
" Tidak ada yang sempurna di dunia ini ..., setiap kita punya kelebihan dan kekurangan jadi tidak usah sombong atau tinggi hati "
*
*
*
*
*
Hidup kita itu nggak selamanya senang terus ataupun susah terus. Tapi pada saat kita mensyukuri apa pun yang Allah berikan pada kita ...., itu semua nggak akan menjadi beban berat buat kita. Meskipun dalam kondisi terburuk sekalipun, kita harus tetap bersyukur karena nikmat yang Allah berikan pada kita itu sangatlah banyak bukan sekedar uang yang banyak, harta yang berlimpah atau segala kemudahan yang Allah berikan pada kita.
Kita masih bisa bernafas, masih diberikan kesehatan lahir dan batin, diberikan kesempatan untuk berusaha menjadi lebih baik dan segala yang menempel pada anggota tubuh kita atau organ tubuh kita yang masih berfungsi secara normal tanpa ada gangguan...., itu adalah termasuk wujud nikmat Allah yang luar biasa.
Itulah yang selalu Bara katakan pada Salju istrinya agar hidup mereka jauh dari prasangka buruk ataupun pikiran pikiran negatif yang bisa mengganggu keharmonisan rumah tangga mereka.
Bagi mereka hidup berumah tangga atau menikah itu untuk saling mengisi dan melengkapi satu sama lain dan bukan berarti hubungan mereka aman aman saja tanpa ada perselisihan atau pertengkaran.
Tapi dari perselisihan dan pertengkaran yang ada menjadikan ajang untuk saling belajar memahami dan meredam emosi dan juga ego mereka masing masing untuk satu tujuan ..., menjadikan rumah tangga yang sakinah, mawadah, warohmah.
__ADS_1
" Istriku sayang ..., udah kelar belum dandannya. Si Aska sudah mulai rewel nih nyariin kamu terus ..., kayaknya haus deh mau minta ASI," Bara berusaha membuat Askara putranya tenang karena sudah kelihatan ngantuk dan minta jatah sama bundanya.
Salju dan Bara hari ini akan ketempat Raffi karena Raffi dan Devi akan mengadakan acara tasyakuran dan aqiqah baby kembar mereka Rayhan dan Rayana. Kebetulan Raffi sahabatnya Bara dan sepupunya Salju.
" Iya sebentar sayang ..., aku sudah selesai kok. Tungguin ya ..., biasanya juga sabar nungguin aku berjam jam di salon," Salju pun keluar dari kamar dan membuat Bara takjub melihat penampilan Salju yang tidak seperti biasanya.
" Masya Allah ...., cantik sekali istri ku. Seperti bidadari surga yang sangat menyejukkan mata dan hati ku. Ini beneran kamu sayang ...., beruntungnya aku mendapatkan paket komplit. Udah cantik ..., baik hati, genius, dan Solehah pastinya," Bara terus saja nyerocos sampai lupa kalau Askara yang ada digendongnya sudah mulai menangis karena ingin ikut bundanya.
" Oh ..., jadi kemarin kemarin aku nggak cantik gitu. Baru sekarang ini kelihatan cantiknya ," Sebenarnya Salju tau maksud suaminya, karena sekarang Salju mengenakan baju syar'i dan juga berhijab membuat penampilannya sangat berbeda dari biasanya.
" Bukan begitu sayang ..., saking bahagianya aku ngeliat kamu pakai pakaian syar'i. Setiap saat kamu selalu terlihat cantik bukan karena sekarang kamu pakai hijab saja. Itu tandanya kamu sudah menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya. Karena cantik itu ...., ada di sini, di hati..., terpancar dari hati. Dan hati kamu itu begitu lembut seperti salju , mudah sekali leleh saat terkena sinar matahari. Dan sangat peka pada orang orang di sekeliling kamu ..., teruslah seperti ini. Aku mencintaimu ..., selalu karena Allah," ucapan Bara membuat Salju terdiam dan dia sangat tau maksud perkataan suaminya.
" Maafkan aku ya ..., belum bisa menjadi istri yang baik buat kamu. Dan Insya Allah ..., aku sudah mantap mulai saat ini untuk menutup aurat ku dan hanya akan aku perlihatkan pada suamiku tercinta yang hebat dan luar biasa ini," Salju mencubit pinggang suaminya dan mengambil Askara dari gendongan suaminya.
" Ya sudah ..., kita berangkat sekarang ya. Biar Askara nanti bisa istirahat di sana sebelum acara dimulai," Lanjut Bara.
Bara membawa perlengkapan baby Askara sementara Salju menggendong Askara. Mereka berdua berjalan beriringan menuju mobil dan kebetulan hari ini Bara sengaja meminta mang Udin untuk mengantarkan mereka ke rumah Raffi.
" Kita berangkat ya mang ..., hati hati nyetirnya ya mang," titah Bara pada mang Udin yang merupakan sopir keluarganya.
" Iya den Bara ..., pasti mang Udin bakal hati hati den. Ini mau jalan pelan ..., sedang atau di atas sedang ," mang Udin menang suka bercanda dan selalu ceria. Biasanya mang Udin bertugas mengantar Salju dan Askara saat bepergian.
__ADS_1
" Jangan terlalu pelan juga atuh mang Udin ..., yang sedang sedang wae. Biar Askara juga nyaman ...," Bara pun meminta mang Udin agar membawa mobilnya tidak terlalu kencang agar putranya merasa nyaman.
" Buat Tuan Aden muda Askara mah mang Udin selalu siap laksanakan ..., Bismillah ...., ayo berangkat ," mang Udin membawa mobil tuan nya dengan hati hati dan dengan kecepatan sedang karena di dalam ada Tuan mudanya yang sangat menggemaskan dan selalu membuat mang Udin teringat Tuan nya saat masih kecil persis seperti Askara.
Setelah hampir satu jam mereka sampai di kediaman Raffi. Di sana belum terlalu ramai karena acara akan di mulai satu jam lagi sesuai undangan.
Tapi Salju dan Bara sengaja datang lebih awal karena takut Askara rewel kalau kelelahan di mobil dan kurang istirahat.
" Assalamualaikum ..., I am coming," Salju yang sudah terbiasa berkunjung ke rumah Raffi pada saat belum menikah sudah menganggap seperti rumah sendiri. Dan Bara suaminya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Salju yang memang terkadang seperti itu apalagi dengan orang orang terdekat yang sudah sangat dia kenal.
" Wa'alaikumsalam ...., sayangnya Tante. Masya Allah ..., ini Tante nggak salah liat kan. Cantik sekali kamu nak. Coba papa dan mama kamu ada di sini pasti mereka akan senang sekali melihat kamu sekarang," Tante Keyla memang sangat menyayangi Salju seperti anak kandungnya sendiri. Bahkan terkadang Raffa dan Raffi iri melihat kedekatan sang mama dengan Salju.
" Apa kabar Tante Keyla ..., Tante juga makin cantik. Awet muda lagi..., makanya om Reyhan semakin cinta sama Tante," Salju menggoda tantenya yang memang selalu berpakaian sederhana tapi tetap terlihat berkharisma dan tantenya selalu berpenampilan natural ..., apa adanya nggak pernah dibuat buat.
" Kabar Tante baik sayang ..., wah cucu Oma tampan sekali. Montok lagi ..., kayak kamu saat masih bayi," Tante Keyla pun menggendong Askara dan membawanya ke dalam bersama.
" Bara mana kok belum kelihatan ?" tanya Tante Keyla.
" Oh ..., mas Bara tadi ketemu Raffi di depan. Lagi ngobrol ngobrol dulu ..., katanya sih tadi mau ngomongin urusan bisnis," jawab Salju.
" Mereka itu ..., ini kan lagi acara keluarga. Masih juga mikirin urusan bisnis. Memangnya nggak ada waktu lain apa," Tante Keyla sedikit kecewa dengan anak dan suami dari keponakannya.
__ADS_1
" Sudahlah Tante ..., mungkin ada yang penting dan harus dibicarakan. Lebih baik kita girl time aja gimana ..., kan udah lama kita nggak ngobrol ngobrol. Mumpung Askara nya lagi bobo ..., gimana Tante," Salju mencoba mengalihkan pembicaraan tentang Bara dan Raffi yang sedang berbincang bincang tentang urusan bisnis dan perusahaan gabungan empat sekawan.