
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
" Seorang perempuan bisa melakukan banyak hal pada saat yang bersamaan tapi seorang laki-laki akan selalu fokus pada satu tujuan, itulah alasannya kita di satukan dalam satu ikatan pernikahan agar saling melengkapi dan menyempurnakan satu sama lain "
*
*
*
*
" Sayang ..., sarapan sudah siap. Katanya ada meeting pagi ..., nanti kamu terlambat," Salju memanggil suaminya yang tak kunjung keluar dari kamar mereka.
Dan betapa terkejutnya saat Salju memasuki kamar mereka yang sudah seperti kapal pecah semua berserakan.
" Ya Allah Tuhanku ...., sebenarnya kamu itu cari apa dari tadi nggak keluar kamar. Dan ini kamar berantakan banget ..., kalau perlu apa apa ngomong dong nanti aku bantuin," Salju terus saja menggerutu karena kesal dengan ulah Suaminya yang sudah berantakan kamar mereka.
" Maafin aku ya ..., tadi aku cari flashdisk untuk presentasi di meeting nanti tapi nggak ketemu. Perasaan aku taruh di saku celana yang kemarin aku pakai," ucap Bara yang sedikit menyesal karena sudah membuat istrinya yang sudah capek dari subuh tadi dan masih belum beres juga kerjaan dapurnya malah melihat kamar yang tadinya tapi kini jadi berantakan lagi.
" Yang ini bukan ..., celananya aku masukkan di tempat pakaian kotor dan tadi aku menemukan ini di saku celana kamu. Lain kali kalau taruh barang yang penting di tempat khusus biar kamu nggak susah nyarinya," Salju memberikan flashdisk itu pada suaminya dan senyum merekah di bibir suaminya yang sedikit tebal itu.
" Maafin aku ya ..., udah membuat kamar kita berantakan. Besok besok nggak akan terjadi lagi ..., please maafin aku," Bara yang melihat wajah istrinya masih kesal sambil merapikan kamar mereka semakin merasa bersalah.
" Sayang ..., maafin aku ," Bara memeluk istrinya dan mencium bibir istrinya yang seksi membuat Salju sudah bernafas dan Salju mencubit pinggang suaminya agar melepaskan ciumannya.
" Iya ...., aku maafin," Nafas Salju masih tersengal-sengal karena serangan mendadak dari suaminya.
__ADS_1
Setelah kamar mereka rapi kembali Salju mengajak suaminya untuk sarapan pagi. Di rumah mereka memang ada beberapa ART tapi khusus memasak makanan untuk suaminya Salju sendiri yang mengerjakannya.
" Ini bekel makan siang kamu ....., jangan lupa nanti di makan," Salju menyiapkan bekel makan siang untuk suaminya dan langsung di taruh di jok depan agar suaminya nggak lupa nanti. Kemudian Salju mencium punggung tangan suaminya.
" Terima kasih sayang ..., aku berangkat dulu ya, " Bara mencium kening istrinya yang seluas lapangan sepak bola.
" Hati hati di jalan ..., matanya nggak usah jelalatan," pesan Salju pada Bara suaminya.
" Oke Bu Bos ..., Assalamu'alaikum," Setelah pamitan Bara melajukan mobilnya membelah jalan raya menuju ke kantornya.
" Memang beda kalau ada istri di rumah ..., semua di urusin, kalau tau begini gue nikahnya nggak nunggu di jebak nyokap gue dong," gumam Bara yang tersenyum ceria teringat istrinya yang begitu telaten mengurusnya.
-
-
" Bang Ke ..., kalau ngomong jangan suka asal. Siapa juga yang seperti orang gila ..., gue itu lagi bahagia karena selalu dapat jatah dari ibu negara. Loe mana tau rasanya sudah punya istri semua di siapin ...., di urusin dan di layanin. Pokoknya T O P banget," ucap Bara mengompori Kenzo yang memang belum menikah dan masih jomblo itu.
" Sudahlah ..., percuma saja ngomong sama loe. Flashdisk nya mana biar aku cek dulu ..., takutnya ada yang belum bener," Kenzo meminta flashdisk yang buat presentasi nanti.
" Flashdisk bokep gue nggak bawa ..., sekarang gue praktek sendiri dengan istri gue dengan berbagai macam gaya jadi udah nggak perlu nonton film bokep lagi. Lebih asyik main sama istri sendiri ," ucapan Bara membuat Kenzo sahabatnya semakin kesel.
" Loe bisa diem nggak ..., gue lagi serius sebentar lagi meeting di mulai. Dan loe masih ngomong hal hal yang kasat mata buat gue ..., sini cepetan kasih flashdisk nya ke gue," Kenzo mengambil flashdisk yang ada di tangan Bara.
" Santai saja bro ..., loe itu cepet banget naik darah. Ingat loe belum nikah ..., jangan bikin badan loe sakit," Bara kemudian duduk dan menunggu Kenzo menyelesaikan pekerjaannya.
Setelah Kenzo mengecek berkas yang akan di gunakan untuk presentasi mereka pun menuju ruang meeting dan di sana beberapa client dari perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan Bara.
__ADS_1
-
-
" Alhamdulillah ..., meeting kita berjalan lancar dan client kita dari beberapa perusahaan tadi terlihat sangat puas dengan hasil kerja perusahaan kita," Bara menepuk pundak Kenzo asisten sekaligus sahabatnya yang selalu mendampinginya dari nol.
" Terima kasih bro ..., loe sangat berperan penting dalam kemajuan perusahaan kita. Bulan depan gue kasih bonus buat loe ...," lanjut Bara yang sudah duduk di kursi kebesarannya.
" Sama sama ..., gue juga berterima kasih sama loe karena telah percaya sama gue dan menjadikan gue asisten loe ..., dan sekarang kehidupan keluarga gue sangat sejahtera," Kenzo yang dulunya hanya anak dari seorang karyawan perusahaan sekarang menjadi petinggi perusahaan otomatis pundi pundi kekayaan Kenzo sudah lumayan banyak dan nilainya miliaran. Bahkan Kenzo sudah memiliki saham dua puluh persen di perusahaan Bara dan lima belas persen di perusahaan Rafa sahabatnya juga.
Dan Kenzo benar benar sudah mengangkat derajat orang tuanya serta memberikan pendidikan yang terbaik buat adik semata wayangnya yang sekarang sedang kuliah di London.
" Oh ya ..., ini ada titipan bekel makan siang dari bini gue ..., ini buat loe dan ini buat gue," Salju sengaja membawakan dua bekel agar suaminya tidak makan sendirian di kantor.
" Masakan bini loe enak juga ..., pantesan loe tambah lengket sama bini loe," Kenzo memuji masakan Salju istrinya Bara yang memang benar benar enak.
" Bini gue itu untuk urusan dapur sumur kasur itu memang ahlinya. Belum lagi kalau loe tau bagaimana mandirinya bini gue ..., yang merintis usahanya sendiri dari nol dan sekarang sudah berkembang pesat. Padahal bokapnya itu orang kaya raya tapi dia bukan tipikal orang yang suka membanggakan kekayaan bokapnya,"
" Perusahaan yang sekarang di pegang Rafi adalah perusahaan bokapnya Salju ..., tapi karena Salju belum siap jadi Rafi bantuin Om nya untuk mengurus perusahaan keluarga Wijaya," ucap Bara yang juga sangat kagum dengan kepribadian istrinya ..., Salju Aurora.
" Gue juga salut sama bini loe ..., yang mau menerima loe sebagai suaminya. Apa juga yang bisa di banggakan dari seorang Bara putra Dirgantara ..., kalau loe dapetin Salju itu anugerah tapi ..., Salju dapetin loe itu musibah," Kenzo mengatakan hal yang tidak sepenuhnya salah karena memang dari segi kekayaan saja keluarga Bara masih jauh di bawah perusahaan mertuanya.
" Eh loe itu kalau ngomong itu yang enak di dengar ngapa ..., bang Ke loe. Tapi bener juga yang loe katakan tapi nggak apa apa biar menjadi motivasi buat gue agar perusahaan gue bisa lebih maju lagi," ujar Bara yang membenarkan ucapan sahabatnya.
" Gue bercanda bro ..., jangan di masukin hati. Gue minta maaf kalau menyinggung perasaan loe ," Kenzo menyesal telah bercanda kelewatan.
🤦🤦🤦
__ADS_1
Yah Bang ke ngomongnya gitu ..., untung bos Bara nggak marah ...