Parodi Cinta Salju Dan Bara

Parodi Cinta Salju Dan Bara
Chapter 6


__ADS_3

" Kenapa loe ..., pan udah gue bilang gue itu tampannya kagak ketulungan. Tuh kan mata loe sampai mau keluar," ucap Bara.


" Iya loe tampan ..., dilihat dari ujung sedotan. Udah sono keluar, papa udah nungguin," ucap Salju.


" Di usir nih ..., ya udah gue mau sholat subuh di masjid. Jangan di pantengin terus ntar loe jatuh cinta sama gue,"


" Norak loe ..., udah ih buruan turun. Kasihan papa udah nungguin," ucap Salju.


Bara akhirnya turun setelah menggoda Salju istrinya yang wajahnya sudah merah merona.


" Waduh, mantu papa tampan juga pakai baju Koko," ucap papa Keenan.


" Papa bisa aja ..., masih gantengan papa awet muda lagi," ucap Bara.


Mertua dan menantu berjalan menuju masjid kompleks perumahan yang ada di dekat rumah mereka.


" Anak mantu ya pak Keenan ... ?" tanya pak Rudi.


" Iya nih pak Rudi ...., ini anak mantu saya," ucap papa Keenan.


" Saya ..., Bara pak," ucap Bara memperkenalkan diri.


" Pak Keenan beruntung ya ..., dapat mantu tampan, mapan dan dekat dengan Tuhan," ucap pak Rudi.


" Aamiin ,"


Ucapan pak Rudi membuat hati Bara tersentil dan juga merasa malu karena Bara masih sering melakukan hal hal yang dilarang Tuhan.


Mereka berjalan beriringan menuju masjid untuk sholat subuh berjamaah.


-


-

__ADS_1


-


" Pak Rudi kita duluan ya pak, " ucap papa Keenan.


" Silahkan pak Keenan ....," ucap pak Rudi.


" Maaf Pah, nanti setelah sarapan ada yang mau Bara bicarakan sama Papa dan Mama," ucap Bara.


" Kelihatannya serius nih ...," ujar papa Keenan.


" Nggak terlalu serius sih Pah, tapi penting buat Bara," ucap Bara.


" Okelah kalau begitu ...," ucap papa Keenan.


Bara menghampiri salju istrinya yang baru saja selesai mandi.


" Salju gue mau ngomong sama loe ..., duduk sini sebentar," ucap Bara.


" Manggil suami itu yang bener ...., kagak ada sopan sopannya, lama lama gue makan juga," ucap Bara.


" Iya maaf ya kanda tercinta, loe mau ngomongin apa sih, serius amat ..., muka loe jelek banget tau kalau lagi serius gitu," ucap Salju.


" Duduklah dulu baru gue ngomong ...., pantat loe bisulan apa gimana susah amat di suruh duduk," ucap Bara.


" Bisulan dari Hongkong ..., pantat bohay seksi begini di bilang bisulan. Loe kagak kena rabun kan," ucap Salju.


" Gue kena rabun cinta ..., puas loe," ucap Bara.


Salju duduk dekat Bara di sofa kamar Mereka. Bara menghela nafasnya sebelum bicara.


" Gue pan sekarang suami loe ..., jadi bertanggung jawab penuh atas diri loe. Lahir batin loe sekarang tanggung jawab gue,"


" Nah, gue kan sudah ada rumah sendiri. Meskipun kagak sebesar rumah ini tapi Insyaallah nyaman di tempati,"

__ADS_1


" Jadi gue mau ngajak loe tinggal di rumah gue ..., sekarang rumah kita. Loe mau kan ikut gue," ucap Bara.


Sebenarnya berat buat salju ninggalin rumah dimana dia di besarkan dan juga banyak sekali kenangan di rumah ini.


" Kemanapun loe pergi gue ikut loe ..., pan loe suami gue. Ke lubang semut pun gue ikut loe," ucap Salju.


" Nah, karena loe sudah setuju besok kita pindah ke rumah kita sendiri ..., biar kita saling mengenal dan memahami satu sama lain," ucap Bara.


" Tapi gue takut kalau ditinggal sendirian ..., nanti kalau loe pergi keluar kota buat urusan kerjaan gue gimana ?" tanya Salju.


" Loe ikut gue aja ..., gampang kan," ucap Bara.


" Janji ya ..., jangan pernah tinggalin gue sendirian," ucap Salju.


" Iya ..., janji. Sekarang gue mau bicara sama papa mama dulu sekalian pamitan," ucap Bara.


Salju dan Bara turun untuk sarapan pagi bersama papa dan mama yang sudah nunggu di meja makan.


" Duduklah ..., kita sarapan pagi seadanya," ucap papa Keenan.


Mereka menikmati sarapan pagi dengan tenang dan tidak ada suara.


" Oh ya nak Bara katanya ada yang mau di omongin sama papa dan mama ..., kita ke teras depan saja ya biar enak ngobrolnya," ucap papa Keenan.


" Baiklah Pah ..., Bara ikut saja," ucap Bara.


" Bicaralah ..., papa dan mama sudah siap mendengarkan," ucap papa Keenan.


" Begini Pah,..., Mah. Bara mau mengajak Salju tinggal di rumah Bara sendiri. Kita ingin mandiri dan belajar lebih saling mengenal dan memahami satu sama lain," ucap Bara.


Sang papa mertua pun tersenyum dan menepuk pundak Bara.


" Papa bangga ..., kamu memang laki laki yang bertanggung jawab," ucap Papa Keenan.

__ADS_1


__ADS_2