis dan adem ayem.
Jarak tempuh dari perusahaan sampai ke rumah mereka sekitar tiga puluh menit. Bara mengendarai mobilnya dengan kecepatan rata-rata.
" Assalamualaikum ..., ChaCha sayang suami tampan kamu sudah pulang," Bara mengucapkan salam sebelum masuk ke dalam rumah. Dia sudah sangat merindukan si kecil Askara dan juga Salju istrinya yang baru seharian ini di tinggal pergi kerja ke kantor.
" Wa'alaikumsalam ..., Lihatlah Aska jagoan bunda ayah sudah pulang," Salju mencium punggung tangan Bara suaminya dan menyuruh suaminya untuk segera mandi dan bersih bersih sebelum menggendong Askara jagoan kecilnya.
Setelah selesai mandi dan bersih bersih ..., Bara segera menghampiri putra kesayangannya untuk bermain dan menjaga Askara sampai Salju selesai mandi dan bersih bersih.
" Wanginya anak ayah ..., sudah mandi, jadi makin tampan kayak ayah," Bara menggelitik perut Askara yang membuat Askara kegelian dan tertawa lepas.
" Askara tadi di rumah nggak rewel kan ..., nggak ngerepotin bunda kan sayang," Bara kemudian menggendong sang putra dan membawanya ke luar rumah untuk jalan jalan di lingkungan kompleks.
Bara dan Askara selalu mencuri perhatian orang orang di sekitar kompleks apalagi ibu ibu kompleks, setiap melihat Bara dan Askara jalan jalan di lingkungan kompleks langsung menghampiri ayah dan anak yang sama sama tampan.
__ADS_1
" Masya Allah ..., suami orang tampan sekali biarpun sudah punya anak tapi kegantengannya nggak pernah luntur malah makin bersinar. Nggak kayak suamiku ...., maki. ke sini makin kelihatan kerutan di mana mana," kata salah satu ibu ibu yang mengerumuni bara. dan juga Askara putra kesayangannya mereka.