
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Selamat membaca ....
" Jangan pernah merasa kalau kita jauh lebih baik dari orang lain "
*
*
*
*
*
" Thanks ya bro ..., tapi mungkin gue udah terlambat untuk menjadi seperti loe. Bini gue udah nggak bisa terima gue lagi," kata Rian dengan muka sedihnya.
Bara tersenyum melihat Rian terlihat begitu sedih karena istrinya sudah meninggalkan rumah Rian dan hidup dengan anak semata wayangnya yang masih balita.
" Tidak ada kata terlambat bro ..., loe tunjukkan pada bini loe kalau loe benar benar ingin berubah. Kalau memang bini loe ingin ninggalin loe mungkin sudah dari dulu ..., itu artinya bini loe masih ngasih kesempatan agar loe bisa berubah. Ya udah gue cabut dulu ..., " kata Bara sembari menepuk bahu Rian.
" Maafin gue ya ..., jadi ganggu waktu loe sama bini loe ," ujar Rian.
" Santai aja bro ...., kapan kapan ajak bini loe main ke rumah kita. Biar dapet pencerahan dari bini gue bagaimana ngatasin orang orang brengsek kayak kita ," kata Bara
Mereka berdua pun tertawa mengingat kelakuan mereka yang mungkin bagi sebagian orang sangatlah buruk.
__ADS_1
" Ya sudah gue juga harus balik ke kantor lagi .., ada meeting dengan si Rafi Presdir gila sohib loe ," ujar Rian
Mereka pun saling berpamitan untuk kembali melakukan aktivitas mereka masing masing.
" Sayang ..., memangnya setiap pengusaha muda harus sering nongkrong di tempat hiburan malam ? Padahal ada hal positif yang bisa mereka lakukan dan bisa bermanfaat untuk banyak orang ," ujar Salju.
" Nggak juga sih ..., terkadang niat kita hanya untuk menghilangkan kepenatan karena seharian bekerja di kantor dan mengurus perusahaan ," kata Bara sambil menenteng barang belanjaan istrinya.
" Kalau aku sih nggak terlalu over thinking ..., hanya saja agak sedikit kurang respect saja dengan orang orang yang suka ke tempat hiburan malam. Meskipun sebenarnya kita tidak bisa menilai seseorang dari satu sudut pandang saja ," ujar Salju.
" Apa kamu juga masih berpikiran buruk pada suamimu yang tampan ini ? " tanya Bara pada Salju istrinya.
Salju tersenyum mendengar pertanyaan dari suaminya. Dan sebenarnya Salju sudah tidak pernah memperdulikan kebiasaan suaminya di masa lalu sebelum menikah dengannya.
" Dengerin aku ya sayang ..., kalau aku masih punya pikiran buruk atau over thinking sama kamu, nggak bakalan ada calon buah hati kita di rahim aku ,"
" Terima kasih sayang ..., mungkin cara Tuhan menegur aku dengan menghadirkan seorang istri yang luar biasa seperti kamu. Untuk membawaku ke jalan yang lurus lagi ," kata Bara dengan penuh syukur.
" Aku tidak bisa merubah apapun tapi kemu sendiri yang memang benar benar ingin berubah menjadi lebih baik lagi ," ujar Salju sambil memeluk bahu kekar suaminya.
-
-
" Bik Sumi tolong barang belanjaan yang ada di bagasi mobil di bawa ke dalam dan taruh pada tempatnya. Kalau BIK Sumi kerepotan minta tolong pak satpam saja ," titah Bara pada salah satu asisten rumah tangganya.
" Baik tuan ...," jawab bik Sumi dan langsung bergegas menuju garasi mobil untuk mengambil barang belanjaan majikannya.
__ADS_1
" Terimakasih ya bik ..., maaf jadi ngerepotin bik Sumi ," ucap Salju dengan ramah pada asisten rumah tangganya.
" Nggak apa apa non Salju ..., memang sudah tugas saya bantu bantu di rumah ini. Dan saya sangat senang bisa bekerja di rumah ini ," ujar bik Sumi sang asisten rumah tangga.
Perlakuan Salju dan Bara pada seluruh pekerja di rumahnya yang selalu menganggap mereka seperti keluarga membuat semua pekerja merasa nyaman bekerja di rumah Salju dan Bara.
" Sayang kaki aku pegal semua ..., aku mau selonjoran dulu ya di kamar sekalian aku mau istirahat sebentar ," Salju pamit pada Bara suaminya.
" Baiklah sayang ..., nanti aku pijitin ya biar pegal pegalnya sedikit berkurang ," ujar Bara pada Salju istri tercintanya.
Setelah semu barang belanjaan ibu negara sudah keluar dari bagasi mobilnya ..., Bara menuju kamarnya dan menghampiri istrinya yang sedang selonjoran di atas sofa.
" Sini aku pijitin biar pegal pegal di kaki kamu sedikit berkurang. Nanti kalau kamu berendam di bathtub dengan air hangat plus aroma terapi pasti badan kamu akan terasa lebih segar lagi dan rasa capek kamu akan hilang ," Bara menghibur istrinya yang sedang kecapean karena habis belanja dan jalan jalan di Mall.
Sementara Salju sedang beristirahat, Bara menyiapkan air hangat di bathtub dengan aroma terapi untuk mandi sang istri dan Bara juga tentunya karena mereka berdua selalu mandi bersama saat berada di rumah.
" Air hangatnya sudah siap sayang ..., kita mandi bareng seperti biasa untuk menyingkat waktu ...," Bara mengajak Salju untuk mandi bersama karena memang itu adalah ritual mereka saat berada di rumah.
" Yakin nih cuma mandi doang ..., pasti kalau sudah di dalam kamar mandi beda lagi acaranya. Tapi kalau membuat kamu suka ..., aku sih pasti yes ," Salju dengan langkah menggoda masuk ke dalam kamar mandi mendahului Bara suaminya.
" Bilang saja kalau kamu juga mau ..., dan calon baby kita juga pasti senang kalau sering aku tengokin. Biar calon baby kita nanti hafal jalannya untuk keluar ...," kata Bara menimpali ucapan Salju istrinya.
Dan di dalam kamar mandi Bara melucuti pakaian sang istri dan menciumi perut sang istri yang semakin buncit karena usia kehamilan sang istri yang sudah memasuki trimester ketiga.
" Kamu semakin seksi saja sayang membuat aku selalu ingin memasukkan ular pitonku ke dalam gua kamu yang menggairahkan dan semakin ....," Bara tidak meneruskan kalimatnya tapi langsung menggendong Salju dan masuk ke dalam bathtub untuk berendam dengan air hangat.
Kedua insan yang sedang di mabuk cinta itu memang selalu saja melakukan hubungan suami-istri selagi ada waktu yang memungkinkan meskipun di sela sela kesibukan Bara yang luar biasa sebagai pengusaha muda yang sedang naik daun.
__ADS_1
Awal pernikahan yang tidak begitu diinginkan oleh keduanya bahkan seperti sebuah permainan judi tapi berujung kebahagiaan dan tumbuh cinta yang luar biasa di antara keduanya.