
" Loe udah gila ya ..., ngasih gue kerjaan sebanyak ini di malam pertama gue. Memangnya nggak bisa besok aja atau tahun depan aja sekalian," ucap Bara.
Kenzo malah tertawa mendengar ocehan sahabatnya. Dan dia hanya menepuk pundak sahabat sekaligus atasannya juga.
" Sabar ya bro .., malam pertama loe gagal gara gara berkas berkas laporan ini ya," ucap Kenzo mengejek Bara yang urung uringan.
" Sabar sabar pala loe peang , gara gara loe gue sama bini gue begadang sampai jam tiga pagi,"
" Tapi udah selesai kan bro ... ?" tanya Kenzo.
" Dasar Bang Ke ..., loe liat aja sendiri. Gue mau tidur dan jangan ganggu gue sampai satu jam ke depan. Awas saja kalau sampai loe mengusik tidur gue,"
Bara masuk kamar pribadinya dan langsung merebahkan badannya untuk beristirahat, menghilangkan rasa kantuknya.
" Nih mata benar benar nggak bisa di ajak kompromi banget, mana kerjaan lagi banyak pakai ngantuk segala," gumam Bara.
" Biarin aja si bos gila istirahat sebentar dari pada uring-uringan mulu," batin Kenzo.
Persiapan meeting dengan para pemegang saham jadwalnya dua jam lagi. Pernikahan Bara yang mendadak bikin Bara kelimpungan.
Bara keluar dari kamarnya dengan wajah yang lebih fresh dan siap memimpin rapat pemegang saham.
" Udah bangun bos .... ?" tanya Kenzo.
" Loe itu kalau kasih pertanyaan yang sedikit berbobot ngapa ..., jelas jelas gue udah ada di sini masih nanya juga,"
" Udah loe siapin semua berkas untuk keperluan rapat nanti," ujar Bara.
Kenzo menyerahkan semua berkas laporan untuk persiapan rapat pemegang saham nanti.
__ADS_1
" Beres bos ..., tinggal let's go aja," ucap Kenzo.
Usai meeting dengan para pemegang saham Bara dan asistennya kembali ke ruangannya.
Bara memang sering bermain main di luar sana tapi untuk urusan perusahaan dia sangat loyal dan bertanggungjawab.
Dia berpikir bermain main di luaran dengan wanita wanita yang sudah putus urat malunya bisa menghilangkan kepenatannya sehabis bekerja.
Tapi di dalam perusahaan dia tidak pernah bermain main semua sudah terencana dengan baik untuk masa depan perusahaannya.
" Bini loe bantuin loe semalam bro ..," tanya Kenzo.
" Iya ..., gue jadi tau kalau bini gue itu orang yang cerdas dan sangat teliti soal kerjaan," ujar Bara.
" Ibarat kata bro, loe itu sangat beruntung sekali dapet jodoh ..., buih bibit unggul. Tapi ngomong ngomong bini loe tau kagak sepak terjang loe di luaran sana ?" tanya Kenzo.
" Itu juga karena loe ngerjain gue ngasih kerjaan banyak di malam pertama gue," ucap Bara.
" Lha pakai nyalahin gue, berkas berkas yang gue kasih ke loe itu masa depan seluruh rakyat perusahaan," ucap Kenzo.
" Loe benar juga, gue kan nikahnya dadakan ....,"
Mereka melanjutkan pekerjaan yang tinggal finishing saja. Bara teringat ancaman istrinya kalau sampai pulang terlambat.
" Yap sudah beres semua ..., let's go kita pulang," ucap Bara.
" Loe nggak mau ikut gue aja, ada primadona baru katanya di Klub malam tempat kita nongkrong," ujar Kenzo.
" Bang Ke loe ..., pergi aja sendiri nggak usah ngajak ngajak gue. Udah ada yang halal ngapain cari yang abal abal," ucap Bara.
__ADS_1
" Lagak loe ya ...., baru sehari jadi pengantin sunat pakai ceramah di depan gue,"
" Jangan jangan loe dapat ancaman dari bini loe ...., dari bau baunya sih gitu," ujar Kenzo.
" Sok tau loe ..., gue cabut dulu, takut kemalaman di jalan," ucap Bara.
Bara meninggalkan Kenzo yang masih merapikan berkas berkas hasil rapat dengan para pemegang saham.
Sebelum Maghrib Bara sudah sampai di kediaman keluarga istrinya.
" Mang Ucup, makasih ya udah antar jemput saya, ini ada sedikit rejeki buat mang Ucup,"
Bara memberikan beberapa lembar uang seratus ribuan pada mang Ucup.
" Nggak usah den, ini memang tugas saya. Si Aden nggak usah repot repot pakai ngasih ini ke saya," ucap mang Ucup.
" Terima aja mang ..., itu rejeki buat mamang dan keluarga," ucap Salju.
" Eh, ada non Chaca juga. Tapi non apa nggak berlebihan ..., si Aden ngasihnya banyak banget," ucap mang Ucup.
" Berarti si mamang itu orang baik, iya kan sayang," ucap Bara.
Salju merasa tersanjung dengan perlakuan Bara padanya. Meskipun suaminya suka keluyuran di Bar, tapi dia sangat peka dengan orang sekitar yang kekurangan.
" Cie cie ..., yang mulai terpesona dengan dengan Aa Bara," ucap Bara.
" Idih , siapa bilang. Gue tadi cuma terharu, ternyata loe baik hati juga," ucap Salju.
" Dasar Cha ca marica ..., nah itu muka kenapa jadi merah merona," ucap Bara.
__ADS_1