
" Ternyata loe berat juga ...," gumam Bara
Bara memandangi wajah Salju istrinya yang begitu teduh dan tetap terlihat aura kecantikannya meskipun Istrinya sedang melalang buana dalam mimpinya.
" Omongan loe kadang pedas tapi entah kenapa gue nggak bisa marah sama loe," gumam Bara.
" Biasanya kalau ada orang yang menyinggung perasaan gue ..., gue langsung naik darah," batin Bara.
" Salju ..., nama yang unik dan penuh makna buat gue," ucap Bara.
Bisa merasa nyaman dengan seseorang adalah sesuatu hal yang kadang sulit kita dapatkan. Nyatanya lamanya kita kenal dengan seseorang tidak bisa menjadi tolok ukur kita akan mendapatkan kenyamanan.
" Dan loe ..., dalam hitungan jam sudah bisa bikin gue nyaman dan gue merasa sudah kenal loe selama berbulan bulan," ucap Bara.
-
-
Bara menyibakkan rambut istrinya yang menutupi sebagian wajahnya. Dua malam ini Bara terbiasa dengan gaya tidur Salju istrinya yang sangat berantakan bahkan ranjang king size tempat mereka tidur saja sebagian besar di kuasai Salju.
Bagi Bara ..., Salju adalah wanita yang unik dan orangnya hangat meskipun kadang menyebalkan.
__ADS_1
Tapi Bara menyukai sifat Salju yang apa adanya ..., dan tidak pernah malu mengakui sisi buruknya.
Hampir dua jam Salju tertidur lelap dalam mimpi indahnya, sampai sampai Bara juga ikut tertidur di sebelahnya karena tidak ada teman yang di ajak bicara.
-
-
" Sudah jam berapa ini ...," Gumam Salju.
Melihat di sampingnya ada sang suami yang sedang tertidur dengan pulas Salju pun tersenyum.
" Sebenarnya loe itu istimewa ..., tampan, mapan dan juga pengertian. Gue seperti ketiban rejeki bisa menjadi istri loe,"
" Kalau gue pikir pikir ..., gue sedang melakukan hal yang sangat konyol. Mau menikah dengan makhluk kasat mata," ucap Salju.
Bagaimana tidak, Salju tidak tau nama calon suaminya, seperti apa rupanya bagaimana kebiasaannya sama sekali tidak tau seperti apa orang yang akan di nikahi nya.
" Entah gue bego atau gimana ..., bisa bisanya langsung ngomong iya aja sama mamanya Bara," ucap Salju sambil tersenyum memandangi wajah suaminya.
" Itu jodoh namanya ..., lagian loe nggak ada ruginya nikah sama gue," ucap Bara.
__ADS_1
Bara yang hanya pura pura tidur mendengar semua ocehan Istrinya yang menurutnya sangat konyol.
" Loe ngerjain gue ..., pura pura tidur kan loe," ucap Salju sambil memukul lengan suaminya.
" Dih, siapa juga yang ngerjain loe ..., tadi gue ketiduran. Eh pas udah mau bangun gue denger suara merdu mendayu istri gue,"
" Gue sebagai suami yang baik harus dengerin curhatan loe ..., pan gue jadi tau isi hati loe," ucap Bara.
" Bodo amat ..., suka suka loe mau ngomong apa, atau jangan jangan loe jadi GR dengerin omongan gue barusan," ucap Salju.
" GR dari Hongkong ..., kalau gue tampan, mapan dan pengertian itu memang kenyataan. Bilang aja loe itu beruntung bisa nikah sama gue," ucap Bara menggoda Salju istrinya.
Sepasang suami istri yang baru dua hari menikah itu terus saja berdebat, Bara yang memang usil senang sekali menggoda istrinya sampai sampai Salju kesal dengan ulah suaminya.
" Udah ah ...., gue capek. Mendingan gue mandi biar fresh lagi nggak kusut kayak muka loe," ucap Salju pada Bara suaminya.
Bara tau kalau istrinya mau melarikan diri agar tidak diusilin lagi sama dia.
" Yang bohong ..., katanya gue itu istimewa udah tampan pengertian lagi. Mana ada kusut keriput," ucap Bara.
Salju yang sudah malu pakai banget hanya bisa pasrah mendengarkan ocehan suaminya yang memang benar adanya.
__ADS_1
" Maaf ya ..., tadi itu gue khilaf ngomongnya. Nggak usah di masukin telinga," ucap Salju.