
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Selamat membaca .....
" Kita harus selalu siap menerima akibat dari semua perbuatan kita ..., dan jangan pernah kita berharap menuai padi kalau yang kita tanam itu alang alang "
*
*
*
*
*
Bara dan Kenzo keluar kota tujuan utamanya adalah untuk menyelesaikan permasalahan di kantor cabang perusahaan yang ada di kota xx. Dan juga ada pertemuan dengan beberapa investor yang sudah menanamkan sahamnya di perusahaan Bara.
Karena ada masalah di cabang perusahaan Bara yang ada di kota xx, para investor pun menuntut perusahaan Bara untuk mempertanggung jawabkan dana yang sudah mereka keluarkan untuk pengembangan perusahaan yang ternyata di salah gunakan oleh manajer keuangan di cabang perusahaan Bara di kota xx.
Tapi ternyata di luar dugaan ..., Salju istrinya memberikan masukan pada Bara dan di sampaikan pada para investor yang merasa dirugikan bahwasanya perusahaan Bara akan bertanggung jawab memberikan ganti rugi dan tetap meneruskan kerja sama dengan para investor yang telah menanamkan sahamnya di perusahaan Bara tersebut.
" Bro ..., ternyata bini loe hebat juga. Gue tadi nggak tau lagi harus bagaimana karena mereka menuntut ganti rugi yang nggak sedikit lho ," Kenzo hanya tau kalau Salju itu anak orang kaya yang manja dan bar bar pula.
__ADS_1
" Asal loe tau ..., bini gue itu sebenarnya genius tapi pura pura bego aja. Kalau gue bawa kerjaan ke rumah ...., pasti dia ikut bantuin dan ajaibnya dia langsung paham hanya dengan sekali baca saja. Setau gue juga ..., papa Keenan dan Tante keyla mamanya si kembar Siam edan itu genius," Bara sedikit menceritakan asal usul Salju pada Kenzo.
" Tapi gue heran ..., bini loe lebih memilih merintis usaha sendiri dari pada membantu si Rafi pea di perusahaan papanya," ucap Kenzo.
" Gue nggak mau terlalu ikut campur masalah itu ..., tapi gue udah pernah sedikit memberikan saran pada bini gue sih. Salju masih butuh waktu ...., sekarang ini dia lagi fokus pada kehamilanya ," Bara memang pernah memberikan sedikit saran pada sang istri dan dia juga nggak mau terlalu ikut campur masalah perusahaan mertuanya yang sekarang masih di bantu oleh Rafi sepupunya Salju istrinya.
" Hal baik apa yang pernah loe lakuin ..., hingga Tuhan begitu respect sama loe dengan menghadirkan Salju dalam kehidupan loe. Jujur aja ..., terkadang gue itu berpikir apa iya orang sebrengsek kita bisa ngedapatin pasangan yang baik ...," Kenzo sedikit mengungkapkan isi hatinya.
" Kalau itu sih gue juga kagak tau ..., karena setiap orang pasti menginginkan yang terbaik meskipun dia bukan orang baik atau punya masa lalu yang kurang baik. Dan itu realistis ..., terlepas dari hukum tanam tuai ...," Pergaulan Bara dan kawan kawannya memang tergolong ekstrim ..., di tempat yang kebanyakan orang menganggap tempat maksiat.
" Orang yang punya masa lalu yang buruk punya masa depan yang terbaik dan orang baik terkadang punya masa lalu yang buruk ..., berpikirlah realistis. Karena masa depan kita jauh lebih berharga dan lebih penting untuk di perjuangan dari pada hanya terus mengingat masa lalu kita ...," Salju yang baru saja kembali dari toilet menyela obrolan Bara suaminya dan Kenzo asisten gilanya.
" So sweet nya istriku ...., aku jadi makin Love You sayangku ," Bara mencubit pipi chubby istrinya.
" Bro ... , loe cacingan. Atau ada masalah dengan mata loe ," Kenzo mengejek Bara yang terlalu genit sama istrinya.
" Dasar Bang Ke ..., loe itu memang nggak pernah ya romantis romantisan sama bini loe," Bara balik mengejek Kenzo karena telah mengejeknya.
" Kalau gue sama istri gue mah ..., siap gerak maju jalan. Ngapain pakai basa basi ..., kelamaan tau," Kenzo memang bukan tipikal orang yang suka basa basi meskipun itu dengan Winda istrinya.
" Bang ke ..., jangan gitu kasihan Winda masa punya suami nggak ada mesra mesranya. Bara saja bisa bedain bicara sama istri dan sama orang lain ," Salju memeluk lengan Bara suaminya dengan manjanya.
" Eh ..., pengantin kadaluwarsa nggak usah pamer kemesraan di depan gue. Kalian berdua sengaja ya ..., bikin gue pengin cepet cepet pulang ke rumah dan ngadon bareng Winda," Kenzo yang dari tadi seperti obat nyamuk pun kesal dibuatnya.
__ADS_1
" Nggak usah tensi ..., lagian gue nggak lagi pamer kemesraan. Memang yang namanya suami istri harus seperti ini. Apalagi kalau istrinya lagi hamil ..., harus di bikin happy terus," Bara semakin memanjakan Salju istrinya semenjak mengetahui kalau Salju sudah berbadan dua. Sebisa mungkin Bara tidak membuat istrinya kesal dan berusaha selalu membuat istrinya happy terus.
" Ah sudahlah ..., memangnya pesawat kita berangkat jam berapa ? Biar aku ngabarin Winda agar siap siap untuk rapel jatah nanti malam," Kenzo sudah nggak sabar lagi untuk sampai di rumah bertemu dengan istrinya yang sudah dia nikahi Lina bulan yang lalu.
" Dasar bucin ..., pesawat berangkat jam dua siang. Kita sekarang siap siap untuk berangkat ke bandara saja agar nanti tidak ketinggalan pesawat," Bara mengajak Salju dan juga Kenzo untuk segera bersiap berangkat ke bandara.
-
-
-
-
" Akhirnya kita sampai juga di ibu kota ..., no bini loe udah jemput kamu. Sepertinya ada yang mau main kuda kudaan nih ..., habisnya burung elang loe udah dianggurin tiga hari," Bara menggoda Kenzo dan Kenzo langsung menghampiri Winda istrinya tanpa menghiraukan ucapan Bara.
" Oh ya ..., Salju dan Bara kita pulang duluan ya. Sampai jumpa besok ...," Winda berpamitan pada Salju dan Bara untuk pulang terlebih dulu.
" Bang Ke ..., hati hati nyetirnya. Nanti sampai rumah jangan langsung bercocok tanam ...., pemanasan dulu jangan langsung serang nanti bisa kram burung loe," Bara masih mengejek Kenzo tapi sebenarnya Bara sangat bahagia karena Kenzo bisa menikah dengan gadis pujaannya sejak duduk di bangku SMA.
" Urus saja urusan loe ..., nggak usah urusin gue ..., loe jangan terlalu sering nengokin calon baby takutnya calon baby loe bosen sama loe ," ucap Kenzo sambil tertawa.
" Sayang ..., aku pengin. Kita pulang yuk ..., aku sudah nggak tahan lagi," ucap Salju.
__ADS_1