
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
" Jika kamu ingin merubah hidupmu maka mulailah dengan merubah cara berpikirmu ...., otak kita adalah senjata paling jitu untuk mengubah hidupmu. Maka kendalikan otak kita jangan sampai otak kita mengendalikan kita. Kalau itu sampai terjadi maka tamatlah hidup kita ..., Stay positif Jangan pernah over thinking. Hidup kita ke depan di tentukan oleh sikap kita sekarang "
*
*
*
*
*
" Oh my God Salju kutub Utara yang bener saja kita belanja di tempat seperti ini ...., Tuhan ampuni dosa dosa hamba Mu ini yang sangat tampan," Bara yang belum pernah menginjakkan kakinya di pasar tradisional merasa kikuk dan juga jijik saat ada air genangan yang kotor dan berwarna kehitaman.
" Eh ..., suamiku sayang si manusia bar bar yang namanya pasar tradisional menang seperti ini kondisinya. Nggak usah banyak protes, kalau nggak mau ikut masuk ya sudah di sini saja nungguin aku sampai kelar belanja," Salju pun meninggalkan suaminya di tempat parkir tapi Bara akhirnya mengikuti Salju masuk ke dalam pasar tradisional yang memang terkesan kotor dan sangat semrawut penataannya.
" Sayang ...., kamu ngapain sih pakai belanja di tempat seperti ini. Kalau pun kamu belanja di supermarket tiap hari nggak akan bikin kita miskin," Bara mengomel sepanjang menemani Salju belanja yang telaten banget nawarnya.
" Udah Bu ..., semuanya berapa biar saya saja yang bayar," Setelah penjual bilang berapa yang harus di bayar kemudian Bara memberikan uang pembayarannya pada si pedagang.
" Ini kembaliannya den ..," penjual itu memberikan kembalian pada Bara tapi Bara menolaknya dan memberikan kembali pada penjual sayuran tadi.
" Kembaliannya buat ibu saja," Bara kemudiaan mengikuti Salju yang begitu lincah berjalan menyusuri lorong pasar.
" Gue heran ..., bini gue itu anak konglomerat tapi nggak ada canggung canggungnya masuk pasar tradisional dan hampir semua pedagang mengenal bini gue," Batin Bara sambil membawakan semua belanjaannya istrinya.
__ADS_1
Bara yang memang berperawakan bak artis terkenal dengan tinggi badan 185 dan badannya yang proposional membuat yang melihatnya terpesona apalagi Salju selalu mengandeng tangan suaminya karena suaminya banyak yang memperhatikan dan mencubit gemes pada suaminya dan parahnya lagi banyak yang minta foto dengan suaminya.
Setelah hampir satu jam Salju dan Bara keluar dari pasar dengan menenteng belanjaan mereka.
" Tuh kan badan kamu jadi merah merah gini ...., tadi di bilangan nggak usah ikut aja nggak mau. Udah deh lain kali kalau aku mau belanja sayuran ke pasar kamu nggak usah ikut," Salju pun cemberut karena suaminya seolah biasa
saja dan tidak menghiraukan rengekan istrinya.
" Awalnya aku ragu ragu ikut masuk ke pasar ternyata menyenangkan juga berbaur dengan para pedagang dan pembeli yang sibuk menawar harga yang menurut aku sudah sangat murah," ucap Bara sambil memasukkan belanjaan istrinya ke bagasi mobilnya.
" Kamu lagi nyindir aku ya ..., wajar kan kita beli terus nawar kalau merasa sedikit mahal kan lumayan lima ratus kali sekian bisa di masukin celengan di dapur," Salju menjadi gemes dengan Bara yang bukannya kapok malah merasa senang ikut belanja dengan Salju di pasar tradisional yang lumayan dekat dengan rumah mereka.
" What's ..., kamu bikin celengan di dapur kita. Ya Allah Tuhanku ...., apa uang dari suamimu ini kurang banyak sayang, sampai sampai uang lebihan belanja kamu celengin juga," Bara memandangi istrinya dengan wajah sedikit marah.
" Sayang jangan marah ..., aku nggak bermaksud menyinggung perasaan kamu. Aku hanya membiasakan diri untuk hidup sederhana dan uang yang kamu berikan padaku lebih dari cukup,"
" Memangnya kalau aku berhemat itu salah ya ..., mama selalu ngajarin aku untuk menggunakan uang secukupnya saja. Dan selebihnya bisa kita tabung ...," Salju hanya menunduk karena takut suaminya masih marah padanya.
" Kok kamu nanya gitu ..., pastinya aku akan selalu ada di samping kamu, mendampingi dan menemani kamu dalam suka maupun duka ..., jadi jangan pernah tanyakan itu lagi padaku itu sama saja kamu nggak percaya sama aku dan menuduh aku materialistis ..., uang itu bisa kita cari tapi ketulusan nggak akan pernah datang dua kali," jawab Salju sambil menggenggam tangan Bara suaminya.
Bara tidak menyangka pernikahan yang awalnya karena jebakan dari mamanya mendatangkan berkah yang luar biasa. Bukan karena istrinya anak konglomerat yang kaya raya tapi ketulusan dan kepribadian istrinya yang mungkin tidak akan dia dapatkan dari wanita lain di luaran sana.
" Terima kasih ya sayang ..., maafin aku ya kalau belum bisa memberikan kamu kebahagiaan tapi aku akan bekerja keras agar anak Istriku kelak tidak akan merasakan kesusahan seperti yang pernah aku rasakan dulu saat papaku harus memulai usahanya dari nol lagi akibat gulung tikar," Bara merasa sedih saat teringat kembali bagaimana dulu saat papanya bangkrut dan harus memulai lagi dari nol.
Salju memeluk Bara suaminya dan berusaha membuat Bara merasa lebih tenang dan melupakan masa masa sulitnya.
" Kita pulang yuk ..., badan kita bau amis tadi kelamaan di tempat penjual ikan basah. Nanti kalau sudah sampai rumah aku masakin kamu masakan spesial dan pastinya kamu akan suka," Salju mencium pipi Bara dan membuat Bara tersenyum melihat tingkah istrinya.
__ADS_1
" Baiklah kita pulang dan terima kasih sudah mengajak aku ke tempat yang menyenangkan ini," Bara menggoda istrinya dan Salju pun tau menyenangkan yang di maksud suaminya.
" Bilang saja kamu senang karena menjadi pusat perhatian dan artis dadakan di pasar tadi," Salju mencubit pinggang suaminya dan membuat Bara tertawa karena istrinya masih kesal dengan kejadian di dalam pasar tadi.
" Aku sudah di kasih bidadari surga ...., nggak mungkinlah nyari perempuan lain yang bau neraka," Bara mencubit pipi istrinya yang mulai kelihatan chubby setelah hampir dua bulan menikah dengannya.
" Gombal terus ..., kapan sampai rumahnya," Salju yang wajahnya sudah merah merona karena gombalan suaminya mengalihkan pembicaraan.
" Muka kamu kenapa ..., kok merah merona. Pasti karena rayuan maut manusia bar bar suami kamu yang tampan ini kan," Bara semakin senang menggoda istrinya yang malu malu tapi mau.
" Sayang ..., kamu ngerasa nggak kalau kita seperti ABG yang baru jatuh cinta. Rasanya dunia ini hanya milik Salju dan Bara ..., " Bara yang sebelum menikah bukan tipikal orang yang banyak bicara pada wanita wanita yang dia kenal ataupun mendekatinya. Tapi setelah menikah dengan Salju Bara sangat senang menggoda istrinya meskipun istrinya sedikit bar bar tapi hatinya begitu lembut dan mudah tersentuh.
-
-
-
" Kita mandi bersama ya ..., biar sekali dayung dua tiga pulau terlampaui," Bara sebenarnya hanya modus saja agar istrinya mau mandi bersama dengannya.
Salju pun menuruti keinginan suaminya karena memang badannya sudah lengket dan bau amis karena tadi agak lama di tempat penjual ikan basah.
" Cuma mandi doang kan ..., ?" tanya Salju melihat suaminya yang begitu antusias ingin mandi bersama.
" Iya ...., kalau nggak khilaf nanti," ucap Bara yang langsung menggendong Salju masuk ke dalam kamar mandi.
Bara yang melihat tubuh istrinya terbungkus kain saja tergoda apa lagi istrinya nggak pakai bungkusan apa jadinya.
__ADS_1
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
" Bara bilang saja kalau mau minta jatah ...., pakai modus segala "