Parodi Cinta Salju Dan Bara

Parodi Cinta Salju Dan Bara
Chapter 27


__ADS_3

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Selamat membaca .......


" Bersyukurlah dengan apa yang sudah kitas punya saat ini dan juga bersyukurlah dengan apa yang belum kita punya saat ini "


*


*


*


*


*


Obrolan para lelaki terhenti karena teriakan istrinya manusia bar bar yang seperti Tarzan di dalam hutan.


" Parah istri loe manusia bar bar ..., suaranya sungguh membuat gendang telinga kita porak poranda. Tapi serasi dengan loe si manusia bar bar ...," ucap Zafran dan di ikuti tawa ketiga teman Bara.


" Jangan liat casingnya doang ..., gue sangat tau isinya jadi loe semua nggak usah ngetawain gue," Bara membawa udang bakar kesukaan Salju istrinya.


Kenzo dan Twins R yang tau persis bagaimana Salju sangat salut pada Bara yang sangat perhatian dan juga memprioritaskan Salju tanpa harus menjaga imagenya di depan teman temannya dengan menerima semua kekurangan Salju yang bar bar tapi dia wanita mandiri dan akan sangat manja pada orang orang terdekatnya apalagi pada Bara suaminya.

__ADS_1


" Yang dapat panggilan dari ibu negara langsung gercep ...., pasti takut nggak di kasih jatah olah raga malam sama ibu negara," si Rafi menggoda Bara yang baru saja mengantarkan makanan untuk istrinya.


Dan giliran Zafran dan twins R mengantarkan makanan kesukaan istrinya masing masing. Sedangkan Kenzo hanya memandangi para sahabatnya dengan pasangan mereka.


Winda pun menjauh dari teman temannya yang sudah mempunyai pasangan dan menghampiri Kenzo yang masih setia duduk di kursi dekat kolam ikan hias di halaman belakang rumah Bara.


" Apa loe nggak mau ngasih sesuatu pada gue ..., gue juga laper. Loe jadi orang yang peka dikit kenapa sih, dari dulu nggak pernah berubah," Winda mencoba bicara dengan Kenzo.


" Tunggu di sini sebentar ..., gue ambilkan nila bakar kesukaan loe," Kenzo kemudian pergi ketempat bakar membakar tadi dan mengambilkan nila bakar dan sepiring nasi buat wanita wanita idamannya.


" Makanlah ..., nanti kalau udah dingin nggak enak lagi di makan," titah Kenzo pada Winda yang kini duduk berdampingan dengannya.


" Terima kasih ya ..., gue kira loe bakalan diemin gue dan nggak mau ngobrol lagi bareng gue," Winda kemudian menyantap nila bakar pemberian Kenzo orang yang selalu dia rindukan.


" Kok loe nggak makan ..., loe kan dari tadi sudah capek membakar ikan dan juga yang lainnya. Makanlah ..., gue suap ya, anggap saja kita sudah baikkan meskipun sebenarnya kita nggak pernah ada masalah apa pun,"


" Win ..., boleh kan gue jujur sama loe. Sebenarnya apa yang gue rasain saat jauh dari loe," Kenzo pun berusaha membuka obrolan serius dengan Winda.


" Ngomong aja ..., gue juga nggak bakalan marah kok sama loe," Winda memberi kesempatan Kenzo untuk mencurahkan isi hatinya.


" Sebelum gue selesai ngomong ..., loe jangan memotong apa yang akan gue obrolin ke loe dan setelah gue selesai ngomong ...., apa pun keputusan loe nanti gue terima dengan lapang dada dan gue harap kita masih bisa berteman seperti dulu," ucap Kenzo.


" Bagi gue sebenarnya nggak ada seorang wanita dan pria benar benar murni berteman ...., pasti salah satu berharap lebih dari sekedar hubungan pertemanan," ujar Kenzo

__ADS_1


" Dan gue akui ..., sejak pertama dekat dengan loe, gue merasa ada perasaan lebih sama loe meskipun gue belum tau pasti apa gue jatuh cinta sama loe atau sekedar terobsesi saja sama loe,"


" Gue akui ..., gue sering ngerjain loe, sering membuat loe marah dan kesal sama gue ...., agar gue nggak terlalu mikirin perasaan gue ke loe. Karena gue takut dan belum siap menyatakan isi hati gue ke loe," lanjut Kenzo.


" Dan juga gue ada tanggung jawab sama keluarga gue untuk membahagiakan mereka dulu ...., loe tau sendiri kan orang tua gue kerja sebagai karyawan perusahaan dengan gaji Alhamdulillah cukup untuk membiayai kehidupan keluarganya dan pendidikan anak anaknya,"


" Gue sangat beruntung karena bertemu Bara lagi dua bulan setelah lulus kuliah dan dia mengajak gue untuk membantunya merintis usahanya dan bisnisnya dari nol ...., sambil mengurus perusahaan papanya Bara yang baru saja mulai bangkit dari keterpurukannya,"


" Dan Alhamdulillah dari segi materi keluarga gue nggak pernah kekurangan lagi dan adik gue satu satunya juga sudah mau lulus S1 nya dari hasil keringat gue selama ini. Yang jelas bokap dan nyokap gue serta adik gue sudah bahagia,"


" Saatnya gue menjemput kebahagiaan gue ..., dan itu loe orang yang selama ini gue tunggu dan gue rindukan," ucap Kenzo.


Winda yang sebenarnya juga punya rasa yang sama dengan Kenzo dan Kenzo juga yang menjadi alasan Winda tetap menyendiri di saat kedua teman perempuannya sudah menikah dengan pria yang di cinta mereka.


" Apa loe serius dengan yang loe katakan ..., karena gue nggak mau loe mengatakan semua itu hanya untuk menyenangkan hati gue," Winda menghapus air matanya mendengar ungkapan hati Kenzo laki laki yang selalu bertahta di hatinya meskipun dia sering membuatnya naik darah.


" Yah ..., loe ini gimana sih. Gue sudah susah payah mengeluarkan isi hati gue masih juga loe bilang gue begitu ...., loe nggak asik banget sih," Kenzo sedikit kesal sama Winda.


" Eh ..., loe jangan ngegas dulu. Gue nanya begitu karena gue sebenarnya punya rasa yang sama kayak loe tapi gue gengsi ungkapin duluan ke loe," Winda dengan malu malu mengakui yang sebenarnya pada Kenzo.


" Pan udah gue bilang tadi ..., masa suruh ngulang lagi. Terserah loe ..., yang penting gue udah ungkapin perasaan gue loe," Kenzo berdiri dan hendak meninggalkan Winda kembali berkumpul dengan teman-temannya.


" Tunggu gue belum selesai ngomong ..., nggak peka banget sih ,"

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Kira kira apa sih yang akan Winda katakan ke Kenzo ... , Jadi penasaran ....


__ADS_2