
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Selamat membaca .....
" Kalau ada masalah besar dikecilin ..., dan masalah kecil diilangin aja. Jangan membesar besarkan masalah kecil "
*
*
*
*
*
Salju sudah siap berangkat ke luar kota untuk mengikuti perjalanan bisnis bersama Bara suaminya dan Kenzo sang asisten pribadi suaminya.
Mereka sengaja membawa sopir pribadi agar perjalanan mereka lebih nyaman. Dan Kenzo sebenarnya sudah mengajak sang istri untuk ikut bersamanya tapi Winda ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan selama beberapa hari ini.
" Masuklah dulu ..., biar barang bawaannya aku yang bawa. Kalau kamu nanti merasa capai bilang saja biar nanti kita berhenti di tempat yang senyaman mungkin buat bumilku yang makin cantik ini," pesan Bara pada Salju istrinya.
" So sweet banget sih suamiku ..., jadi makin Love You deh," Salju mencium pipi suaminya dan Kenzo yang melihat adegan live di depannya merasa kesal.
" Gue tau loe berdua memang pasangan super mesum ..., tapi nggak di depan gue juga kali," Kenzo menyindir Salju dan Bara yang semakin hari semakin mesra saja.
" Bilang aja loe itu ngiri sama gue ..., secara bini gue itu super duper perhatian sama gue," Bara mengejek Kenzo karena memang Winda bukanlah tipikal istri yang suka memuji suaminya.
" Mana ada gue ngiri sama loe ..., bini gue itu meskipun kelihatannya tomboi tapi dia pinter nyenengin hati gue," Kenzo pun nggak mau kalah dari Bara yang selalu saja membanggakan Salju istrinya.
" Kalian bertengkar saja ..., terus kita kapan berangkatnya ," Salju merasa geram dengan kelakuan bos dan asisten pribadi yang sama sama somplaknya.
__ADS_1
" Loe sih ..., sukanya mancing mancing di air keruh. Dapet ikan kagak ..., disemprot bumil cantik iya ," Bara menggerutu sambil masuk ke dalam mobil dan duduk manis di samping istrinya.
" Ayo mang kita berangkat ..., bapak negara dan ibu negara sudah nggak sabar pengen sampai di hotel. Kita berdua mah cukup jadi obat nyamuk saja ..., bukan begitu mang," Kenzo memberikan instruksi pada mang Ujang untuk segera berangkat.
" Si Aden bisa saja ..., kalau mamang mah nggak mau jadi obat nyamuk atuh den ...., kan panas atuh den Kenzo," mang Ujang dengan polosnya menjawab pernyataan Kenzo.
Salju dan Bara tertawa mendengar ucapan mang Ujang yang terlalu polos padahal mereka sangat tau maksud perkataan Kenzo pada mang Ujang.
" Sudahlah bang ke ..., loe harus ikhlas. Lagian kemarin gue pan udah nawarin loe untuk bawa bini loe saking baik hatinya gue sama loe," Bara memang sudah meminta Kenzo untuk membawa istrinya juga buat nemenin Salju tapi Winda nggak bisa pergi karena tidak bisa meninggalkan pekerjaannya.
-
-
-
" Apa kamu capek sayang ..., sini aku pijitin," Bara memijit kaki Salju yang kelihatannya sedikit bengkak karena terlalu lama duduk di mobil.
" Kan marah marahnya bukan maunya bumilku yang super cantik ini ..., dan kenapa juga aku harus marah marah sama kamu. Kamu sekarang sedang berjuang mengandung calon anak kita ..., bagi aku yang penting kamu selalu sehat dan happy," ucap Bara.
" Ya udah ..., biar aku siapkan air hangat dulu. Tunggu sebentar jangan tidur dulu ...," Bara menyiapkan air hangat di bathtub untuk mandi sang istri.
Bara menggendong Salju istrinya menuju ke kamar mandi dan mereka pun akhirnya mandi bersama menikmati air hangat plus aroma terapi yang membuat tubuh mereka menjadi lebih rileks dan fresh.
" Ah ..., segarnya. Sayang aku laper ..., boleh nggak aku makan mie instan kayaknya lezat sekali ," Salju meminta ijin dulu pada Bara suaminya ..., karena Bara sangat overprotektif padanya soal apapun apa lagi masalah makanan yang akan dia makan.
" Kamu sayang nggak sama calon baby kita ..., kalau kamu sayang sama calon baby kita kamu harus makan makanan yang sehat yang higienis. Nanti aku pesankan makanan yang pasti kamu suka ...,Oke sayang," Bara berusaha membujuk istrinya dengan lembut agar sang istri nggak merasa tersinggung.
" Baiklah Sayang ..., aku nurut sama kamu aja biar calon baby kita selalu sehat dan juga kuat di dalam sana," Salju pun menurut pada Bara suaminya.
" Good girl ..., sebentar ya sayang makanannya lagi OTW ke sini," Bara mengusap pipi istrinya yang sangat lembut seperti kulit bayi.
__ADS_1
Salju hanya mengangguk sambil senderan di kepala ranjang king size yang sangat nyaman dengan selonjoran kaki.
Beberapa saat kemudian petugas hotel mengetuk pintu kamar Salju dan Bara untuk mengantarkan makanan pesanannya.
" Nah ..., ini makanan sehat buat bumil yang makin bohay dan menggoda imanku. Apa kamu suka sayang ...," Bara sengaja memesan semua makanan kesukaan istrinya dan membuat Salju terharu.
" Wah ..., ini semua makanan kesukaanku. Darimana kamu tau ..., padahal aku nggak pernah bilang sama kamu apa saja makanan kesukaanku," Salju sangat antusias untuk menikmati hidangan istimewa yang dipesan oleh suaminya. Tapi dia malas untuk makan sendiri dan pengin disuapin sama Bara suaminya.
Selama hamil dari tri semester pertama sampai masuk tri semester kedua ..., Salju memang tidak pernah minta makanan yang di luar nalar. Hanya saja Salju lebih sensitif dan moodnya naik turun ...., dan terkadang Salju marah marah nggak jelas pada Bara suaminya.
Dan Bara hanya bisa diam kalau istrinya sudah mulai ngoceh nggak jelas ...., dan tiba tiba marah tanpa alasan yang jelas. Bara akan memeluk Salju istrinya agar istrinya merasa lebih tenang dan nyaman di dalam pelukannya.
" Kok cuma diliatin ..., aku suapi ya. Atau kita makan sepiring berdua saja gimana ?" tanya Bara yang melihat istrinya hanya diam menatap makanan yang ada di depannya.
" Aku maunya disuapin sama kamu ....," Salju merajuk minta disuapi Bara. Dan Bara pun sangat gemes karena istrinya sekarang menjadi super manja.
" Baiklah ibu negara ..., Bara selalu siap melayani anda. Ayo buka mulutnya ...., ha dulu," Bara menyuapi sang istri dengan telaten dan sesekali mengajak istrinya bercanda.
" Alhamdulillah ..., akhirnya selesai habis juga makanannya. Kamu mau nambah lagi ?" Bara bertanya pada istrinya.
" Enggak ah ..., aku udah kenyang sayang. Kamu aja yang makan lagi tadi kan kita sepiring berdua takutnya kamu belum kenyang," Salju meminta Bara untuk makan lagi tapi Bara nggak mau.
" Aku juga sudah kenyang ..., biarin aja nanti di ambil oleh petugas hotel ..., nggak usah dirapihkan," Salju yang nggak pernah bisa diem dan hidupnya sangatlah rapi tidak bisa melihat ada berantakan sedikitpun.
" Kamu tau nggak setiap hari aku melihat kamu ..., kamu tiap hari bertambah cantik dan aura kecantikannya keluar dari hati kamu yang lembut dan begitu tulus," Bara memuji istrinya yang selalu terlihat cantik meskipun tanpa makeup ..., benar benar natural.
" Udah ..., nggak usah nggombalin aku terus mendingan kita pelajari berkas berkas yang akan kita gunakan untuk meeting besok," Salju mengalihkan pembicaraan dengan wajah yang merah merona karena malu di gombalin sama Bara suaminya.
" Cie cie cie ...., yang shay shay kitty. Tapi aku suka ...," Bara pun menggoda istrinya.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
" Bahagia itu bukan barang dagangan yang mudah di beli dengan uang. Tapi ..., bahagia itu kita yang buat ..., bukan di kejar ..., di cari. Karena bahagia itu tergantung dari mindset kita pola pikir kita ..., maka ubahlah pola pikir kita menjadi positif ..., "