Parodi Cinta Salju Dan Bara

Parodi Cinta Salju Dan Bara
Chapter 31


__ADS_3

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


" Dalam sebuah perjalanan hidup pasti ada kalanya kita tersandung ...., terjatuh ...., dan mungkin kehilangan arah tujuan. Tapi kalau kita bisa mengambil hikmah dari itu semua ...., kita akan menjadi pribadi yang kuat dan pantang menyerah untuk terus mendaki menuju puncak kesuksesan "


*


*


*


*


*


Hidup itu tidak semulus yang kita bayangkan tapi terkadang kita harus merasakan sakit hati , salah paham dan juga beda pendapat dengan orang orang di sekeliling kita bahkan orang terdekat kita. Dan itu semua wajar adanya karena jangankan dengan orang lain dengan diri kita sendiri saja kita sering tidak sejalan antara hati dan pikiran.


Dan itulah kenapa saling memahami kekurangan dan ketidaksempurnaan masing masing menjadi kunci agar kita bisa berjalan beriringan tentunya harus ada komunikasi yang baik dan kejujuran dalam sebuah hubungan itu sangatlah penting.


Seperti halnya Salju dan Bara yang notabenenya mereka punya kepribadian dan sifat yang sangat bertolak belakang. Mereka selalu berusaha untuk berbicara tentang hal-hal yang mereka sukai dan yang mereka tidak sukai. Meskipun terkadang ada rasa kesal dan juga sakit hati karena merasa terabaikan dan tersinggung dengan ucapan salah satu diantara mereka.

__ADS_1


-


-


-


" Sayang ..., besok aku ada urusan pekerjaan di luar kota. Ikutlah denganku ..., dari pada kamu kesepian di rumah. Kali ini kamu bukan hanya ibu negara tapi juga sekretaris pribadiku ..., oke sayang," Bara sengaja mengajak Salju untuk menyelesaikan urusan kerja sama dengan perusahaan xx ..., di luar kota.


" Kok sekretaris pribadi ..., memangnya kamu keberatan ya ngajak aku ke luar kota," Salju sedikit kesal dengan perkataan Bara suaminya.


" Jangan suka tensi ..., kamu pikirin aja kalau aku lagi ada meeting dan kamu tinggal di kamar hotel sendirian pasti kamu kesepian karena nggak ada suamimu yang tampan ini. Lagian kamu juga sering bantuin aku kan ..., jadi itu bukan pekerjaan yang sulit. Anggap saja kamu lagi mendampingi suami kamu yang super tampan dan pengertian ini," Bara mencubit hidung mancung istrinya yang masih cemberut karena tidak terima dengan perkataannya tadi.


" Kamu masih curiga sama aku ..., apa sedikitpun nggak ada kebaikan yang kamu lihat dariku selain sisi burukku," Bara sedikit meninggikan nada bicaranya.


" Lho kamu kok marah ..., aku kan nggak ada maksud curiga sama kamu. Aku punya alasan kenapa ngomong seperti itu ..., kamu nggak tau kan dari awal menikah dengan kamu sampai hampir satu tahun pernikahan kita. Banyak sekali perempuan perempuan kasat mata yang datang ke kantor ku dan meminta aku nglepasin kamu ..., dan mereka mengaku sudah berhubungan intim dengan kamu,"


" Tapi aku nggak pernah memperdulikan itu semua ..., dan bagaimana pun aku seorang wanita biasa yang punya hati dan rasa sakit hati. Dan selama kamu di luar kota tanpa aku ...., karena kondisiku yang tidak memungkinkan. Aku sangat khawatir dan was was ..., jangan jangan di sana ada juga wanita wanita lain yang berusaha menggoda dan mendekati suamiku," lanjut Salju dengan netra yang sudah siap mengeluarkan buliran beningnya.


" Maafin aku ya ..., karena masa laluku kamu jadi dihantui rasa curiga dan nggak nyaman saat aku berada jauh darimu. Tapi dari awal aku sudah mengatakan pada kamu ..., aku memang suka datang ke bar dan tempat hiburan malam tapi demi Tuhan ..., aku hanya nongkrong berkumpul bersama Kenzo dan juga Twins R tanpa menyentuh wanita abal abal yang ada di sana," Bara berusaha meyakinkan Salju bahwa dirinya bukanlah seperti yang dia pikirkan saat ini.

__ADS_1


" Aku percaya sayang ..., aku hanya risih tiap kali ada wanita lain yang mendekati kamu. Karena aku nggak suka barang yang sudah menjadi milikku di pandang apa lagi sampai di sentuh orang lain," Salju menunjukkan sisi lainnya sebagai seorang istri yang posesif dan akan menjadi singa betina yang sedang kelaparan kalau ada yang menyentuh milik pribadinya apa lagi suaminya yang sangat dia cintai.


" Oke ..., terus aku mesti gimana lagi. Aku nggak mau istriku yang cantik ini marah marah kan kasihan calon baby kita ..., slow down ya sampai kapanpun tidak akan pernah ada wanita lain di hati suamimu ini. Kamu tau kenapa ..., karena hati aku sudah menjadi hak milik Salju kutub Utara istriku yang cantik jelita ini dan sudah teken kontrak sampai maut memisahkan kita," ucapan Bara memberikan ketenangan tersendiri di hati Salju karena selama menjalani kehamilan yang sudah masuk bulan ke lima Salju menjadi lebih sensitif sekali.


" Nah kalau tersenyum gitu kan cantiknya bertambah lima ratus persen ..., jangan bahas masalah wanita abal abal di luaran sana lagi ya. Nanti kamu sedih lagi ..., sekali lagi aku minta maaf ya karena masa laluku yang buruk menjadi duri dalam perjalanan pernikahan kita," Bara memeluk Salju istrinya dengan penuh kehangatan membuat sang istri selalu merasa nyaman setiap berada di pelukan Bara suaminya.


Salju melonggarkan pelukannya setelah beberapa saat berada di pelukan hangat suaminya. Salju mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Bara suaminya.


" Maafin aku ya ..., mungkin aku egois tapi aku benar benar takut kehilanganmu. Dan aku merasa semenjak awal kehamilanku ..., aku merasa lebih sensitif dan sangat mudah marah. Dan terima kasih karena kamu sudah sangat sabar menghadapi perubahan emosiku yang naik turun," Salju kembali merasa sedih karena dia merasa merepotkan Bara suaminya yang begitu sabar menghadapinya.


" Lho kok nangis lagi ..., aku nggak apa apa. Dan aku juga memaklumi sikap kamu dan emosi kamu yang naik turun. Karena memang itu bawaannya orang hamil ..., dan satu lagi kamu adalah wanita hebat dan luar biasa karena mau menerima aku dengan lapang dada meskipun kamu tau keburukan ku sebelum menikahi kamu," Bara terkadang merasa kewalahan dengan sikap istrinya yang tidak menentu tapi dia sadar bahwa sebenarnya istrinya itu orang yang paling sabar menghadapinya dengan semua masa lalunya yang terus saja menghantui kehidupan rumah tangganya.


Bara memeluk istrinya lagi dan membuat hati istrinya kembali tenang. Karena hanya dengan memeluknya ...., Salju bisa kembali tenang. Dan Bara akan berusaha membuat istrinya tersenyum lagi.


" Sayang ..., boleh nggak aku minta jatah malam ini. Burung kesayanganku sudah on air minta masuk ke dalam sangkar kenikmatan yang selalu menjadi candu. Apa kamu juga menginginkannya ? Aku sungguh merindukan goa di tengah hutan belantara punya kamu ..., boleh ya sayang," Bara merajuk seperti anak kecil yang meminta mainan pada ibunya.


" Boleh nggak ya ....," Salju menggantung jawabannya ...


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


" Curiga ...., No. Waspada ...., yes "


__ADS_2