
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Selamat membaca .....
" Bahagia berumah tangga itu bukan karena berapa banyaknya jumlah uang yang diberikan oleh suami kita atau karena kecantikan yang dimiliki oleh istri. Bahagia itu ada karena saling menghargai satu sama lain, saling menghormati satu sama lain, saling jujur , saling memaafkan dan saling mendoakan "
*
*
*
*
*
Kehidupan rumah tangga Salju dan Bara selalu terlihat bahagia karena baik Salju ataupun Bara selalu berusaha mengendalikan ego mereka dan juga menjaga hati mereka.
Kalau mereka tidak pernah ada masalah atau selisih paham itu bohong ..., berbicara dari hati ke hati membuat mereka semakin memahami satu sama lain.
Keterbukaan diantara mereka menjadi pintu untuk membuka jalan keluar saat ada masalah atau salah paham diantara mereka.
Hal hal kecil pun bisa jadi pemicu timbulnya masalah kalau satu sama lain tidak terbuka. Sehingga timbul salah paham ..., dan rasa curiga yang berlebihan.
-
-
-
-
__ADS_1
" Yang ...., sayang ..., kebutuhan dapur dan keperluan rumah sudah pada habis. Nanti kita ke Mall ya buat belanja," Salju meminta Bara untuk menemaninya belanja keperluan rumah dan kebutuhan dapur.
" Kayaknya kerjaan aku masih banyak sayang ..., bisa di undur besok aja nggak belanjanya atau kita belanja on line saja," Bara yang masih harus menyelesaikan pekerjaannya yang masih banyak karena istrinya nggak mau di tinggal dan di ajak ke kantor juga nggak mau membuat Bara serba salah.
" Ya udah kalau kamu lebih milih kerjaan kamu ..., biar aku ngajak bik Surti dan mang Ujang saja buat nemenin aku belanja di Mall," Salju salah paham dengan maksud baik Bara.
" Bukan begitu juga sayang ..., kamu jangan salah paham gini dong. Bukannya aku nggak mau nemenin kamu belanja ..., kamu lihat sendiri kan tumpukan berkas yang harus aku periksa dan tandatangani,"
" Gini aja ..., berkas yang harus sekarang harus selesai biar aku selesaikan dulu dan yang bisa buat besok aku selesaikan nanti malam. Tunggu sebentar biar aku beresin dulu kerjaan aku baru kita belanja ke Mall ..., oke,"
Bagi Bara marah marah nggak akan nyelesein masalah bisa bisa Salju tambah marah dan tersinggung karena kondisinya yang sedang hamil sangat sensitif sekali.
" Maafin aku ya ..., hari ini aku sangat egois nggak mau ngertiin kamu. Sebenarnya aku hanya ingin jalan jalan sama kamu menikmati waktu berdua bersama kamu ," Salju yang merasa bersalah karena sikapnya yang egois membuat Bara harus bekerja di rumah.
" Lho kok malah nangis ..., sini sayang dengerin aku ya. Kamu adalah prioritas utama bagiku jadi jangan pernah merasa bersalah kalau kamu memang ingin menghabiskan waktu berdua sama aku. Karena kamu berhak untuk itu ....," Bara memeluk Salju istrinya dan mengusap punggung istrinya.
" Kamu nggak marah sayang ... ?" Salju bertanya pada Bara.
Sebenarnya Bara sedikit kesal dengan sikap istrinya tapi balik lagi Salju yang sedang hamil berbeda seratus delapan puluh derajat daru sebelum hamil.
" Nggak kok ..., kan aku sudah bilang tadi istri cantikku adalah prioritas utama buatku ..., sekarang biar aku kelarin dulu kerjaan aku nanti kita ke Mall ngajak bik Surti dan mang Ujang juga ...," Bara berusaha tenang menghadapi istrinya yang emosinya suka naik turun semenjak hamil.
" Aku mau nungguin kamu di sini ..., boleh kan sayang ," ujar Salju.
" Boleh banget ..., kalau kamu capek duduk tiduran saja ya. Kalau bosen bilang sama aku ...," pesan Bara pada Salju istrinya.
Hampir dua jam Bara mengerjakan pekerjaannya sambil sesekali video call dengan Kenzo kalau ada hal penting yang memang harus Bara yang mengatasi.
Saat melihat ke samping Bara tersenyum melihat Salju istrinya tertidur pulas karena kecapekan nungguin Bara bekerja.
" Kamu itu aneh sayang ..., harusnya kamu ngga usah bingung belanja kebutuhan rumah dan dapur orang kamu juga punya supermarket tinggal bilang dan bayarnya langsung transfer ke rekening perusahaan kamu,"
__ADS_1
Bara menggendong Salju istrinya dan menidurkan istrinya di atas ranjang king size nya. Kemudian dia melihat catatan kebutuhan rumah dan dapur yang sudah habis dan langsung menghubungi pihak supermarket untuk mengantarkan ke rumah nya.
Dan hampir dua jam Salju tertidur pulas sampai menjelang sore hingga Bara berusaha membangunkan Salju dengan lembut.
" Bangun sayang ..., sudah hampir sore katanya mau jalan jalan ke Mall ," Bara berusaha membangunkan Salju.
" Mandi yuk ..., aku sudah nyiapin air hangat di bathtub untuk kita mandi," Bara sangat pandai menaklukkan hati Salju saat sedang marah.
" Gendong ..., " Salju sangat senang di gendong Bara suaminya yang badannya kekar dan sangat menjaga kebugaran tubuhnya.
" Baiklah tuan putri ..., " Bara menggendong Salju istrinya menuju kamar mandi dan mereka pun melepaskan pakaian yang melekat di tubuh mereka dan dengan tubuh polos mereka masuk ke dalam bathtub dan saling mencumbu hingga mereka melakukan apa yang memang tidak mereka rencanakan.
Salju yang ada di atas Bara memimpin permainan panas mereka dengan sangat liar seperti singa kelaparan dan Bara pun tidak mau istrinya capek sendirian. Bara meremas gundukan yang menjadi candu nya dan tanpa aba aba menyusu seperti bayi yang kehausan.
Salju semakin bergairah karena Bara suaminya membuat area bawah menjadi banjir bandang dan siap di masuki ular piton milik Bara suaminya yang tegak lurus begitu perkasa.
Saat ular piton milik suaminya berlahan masuk ke goa di tengah hutan rimba miliknya Salju merasa terbang ke awan bersama kenikmatan yang begitu luar biasa.
Mereka berdua semakin liar seiring gairah yang semakin membuncah menambah panas permainan mereka. Bara nggak menyangka Salju istrinya yang dulu begitu malu malu saat awal awal berhubungan badan dengannya sekarang sangat liar dan membuat Bara ketagihan untuk selalu memasukkan ular pitonnya ke dalam goa di tengah hutan rimba milik istrinya.
Teriakan merdu mereka menandakan permainan mereka sudah mencapai klimaksnya dan Bara menyemburkan lahar panasnya di dalam rahim Salju istrinya.
" Sayang ..., aku capek sekali. Tapi nanti malam aku minta lagi ...," Salju dengan malu malu mengatakan permintaannya pada Bara suaminya.
" Iya ..., ular pitonku juga sangat senang saat memasuki goa milik kamu dan merayap di tengah goa milik kamu yang begitu menggairahkan," perkataan Bara membuat Salju semakin malu.
" Enak ya sayang ..., sampai kamu minta terus, tapi aku suka ternyata istri kesayanganku liar sekali saat main di atas," ucap Bara.
Sontak saja Salju sang istri wajahnya semakin merah merona menahan malu karena ulah suaminya.
" Sudah ih ..., aku malu sayang jangan ngomongin itu lagi ," ucap Salju dengan malu malu.
__ADS_1
" Ya sudah ..., sekarang kita siap siap siap dulu. Katanya mau jalan jalan ke Mall ,' Bara mencium kening istrinya kemudian menggendong istrinya keluar dari kamar mandi.
Salju dan Bara yang badannya hanya terlilit handuk menuju ruang ganti untuk berganti pakaian yang santai tapi rapi untuk jalan jalan ke Mall.