Parodi Cinta Salju Dan Bara

Parodi Cinta Salju Dan Bara
Chapter 34


__ADS_3

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Selamat membaca .....


" Jangan memaksakan diri kita untuk menjadi sempurna ... "


*


*


*


*


*


" Kamu pengin apa sayang ?" Bara pun menanyakan keinginan Salju istrinya.


" Pengin cepet cepet sampai rumah ..., terus kita mandi bareng ..., badan aku udah lengket," Salju pun merengek pada Bara agar segera pulang ke rumah mereka.


" Iya ..., mang Ujang kita berangkat sekarang ya mang ," titah Bara pada sopir pribadinya.


" Baik pak Bara ..., " Mang Ujang pun melajukan mobilnya membelah jalan raya menuju kediaman Bara dan Salju.


" Apa kamu lelah sayang ... ?" Bara bertanya pada Salju istrinya karena khawatir istrinya kecapean dan berpengaruh pada kandungan Istrinya.


" Nggak kok ..., aku hanya risih aja. Badan aku rasanya lengket sekali ..., mungkin nanti kalau kita berendam di bathtub pakai air hangat dan aroma terapi akan segar lagi," Salju pun menyandarkan kepalanya di bahu Bara yang lebar.

__ADS_1


" Tidurlah kalau kamu ngantuk ..., nanti kalau sudah sampai aku akan bangunin kamu," Bara mengusap pucuk kepala istrinya dan merebahkan kepala sang istri di pangkuannya.


" Maafin aku ya ..., kamu jadi kecapean karena ikut aku ke luar kota ..., kamu dan calon baby kita harus selalu sehat dan kuat karena itulah harapan terbesar aku, " gumam Bara sambil menatap wajah istrinya yang sedang tertidur pulas di pangkuannya.


-


-


" Mang Ujang tolong bawakan koper dan barang barang bawaan saya tadi ke dalam ..., saya mau membawa istri saya dulu ke kamar," Bara menggendong istrinya yang masih tertidur pulas menuju ke kamar mereka.


Dengan sangat hati hati Bara membaringkan sang istri di ranjang king size nya agar sang istri tidak merasa terganggu karena masih dalam mode capeknya.


" Entah apa yang ada pada dirimu ..., hingga aku bisa begitu merasa sangat mencintai kamu dan takut kehilangan dirimu," batin Bara sambil membetulkan posisi tidur istrinya dan menyibakkan rambut istrinya yang menutupi sebagian wajahnya.


" Kamu tau sayang ..., dulu aku itu laki laki yang selalu cuek dengan yang namanya wanita. Apalagi wanita yang suka memamerkan sebagian tubuhnya ..., meskipun aku suka nongkrong di tempat tempat hiburan malam bersama teman temanku,"


" Mereka menjajakan tubuhnya dengan begitu murah dan entah alasan mereka mau bekerja di tempat terkutuk seperti itu. Tapi Tuhan begitu peduli padaku hingga menghadirkan kamu di dalam hidupku ..., dan dengan cara yang tidak lazim bagi sebagian orang,"


Bara terus memandangi istrinya yang sedang tertidur pulas sambil memijat kaki istrinya yang sedikit bengkak.


Sebenarnya Bara sudah ingin mandi tapi istrinya tadi mengajaknya mandi bersama jadi Bara hanya cuci muka dan bersih bersih sekedarnya saja menunggu istrinya bangun dari tidurnya.


" Daripada nggak ngapa-ngapain mendingan gue mengecek pekerjaan gue dan beberapa laporan yang belum sempat gue periksa tadi," Bara pun membuka laptopnya dan ada beberapa email dan laporan keuangan dari perusahaannya.


" Alhamdulillah masalah di kantor cabang perusahaan tidak membuat kepercayaan dari penanam saham dan beberapa investor berkurang ..., dan peran Istriku kemarin memang sangat luar biasa. Gue harus belajar banyak dari istriku dalam menyelesaikan permasalahan di dalam perusahaan ," batin Bara.


Ya .., Salju memang kelihatannya tidak terlalu ambisius dalam meraih apa yang dia impikan. Pembawaannya yang sangat tenang dalam menyelesaikan setiap masalah menandakan kalau dia sangat dewasa dan mumpuni dalam mengelola dan mengurus perusahaannya.

__ADS_1


" Istriku ini memang diam diam menghanyutkan ..., siapa yang menyangka dari pembawaannya yang begitu tenang dan tidak emosional dan sedikit cuek bisa menyelesaikan masalah rumit di kantor cabang perusahaan gue. Benar kata orang ..., buah jatuh nggak akan jauh dari pohonnya," ucap Bara.


Setelah Bara menyelesaikan pekerjaannya ..., Salju bangun dari tidurnya dan tersenyum melihat Bara yang ada di sampingnya.


" Maaf aku ketiduran ..., " Salju pun duduk bersandar di kepala ranjang di samping suaminya.


" Nggak apa apa ..., kalau capek bilang saja nggak usah gengsi, aku juga maklum," Bara mencium kening sang istri.


" Iya aku minta maaf sebenernya tadi aku ngantuk banget ..., kita mandi sekarang ya," Salju mengajak Suaminya untuk mandi bersama.


" Tunggu sebentar ..., aku siapkan air hangat dulu," Bara turun dari ranjang hendak menuju kamar mandi.


". Aku ikut ...," Salju menghampiri Bara.


" Sini aku gendong ..., " Bara menggendong Salju menuju kamar mandi.


Dan mereka pun mandi bersama sesuai keinginan Salju ..., bukan Bara namanya kalau tidak bisa mendapatkan jatah Wiki Wiki pedia dari sang istri.


Mereka bercumbu dan bercinta di bathtub dengan gairah membara dan tentunya Bara melakukan pergulatan panas dengan lembut agar tidak menggangu janin yang ada di rahim sang istri.


Setelah hampir satu jam mereka pun sampai pada puncak permainan mereka. Erangan mereka menggema di dalam kamar mandi tempat mereka bercinta.


" Terima kasih sayang ..., kamu sudah menuruti keinginan aku. Aku heran semenjak hamil aku selalu ingin bercumbu dan bercinta dengan suamiku yang tampan ini," Salju yang tidak begitu menginginkan makanan yang aneh aneh tapi lebih menginginkan mendapatkan sentuhan dari suaminya dan tidak bisa terlalu jauh dari Bara.


" Aku malah senang kamu minta duluan ..., itu berarti calon baby kita kangen terus sama Daddy nya," Bara menggendong Salju keluar dari kamar mandi.


" Sayang jangan menggodaku lagi ... bisa bisa burung kesayanganku on air lagi ...," Bara sudah mulai merasakan gairahnya mulai membuncah lagi melihat sang istri berganti pakaian di depannya.

__ADS_1


" Aku capek sayang ..., " Bara yang sudah tidak bisa menahan gairahnya lagi menyerang istrinya dan mambawa Salju istrinya ke atas ranjang king size nya.


Mereka pun meneruskan permainan mereka lagi di atas ranjang. Hingga mereka berdua mandi keringat karena pergulatan panas mereka.


__ADS_2