Parodi Cinta Salju Dan Bara

Parodi Cinta Salju Dan Bara
Chapter 7


__ADS_3

" Mama pasti akan kesepian ..., kenapa kalian nggak tinggal di sini saja," ucap mama Arumi.


Sang papa menghela nafasnya kemudian memeluk pundak istrinya.


" Mah, Salju memang anak kita ..., tapi setelah menikah dia adalah milik suaminya ...., tanggung jawab suaminya," ucap Keenan pada istrinya.


" Biarkan dia berbakti pada suaminya ...., karena surganya Salju ada pada suaminya,"


" Pasti mama nggak mau kan ..., anak mama yang cantik ini durhaka pada suaminya ?" tanya Keenan pada istrinya.


Bara sebenarnya tidak tega memisahkan ibu dengan anaknya. Tapi Bara juga ingin membangun rumah tangganya sendiri, tanpa ada orang lain yang ikut campur meskipun itu adalah orang tuanya sendiri atau pun orang tuanya Salju.


" Mah, biar Salju pergi ke ujung dunia pun ...., Salju tetap anak mama dan papa," ucap Salju memeluk sang mama.


" Jadilah istri yang baik buat Bara ..., kurangi sifat bar bar kamu ...," nasehat sang mama.


" Salju tidak perlu merubah apapun ...., biar dia jadi diri sendiri saja. Bara sudah menerima Salju apa adanya," ucap Bara.


" So sweet nya menantu mama ...., sudah tampan pengertian pula," ucap mama Arumi.

__ADS_1


Salju sangat tersentuh dengan ucapan Bara yang tidak menuntut dia untuk merubah sifat dan juga kebiasaannya. Dan Bara juga menerima dia apa adanya.


" Gue kira loe itu sosok laki laki yang mengerikan tapi dalam waktu dua kali dua puluh empat jam gue merasa sangat nyaman dengan loe," batin Salju.


" Kami boleh kan mengantarkan kalian besok , biar kalau kami pengen main ke rumah kamu tinggal cap cus seperti jalan tol, karena sudah hafal jalannya," ucap sang mama.


" Dengan senang hati Mah, kapanpun mama dan papa mau main ke rumah kami pintu rumah kami selalu terbuka lebar menyambut kedatangan mama dan papa ...., iya kan sayang," ucap Bara.


Salju yang merasa malu karena Bara memanggil sayang di depan orang tuanya pun hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


" Cie cie cie ..., yang shay shay kitty di panggil Sayang sama mas suami. Sampai sampai mukanya kayak udang di rebus," goda sang mama.


Bara dan papa mertuanya pun tertawa melihat tingkah konyol Salju dan sang mama.


" Udah udah ..., kalian ini nggak pernah akur selalu saja ribut. Malu kan Mah, udah punya mantu masih saja suka ngusilin anaknya," ucap sang papa.


" Itu tandanya mama sayang sama Salju papa sayang ..., mama itu masih suka gemes kalau liat Salju malu malu meong apa lagi kalau salah tingkah ....., girly banget. Nggak tomboi kayak biasanya," ucap sang mama.


" Tuh, liat anak kita sudah nahan pipis kayaknya ..., habisnya mama ngusilin dia terus," ucap sang papa.

__ADS_1


" Nak mantu ..., mama memang seperti ini. Habisnya punya anak perempuan satu aja feminim kagak tomboi iya, kan mama jadi gemes," ucap sang mama.


Salju benar benar perpaduan papa dan mama nya. Papa nya yang tegas dan berkarisma dan mamanya ngomongnya asal dan juga bar bar.


" Nggak apa apa kok Mah, Bara sudah terbiasa dengan suasana seperti ini. Mamanya Bara juga suka bercanda dan papa irit sekali bicaranya," ucap Bara.


" Cha ..., kenapa diam saja. Biasanya seperti kereta api jaman Belanda. Sampai berasap ngomongnya," ucap sang mama.


" Pah, itu mama di suruh diem kenapa. Dari tadi ngusilin Chaca terus," ucap Salju.


" Ya udah sih nggak usah di dengerin ...., kamu kan tau mama orangnya memang seperti itu," ucap sang papa.


" Mendingan Chaca ke kamar saja ..., packing baju baju dan barang barang Chaca yang akan di bawa besok," ucap Salju.


Sang mama tau kalau putrinya sedang melarikan diri agar dia nggak diusilin lagi sama sang mama.


" Ya sudah Mah ...., Pah. Bara juga permisi dulu mau bantuin Salju packing biar cepet selesai," ucap Bara.


" Bilang saja ...., nak mantu mau berduaan sama istri tercinta, pakai modus segala," sang y mertua menggoda Bara menantunya.

__ADS_1


" Pergilah nak, biar mama sama pawangnya saja," ucap sang papa.


__ADS_2