Parodi Cinta Salju Dan Bara

Parodi Cinta Salju Dan Bara
Chapter 2


__ADS_3

Bara menemui papa mertuanya di ruang kerjanya. Jiwa kepo bara seketika muncul dan beribu pertanyaan ada di benaknya.


" Ada apa ya papa mertua manggil gue ..., baru juga jadi menantu jantung gue di bikin ngos ngosan ..., eh bukan itu tapi deg degan ," batin bara.


" Duduklah nak, kenapa muka kamu tegang gitu ..., pasti takut kan di panggil papa ke sini," ucap papa Keenan.


" Bukan takut Pah, lebih tepatnya deg degan. Apa Bara ada salah sama papa ?" tanya Bara.


" Kamu itu udah bangkotan pikirannya masih cetek. Memangnya kalau orang tua manggil anaknya nungguin anaknya bikin kesalahan," ucap papa Keenan.


Papa Keenan duduk berseberangan dengan bara. Dan Bara semakin gugup dibuatnya.


" Begini nak, Salju itu anak papa satu satunya. Tolong jaga anak papa baik baik, meskipun kalian menikah karena di jodohkan tapi sekarang Salju adalah tanggung jawab kamu sebagai seorang suami,"


" Dan Salju itu orangnya tegas, suka asal bicara dan sedikit bar bar. Tapi dia itu juga peka dan penuh kasih sayang," lanjut papa Keenan.


" Jadi kalau dia ngomongnya kelewatan nggak usah di ambil hati, dia hanya ingin mengingatkan tapi dengan cara yang menurut kebanyakan orang itu bar bar," ujar papa Keenan.


Apa yang di katakan papa mertuanya memang benar, gue yakin bokap nyokap gue nggak salah milih istri buat gue.


" Iya Pah ..., Bara mengerti,"


" Ya sudah, kembalilah ke kamar pasti Salju sedang cemas karena kamu ada di ruang kerja papa," ucap papa Keenan.


" Bara permisi dulu Pah ...," ucap bara.


Sesampainya di kamar, Bara di brondong pertanyaan oleh Salju istrinya.

__ADS_1


" Papa ngomong apa sama loe ...., ada yang luka nggak," ucap Salju.


" Loe itu kalau nanya satu satu ngapa .., gue kan jadi bingung jawabnya," ucap Bara.


" Gue nggak di apa apain sama papa loe, hanya di kasih wejangan, itu aja nggak ada yang lain," ucap Bara.


" Oh ..., syukurlah," ucap Salju.


" Cie cie yang khawatir suaminya kenapa kenapa ..., ternyata hati loe baik juga," ujar Bara.


" Kembali ke tengtop ..., jadi dibantuin kagak. Kalau gue nggak di butuhin, gue mau tidur aja," ucap Salju mengalihkan pembicaraan.


Bara mengambil setumpuk berkas laporan yang harus segera ditandatangani. Dengan telaten Salju membaca ulang dan kalau dirasa nggak ada yang mencurigakan baru di kasih ke Bara untuk di tandatangani.


Menjelang dini hari semua berkas baru selesai di tandatangani. Salju dan Bara yang sangat ngantuk dan kecapean juga akhirnya ketiduran di atas karpet bulu yang ada di lantai kamar Salju.


Dan tanpa mereka sadari mereka tidur dengan saling berpelukan.


Sampai ketukan pintu membangunkan mereka berdua.


" Astaghfirullah, maaf ya gue nggak sengaja peluk loe. Gue kira bantal guling yang biasa gue peluk peluk itu," ucap Salju.


Bara yang kesadarannya baru setengah nggak terlalu mendengarkan ucapan Salju.


" Sebentar ..., eh ada bik Surti. Ada apa bik ?" tanya Salju.


" Aden sama Non Chaca di tunggu tuan dan nyonya untuk sarapan pagi," ucap bik Surti.

__ADS_1


" Bilang sama papa dan mama, kita sarapannya nanti. Papa sama mama biar sarapan dulu nggak usah nungguin kita," ucap Salju.


" Baik non, akan bibi sampaikan. Permisi Non Chaca," ucap bik Surti.


" Terima kasih ya bik ...," ucap Salju.


Bara yang sudah mandi dan berpakaian rapi sudah bersiap berangkat ke kantor karena hari ini ada meeting penting dengan client.


" Loe mau kemana kok udah rapi aja ?" tanya Salju.


" Gue mau joging ..., mau ikut nggak," ucap Bara.


" Ni orang ya, di tanya baek baek, jawabnya kok bikin kesel gue," ucap Salju.


" Eh, istri gue yang cantik jelita. Mata loe katarak sampai ada orang rapi pakai baju kantoran masih di tanya mau kemana," ucap Bara.


" Ya udah, kita sarapan dulu. Kasihan cacing cacing di dalam perut loe nanti pada demonstrasi menuntut haknya," ucap Salju.


" Nanti berangkatnya pakai sopir aja, loe kan semalam kurang tidur takutnya nanti loe ngantuk di jalan. Gue nggak mau jadi janda muda," ucap Salju.


" Bilang aja loe khawatir gue kenapa kenapa ..., pakai gengsi segala," ucap Bara.


Salju memanggil mang Ucup sopir pribadinya untuk mengantarkan suaminya ke kantor.


" Udah buruan berangkat ..., lagian baru saja nikah bukannya ambil cuti masih aja berangkat kerja," ucap Salju.


" Gue berangkat dulu ..., suami mau berangkat kerja cari nafkah di kasih senyum kek. Mukanya yang cerah biar tambah semangat kerjanya," ucap Bara.

__ADS_1


Salju mengambil tangan suaminya dan kemudian mencium punggung tangan suaminya.


" Hati hati di jalan dan pulangnya jangan keluyuran ..., awas saja kalau pulang terlambat," ucap Salju.


__ADS_2