Parodi Cinta Salju Dan Bara

Parodi Cinta Salju Dan Bara
Chapter 22


__ADS_3

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Selamat membaca .....


" Kadang apa yang terlihat baik belum tentu baik dan sebaliknya kadang yang terlihat buruk belum tentu buruk ...., jadi jangan pernah memandang orang dari sisi luarnya saja "


*


*


*


*


*


" Sayang kok kamu senyum senyum sendiri ..., memangnya apa sih isinya ?"


Bara memperlihatkan isi dari amplop yang baru dua terima dari papanya dan Salju pun tersenyum malu tapi juga terlihat berbinar binar melihat isi dari amplop itu.


" Papa ngasih hadiah buat kita tiket bulan madu ke Korea sayang ...., apa kamu suka ?" Bara melihat jelas wajah istrinya yang berbinar binar saat melihat isi amplop itu.


" Suka banget sayang ...., papa kok tau kalau aku suka banget pergi ke sana. Terakhir kali aku ke sana satu tahun yang lalu. Tapi masih sendirian dan bulan depan aku ke sana lagi sama suami aku yang sangat tampan ini," Salju mencium pipi kiri suaminya karena saking senengnya.


" Kok cuma yang kiri ...., yang ini ...., ini dan ini semua pasti iri dong nggak dapat bagian," Bara menggoda istrinya dengan menunjuk seluruh bagian wajahnya yang belum di cium istrinya.


" Itu sih namanya cari kesempatan sayang ..., pipi kiri dulu buat Depe nanti kalau udah tengah malam semuanya aku ciumi. Udah ah ...., bentar lagi Maghrib nanti kita terusin lagi ngobrolnya," Salju meninggalkan suaminya yang masih duduk di sofa ruang tamu mereka.

__ADS_1


Tidak terasa pernikahan mereka sudah memasuki bulan kedua ..., Salju dan Bara semakin dekat dan saling membutuhkan satu sama lain. Apalagi Bara hampir semua keperluannya Salju yang menyiapkan ....., dari daleman sampai baju ganti dan lainnya. Kadang Salju merasa suaminya seperti bayi besar yang tidak bisa mengerjakan segala sesuatunya sendiri.


Tapi Salju dengan telaten melayani suaminya dari urusan dapur ..., sumur dan apa lagi kasur. Salju begitu memanjakan suaminya dari urusan makanan ..., urusan Bara di kamar mandi dari air hangat, handuk sampai baju ganti dia selalu menyiapkan khusus untuk suaminya.


Dan yang paling menjadi candu bagi Bara ...., istrinya begitu luar biasa saat bercinta di atas ranjang king size kesayangannya mereka.


" Makan malam sudah siap ...., ayok sayang nanti keburu dingin," Salju mengajak Suaminya untuk makan malam sederhana tapi penuh dengan cinta.


" Kita makan sepiring berdua ya ..., rasanya lebih nikmat karena di suapi sama istri tercinta," Bara meminta pada istrinya untuk makan sepiring berdua seperti yang selalu mereka lakukan meskipun sedang makan di luar.


" Manja amat sih bayi besar tampanku ...., sini ha dulu ...," Salju begitu telaten menyuapi Bara suaminya dan suap demi suap masuk ke mulut suaminya dan juga untuk Salju sendiri hingga sepiring nasi dan kawan kawannya habis tak tersisa oleh Salju dan Bara.


" Ini minimnya sayang ..., jangan rebahan dulu. Biar makanannya turun dulu," titah istrinya yang biasa Bara panggil dengan ibu negara.


" Baiklah ..., apapun titah ibu negara akan aku turuti," Bara pun mengikuti istrinya ke dapur dan membantu istrinya mencuci piring dan gelas bekas makan mereka. Sementara Salju merapikan dan membersihkan meja makan.


" Kalau memang kerjaan kamu belum selesai nggak usah maksa pulang tepat waktu. Kalau memang bisa di kerjakan besok ..., kerjakan besok saja. Jangan terlalu diforsir ...., otak kita juga butuh istirahat butuh refreshing biar fresh lagi," Salju menegur Bara suaminya dengan lembut.


" Kalau kamu kecapean ...., kita akan susah dapat keturunan. Katanya kepengin cepat cepat ada kecebong di rahim aku ," Salju mengingatkan Bara tentang keinginannya untuk bisa segera dapat momongan.


Bara mendengarkan dan mencermati perkataan Salju istrinya dan membenarkan apa yang dikatakan oleh istri kesayanganya.


" Maafin aku ya ..., mulai besok aku akan berusaha sebaik mungkin mengatur jadwal pekerjaanku agar semua bisa berjalan dengan baik," Bara mencium kening istrinya dan membisikkan kata kata yang membuat istrinya geleng geleng kepala.


" Boleh ya ..., habis sholat isya. Please sayang ....," Bara merengek seperti anak kecil untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.


" Selesaikan dulu pekerjaan kamu ...., sini aku bantuin biar cepat selesai," Salju membantu suaminya menyelesaikan pekerjaannya dengan sangat cepat.

__ADS_1


" Kenapa kamu nggak jadi sekretaris pribadiku saja ..., kamu itu sangat lihai dalam bidang bisnis dan seharusnya kamu nggak takut menggantikan kerjaan papa Keenan," Bara yang sangat tau kemampuan sang istri sangat yakin kalau sang istri bisa menggantikan sang papa mertua.


" Aku tau ...., tapi aku sedikit malas dan juga takut kalau aku mengantikan papa suamiku yang tampan ini akan terlantar dan aku akan jarang ketemu kamu,"


Salju itu genius sama seperti papa Keenan ..., tapi dia berpenampilan sederhana dan juga seolah olah dia itu nggak bisa apa apa. Itu juga yang membuat Bara semakin kagum pada istrinya.


Dan alasan istrinya enggan mengantikan posisi papa itu membuat Bara tersanjung karena menjadi prioritas utama bagi Salju sebagai istri seorang Bara yang kekayaannya jauh di bawah keluarganya.


" Aku nggak mau maksa kamu ...., yang jelas sekarang atau nanti mau tidak mau kamu harus bisa menggantikan papa Keenan karena kamu adalah anak satu satunya. Lagian kamu nggak sendirian ada Rafi saudara sepupu kamu yang selalu siap membantu. Jadi kamu jangan over thinking dengan sesuatu yang belum kamu jalani," Bara berusaha memberikan masukan pada sang istri agar tidak terlalu khawatir dengan sesuatu yang belum tentu terjadi.


" Iya juga ya ...., papa semakin tua siapa lagi yang akan bantuin papa kalau bukan aku anaknya," batin Salju yang membenarkan semua ucapan suaminya.


Bara merasa sedikit bersalah telah terlalu jauh masuk ke rana pribadi keluarga mertuanya ..., tapi Bara tidak mau karena Salju terlalu menganggap Bara segalanya dan ingin menjadi istri yang benar benar melayani suaminya dan selalu ada buat suaminya sampai melupakan tanggung jawabnya sebagai seorang anak pada orang tuanya.


" Kalau kita sudah memutuskan untuk menikah berarti kita nggak boleh egois ..., kita sama sama tau kalau masing-masing kita punya tanggung jawab yang besar karena ada perusahaan yang harus kita urus di mana di sana banyak sekali orang yang mencari nafkah di perusahaan kita untuk menghidupi keluarga mereka ..., jadi jangan hanya berpikir tentang kehidupan pribadi kita saja,"


" Dan aku menerima kamu itu satu paket ...., begitu pula juga kamu juga menerima aku satu paket. Rumah tangga kita akan lebih sempurna karena kamu mau menerima kekuranganku sebaliknya pun aku juga seperti itu,"


" Berjalanlah apa adanya seperti biasa dan jangan merasa atau menganggap bahwa pernikahan kita mengekang rutinitas kita. Tapi kita harus ingat ada yang harus kita utamakan yaitu keluarga ..., jadi lakukan semuanya dengan sewajarnya saja sesuai porsinya," Bara memberikan sedikit solusi untuk istrinya yang masih ragu untuk membantu sang papa.


" Kamu benar sayang ...., kita menikah untuk saling menyempurnakan dan melengkapi satu sama lain bukan untuk saling mengekang dan membatasi satu sama lain," Salju menyadari dan sangat paham dengan petuah Bara suaminya.


" Terima kasih sayang ..., kamu memang suami idaman yang paling tampan dan juga sangat pengertian," Salju memeluk suaminya dan ada kenyamanan tersendiri saat Salju memeluk suaminya.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


" Bener bener suami idaman ...., pantesan Salju langsung jatuh hati, dapat suami tampan dan sayang istri .... ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2