Parodi Cinta Salju Dan Bara

Parodi Cinta Salju Dan Bara
Chapter 46


__ADS_3

" Lakukan apa yang Allah sukai ...., maka hidup kita akan terasa lebih nyaman "


*


*


*


*


*


Bagi Salju melihat Bara suaminya yang begitu gigih dalam belajar mengurus bisnisnya agar lebih maju dari sebelumnya sangat membuatnya bangga. Apalagi perusahaannya pun sekarang dikelola oleh suaminya karena Salju harus mengurus si kecil dan juga keluarga kecilnya.


" Maafin aku ya sayang ..., ngerepotin kamu terus menerus. Sebenarnya aku ingin bantuin kamu tapi ......, aku harus prioritaskan ngurusin keluarga kecil kita. Coba deh kamu pikirin ...., kalau kita berdua sama-sama sibuk kan kasihan Askara. Dia jadi kurang kasih sayang dan perhatian dari kita. Aku sangat yakin kok ..., kamu pasti bisa mengurus dua perusahaan besar sekaligus," Salju merasa kasihan. dengan Bara suaminya karena harus membebankan perusahaannya pada Bara.

__ADS_1


Sudah sejak enam bulan menikah dengan Bara ..., sebenarnya Salju ingin Bara yang mengurus perusahaannya. Tapi Bara keberatan alasannya karena menurut Bara itu sangat tidak adil bagi Salju yang notabenenya adalah pewaris dan penerus keluarga Keenan Wijaya . Dan saat ini Bara bersedia untuk mengurus perusahaannya ...., itu membuat hati Salju menjadi lega.


Alasan Salju waktu itu ingin Bara yang mengurus perusahaannya salah satunya adalah karena Salju ingin ikut program hamil dan lebih fokus mengurus keluarga kecil yang baru dibangunnya dengan Bara. Dan bukan berarti Salju ingin lepas tangan begitu saja ..., hanya saja tidak sepenuhnya mengurus perusahaannya. Tetap membantu tapi hanya di balik layar ..., urusan pengelolaannya secara penuh di kantor ada di tangan Bara sang suami.


" Sayang ..., aku nggak pernah merasa kalau kamu ngerepotin aku. Hanya saja aku ingin kita sama sama ngurus perusahaan atau bisnis kita. Biar bagaimanapun aku juga tetap butuh pendapat dan masukkan dari istriku yang cantik dan luar biasa ini. Kalau kita saling bantu dan saling bahu membahu ...., aku sangat yakin semua akan menjadi lebih ringan. Bukan begitu. sayang," Bara sangat ingat pada saat baru menikah, Salju banyak sekali membantu pekerjaannya. Dan waktu itu sebenarnya Salju sudah di kasih perusahaan oleh papanya tapi Salju belum mau mengurus secara langsung dan pengelolanya diserahkan pada Raffi sepupunya.


Salju lebih memilih merintis usahanya dari modal tabungan yang dia kumpulan bertahun tahun untuk mendirikan sebuah swalayan yang cukup besar dan lengkap dari kebutuhan sehari hari sampai perabotan rumah tangga yang harganya standar sampai yang cukup mahal ada di swalayan nya. Karena lokasinya strategis jadi swalayan yang di dirikan Salju maju pesat dalam hitungan bulan.


" Ya sayang ...., aku hanya mau ngurus swalayan aku yang tidak terlalu menyita waktuku ...., dan aku bisa mengecek laporan dari sana seminggu sekali, jadi aku masih tetap bisa fokus ngurus keluarga kecilku . Bagi aku keluarga tetap prioritas utama," Salju pun bersandar di bahu Bara suaminya sambil memainkan jari jemari sang suami.


" Memangnya kenapa sayang ..., aku kan cuma mainin jemari kamu. Nggak pegang pegang yang lain ...., kamu saja yang cepat naik hasratnya," Salju memang bukan sengaja ingin membangkitkan hasrat Bara suaminya, tapi dia itu sangat nyaman berada di dekat suaminya karena Bara itu orangnya bersih, rapi dan selalu wangi meskipun sedang berada di rumah dan memakai pakaian rumahan.


" Kalau kamu mau pegang yang lain juga boleh ..., aku sangat ikhlas sekali. Apalagi sentuhan kamu itu bikin aku ketagihan sayang. Memangnya kamu nggak kangen adegan ranjang bergoyang favorit kita ?" Bara memang sangat senang mengusili dan membuat Salju istrinya malu malu kucing dengan ucapannya yang selalu menjurus ke urusan ranjang.


" Sayang ..., udah dong lagian ini masih belum waktunya ngomongin urusan ranjang bergoyang. Nanti ya ..., nunggu Askara bobo nyenyak dulu. Kalau belum nyenyak kan bahaya ..., lagi setengah main Askara nya bangun," Salju yang sudah terlanjur malu mengimbangi perkataan Bara yang kata orang Jawa itu saru alias jorok.

__ADS_1


Bara tau kalau istrinya berkata seperti itu untuk menutupi rasa malunya karena ucapannya tadi. Inilah yang disukai Bara ..., meskipun sudah hampir tiga tahun menikah, Salju masih malu-malu kalau sudah menyangkut hal hal yang berhubungan dengan hubungan intim suami istri padahal mereka sudah sah.


" Istriku sekarang sudah tambah pintar ya ..., kalau begitu nanti malam kita praktek langsung saja daripada penasaran. Kan nanti malam jatahnya si Otong masuk goa segitiga Bermuda ..., kira kira rasanya masih sama atau tambah luar biasa lagi ya," Bara mencubit pipi chubby sang istri karena semenjak hamil sampai sekarang menyusui badan Salju semakin subur tapi tidak membuat cinta dan sayang Bara berkurang pada Salju. Dan Bara melarang Salju untuk diet sebelum Askara berumur dua tahun yang artinya Salju tidak menyusui lagi.


" Ya kalau dipaksa ..., apa boleh buat. Aku sih pasrah saja sayang, yang penting rasanya harus lebih greget lagi. Lagian siapa takut ..., kan kita sama sama merasakan kenikmatan yang luar biasa bukan," Salju tidak pernah menolak permintaan Bara selama dia bisa itu semua nggak jadi masalah bagi Salju. Dan pastinya membuat Bara sang suami bahagia dan lega bisa menuntaskan hasratnya.


" Oh ..., istriku sekarang mulai berani ya. Awas saja nanti kalau sudah mulai main kuda kudaan sampai ngeluh, ku tau sendiri kan ..., kalau aku itu bisa main dengan durasi yang panjang dan membuat kamu ketagihan sayang," ucap Bara.


Salju mengakui kalau Bara. suaminya sangat perkasa dan membuat dua nggak bisa jauh jauh dari suaminya.


" Iya ..., aku percaya. Bukan hanya perkasa tapi juga romantis dan tentunya bikin nagih ...., makanya jangan sering sering ke luar kota ya, bisa bisa aku jadi gimana gitu," Salju mencubit pinggang sang suami yang terus saja membicarakan masalah urusan ranjang.


" Begitu ya ..., jadi waktu aku pergi ke luar kota ceritanya kamu kesepian dan pengin dibelai suamimu yang super tampan ini. Aduh aduh kasihan bener ..., sebenarnya aku juga sama sayang. Rasanya sangat tersiksa banget makanya aku pengen cepet-cepet pulang biar bisa menuntaskan hasrat yang tertunda," Bara pun tertawa melihat muka sang istri yang sudah seperti kepiting rebus.


" Sudah dong sayang .. , tuh si Askara sudah tidur pulas. Tolong pindahin ke kamar ya ..., aku mau ke kamar mandi dulu," Salju setelah berlari menuju kamar mandi dan Bara menggendong sang putra untuk di pindahkan ke box bayi yang ada di kamar utama.

__ADS_1


__ADS_2