
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
" Jangan pernah berhenti berjuang untuk mendapatkan sesuatu yang yang jauh lebih baik dari apa yang kita dapatkan sekarang. Rubah mindset kita dengan hal hal positif yang bisa membawa kita bisa sukses dunia akhirat "
*
*
*
*
*
Rutinitas Salju dan Bara setiap hari begitu padat, namun mereka tetap bisa membagi waktu untuk keluarga kecilnya terutama untuk sang anak yang masih balita. Mereka juga tidak menyewa baby sitter untuk mengurus buah hati mereka. Mereka lebih percaya menitipkan Askara putra mereka pada sang Oma apabila Salju sedang meeting dengan klien atau sedang ada rapat evaluasi dengan staffnya di kantor perusahaannya.
__ADS_1
" Sayang, kalau kamu ngerasa capek atau mungkin keteteran mengurus perusahaan dan juga Askara ..., jangan sungkan ngomong sama aku. Kita harus saling membantu dan pastinya saling melengkapi satu sama lain agar rumah tangga kita jauh dari kesalahpahaman," Bara berusaha membuat istrinya lebih tenang karena istrinya kelihatan sangat lelah.
Salju yang hari ini memang sedang sangat lelah karena seharian ini mengecek laporan keuangan yang harus dengan cermat dan juga hati hati karena menyangkut kesejahteraan seluruh karyawannya dan juga kemajuan perusahaan miliknya. Yang menjadikan Salju sedikit harus bekerja ekstra karena perusahaan miliknya adalah pemberian dari sang ayah, sehingga ada beban tersendiri agar perusahaannya tetap bertahan dan harus ada inovasi inovasi baru untuk menjadi perusahaannya menjadi lebih maju dari sebelumnya.
" Capek pasti ..., tapi mau bagaimana lagi. Ini amanah dari papa, yang sudah merintis perusahaannya dari nol hingga menjadi seperti sekarang ini," Salju menyandarkan kepalanya di bahu Bara.
Bara mencium pucuk kepala sang istri. " Uluh uluh kasihan banget sih istriku yang cantik ini. Gini aja ya ..., bagaimana kalau aku coba bantu kamu ngurus perusahaan papa Kevin. Sekalian aku belajar mengurus perusahaan yang lebih besar dari perusahaan yang aku rintis dari nol," ucapan Bara membuat Salju menjadi sedikit lebih tenang dari sebelumnya.
" Suamiku ini memang bisa saja bikin hati aku lebih tenang ..., padahal tadi itu aku lagi capek banget, kepalaku juga seperti mau pecah. Tapi aku nggak suka kalau mas Bara selalu merendahkan diri ..., aku sangat bangga dengan apa yang sudah mas Bara raih dan dapatkan dari nol sampai dengan saat ini," Salju tersenyum dan kemudian mencium punggung tangan Bara.
Sebenarnya Bara adalah sosok laki-laki pekerja keras dan datang dari latar belakang keluarga yang berada tapi sangat sederhana dalam kesehariannya. Bara berjuang dari nol lagi untuk merintis perusahaannya karena perusahaan Rahmat Dirgantara sang papa mengalami kebangkrutan akibat ditipu oleh rekan bisnisnya.
" Bisa nggak sih, kalau kita itu nggak membicarakan tentang harta dan juga status sosial kita. Lagian nih ya, aku kan sudah bilang berkali-kali ...., bagiku orang yang jujur, bertanggung jawab dan pekerja keras itu jauh lebih seksi dan lebih greget. Buktinya ...., aku setiap hari semakin jatuh cinta pada suamiku yang tampan ini," Salju sengaja menggoda suaminya agar tidak lagi membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan status sosial mereka.
" Ya ... ya ... ya, ChaCha marica istriku ini memang paling bisa membuat suaminya yang tampan ini klepek klepek. Aku jadi makin cinta dan ...., makin betah di rumah. Apalagi kalau sudah di atas ranjang ..., bikin nagih banget. Terimakasih ya karena sudah bersedia menjadi istriku dan selalu mendampingi aku saat suka maupun duka," Bara sangat bersyukur karena bisa menikah dengan Salju, seorang wanita yang luar biasa dan hatinya juga selembut Salju .
__ADS_1
" Makan dulu yuk, aku lapar sayang ..., ternyata bermesraan itu tidak membuat kita kenyang," Salju menarik tangan suaminya ke meja makan untuk makan siang bersama suaminya.
" Ya sudah kita makan dulu agar mendapatkan energi untuk bekal kita bercumbu nanti malam ..., kan sudah hampir satu pekan aku nggak dapet jatah sama dari kamu. Apa kamu nggak kasihan kalau nanti si Otong tidak bisa beraksi lagi," Bara mencubit hidung istrinya yang mancung, sementara Salju setiap mendapatkan kata kata yang menjurus urusan ranjang selalu saja malu, padahal sudah hampir tiga tahun hidup berumah tangga dengan Bara.
" Jangan bercanda terus dong sayang, aku lagi benar benar lapar ...., pengin makan nasi dan kawan kawannya. Lagian kita juga harus jemput Askara di rumah mama, buat urusan di ranjang bergoyang nanti aja ngomongin nya," Salju sedikit kesal pada Bara karena terus saja bercanda dan menggodanya. Mungkin kalau waktunya tepat Salju akan tergoda dan terbawa bujuk rayu sang suami. Karena Salju juga sangat merindukan belaian suaminya yang baru saja pulang dari luar kota.
" Kok ngambek ..., maafin aku ya. Aku kangen banget sama kamu, asal kamu tau aku ngerasa seperti singa kelaparan yang sudah beberapa hari nggak makan. Mumpung Askara lagi di tempat mama kita manfaatin waktu kita berdua, kita jemput Askara nya nanti saja ...., bagaimana sayang ?" Bara memeluk istrinya dan berusaha membuat Salju mengerti dan paham akan apa yang dia rasakan saat ini.
" Oke ...., baiklah tuan Bara yang tampan. Tapi kita makan dulu ya, aku sudah lapar sayang," ujar Salju merajuk pada Bara suaminya yang selalu saja menggodanya.
Kemudian mereka berdua pun makan dan seperti biasa selalu makan sepiring berdua saling menyuapi satu sama lain. Alasannya simpel saja, bagi Salju dan Bara bisa makan sepiring berdua bisa lebih membuat rasa sayang dan cinta di hati mereka semakin tumbuh dan tumbuh. Dan dengan makan sepiring berdua, mereka menjadi lebih dekat satu sama lain.
Setelah mereka selesai makan mereka melaksanakan kewajiban mereka sebagai seorang muslim. Dan kemudian mereka saling melepaskan rasa rindu mereka dengan saling bercumbu di kamar mereka, di atas ranjang king size nya. Mereka benar-benar menghabiskan waktu mereka berdua untuk saling memberikan kepuasan dan kenikmatan yang mereka rindukan selama satu pekan ..., tanpa belaian.
Ranjang king size mereka benar benar bergoyang ...., mengimbangi sang pemilik yang sedang melakukan ritualnya hingga beberapa jam kemudian mereka pun tumbang di puncak kenikmatan mereka.
__ADS_1
" Terimakasih sayangku ..., kamu sangat liar dan luar biasa. Inilah yang selalu bikin nagih dan selalu aku rindukan dari kamu. Hidangan kamu di ranjang sangat lezat, pastinya kamu juga sangat merasakan betapa si Otong tadi beraksi. Gang sempit milik kamu sangat menggairahkan dan nikmat sekali sayang," Bara menciumi seluruh wajah Salju isterinya setelah melakukan ritual di ranjang kesayangan mereka.
Salju yang sudah kehabisan tenaga karena melayani Bara suaminya hanya tersenyum melihat dan menanggapi tingkah suaminya. Dan sebenarnya dia juga sangat merindukan ritual di ranjang kesayangan mereka bersama Bara sang suami setelah hampir satu minggu berpisah karena Bara harus ke luar kota untuk mengurus pekerjaannya.