Parodi Cinta Salju Dan Bara

Parodi Cinta Salju Dan Bara
Chapter 42


__ADS_3

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


" Tetaplah berbuat baik meskipun terkadang kita tidak menemukan orang yang baik ...., tapi percayalah suatu saat pasti ada orang baik yang mencari kita "


*


*


*


*


*


Setelah menidurkan Askara di tempat tidurnya, Salju pun menghampiri Bara suaminya untuk mengajaknya melaksanakan sholat Isya sebelum tidur. Kemudian mereka berdua mengambil air wudhu sebelum mereka melaksanakan sholat Isya berjamaah.


Usai sholat Isya berjamaah Bara meminta Salju istrinya untuk membicarakan saran sang mama untuk merekrut satu orang baby sitter ataupun juga asisten rumah tangga untuk membantu menjaga Askara.

__ADS_1


" Sayang ..., kita bisa bicara sebentar. Tentang masalah saran dari mama tadi agar kita merekrut baby sitter ataupun asisten rumah tangga lagi untuk menjaga dan mengawasi Askara," Bara sangat hati-hati dalam membicarakan masalah tersebut karena sebelumnya Salju sedikit kurang suka kalau di singgung masalah asisten rumah tangga apalagi baby sitter untuk Askara.


Salju mengambil nafas kemudian melepaskannya berlahan. " Sayang ..., bukannya aku nggak mau ada yang jagain Askara selain kita berdua atau mama kamu atau mama aku. Tapi aku itu bukan tipe orang yang gampang percaya dengan orang lain, kalau memang harus ada yang dikorbankan atau berkorban ..., pastilah aku yang akan mengurangi pekerjaan aku dan aku akan menyerahkan perusahaan sama kamu. Aku tetap bisa membantu ..., dengan tetap standby di rumah sambil menjaga Askara,"


Begitulah Salju yang Bara kenal ..., dua akan lebih memilih keluarganya daripada perusahaannya yang sudah membesarkannya dari kecil hingga seperti sekarang ini. Salju akan memprioritaskan keluarga, itulah yang membuat Bara semakin jatuh cinta pada istrinya ...., ChaCha marica.


" Oke ..., baiklah apapun keputusan kamu aku akan sangat mendukung dan pastinya aku sangat yakin kamu sudah mempertimbangkannya dengan baik apalagi ini menyangkut keluarga kecil kita. Aku mulai saat ini harus lebih banyak belajar untuk mengurus perusahaan kamu yang notabenenya bidangnya sangat berbeda dengan bisnis yang aku bangun. Tapi demi anak dan istriku tercinta, aku pasti bisa," Bara memang tidak bisa memaksakan apa yang dia mau pada Salju istrinya, meskipun dia seorang kepala rumah tangga tapi setiap akan memutuskan sesuatu dia akan berbicara dulu dengan Salju istrinya.


" Terimakasih ya ..., bukannya aku ingin menambah beban kamu, tapi aku harus fokus dengan tumbuh kembang Askara anak kita dan aku juga ingin fokus dengan keluarga kecil kita. Masalah kerjaan pasti aku bantu ..., aku janji," Salju lega akhirnya apa yang menjadi ganjalan di hatinya selama ini, masalah yang membuatnya bimbang sudah ada solusinya.


Setiap masalah yang ada di dalam setiap rumah tangga akan menjadi bumbu penyedap dalam kehidupan setiap rumah tangga. Dan dengan bicara'dari hati ke hati dan menurunkan ego masing-masing semua akan berakhir dengan baik. Begitupun dengan rumah tangga Salju dan Bara.


" Untuk istriku tersayang ...., dan juga Bara junior jagoan ayah, semua akan aku lakukan. Dan aku akan selalu berusaha untuk selalu ada untuk istriku dan juga anakku," Bara memeluk Salju dan mencium pucuk kepala Salju.


Perlakuan Bara yang hangat membuat Salju belajar untuk menerima semua masa lalu Bara suaminya yang di lingkungan pengusaha muda terkenal sering nongkrong di Bar ataupun tempat tempat hiburan malam bersama teman temannya. Namun semenjak menikah Bara menghentikan semua kebiasaan buruknya meskipun sering kali diajak oleh teman temannya.


" So sweet banget sih suami aku ini ..., sudah tampan ..., pengertian dan juga penyayang. Beruntung sekali aku bisa menjadi istri kamu. Semoga aku bisa selalu mendampingi kamu ..., sampai akhir hayat nanti," ucap Salju penuh dengan rasa syukur, karena Tuhan sudah mengirimkan sosok laki-laki yang baik dan bertanggung jawab serta sangat menyayangi keluarganya.

__ADS_1


" Aamiin ...., kita jalani kehidupan rumah tangga kita bareng bareng. Seiring sejalan ..., saling mengingatkan apabila salah satu diantara kita melakukan kesalahan atau mungkin melakukan sesuatu yang di luar batas. Dan semoga keluarga kecil kita selalu dalam lindungan Allah," Bara mengusap puncak kepala Salju dan berdoa di ubun-ubun istrinya kemudian mencium kedua kelopak mata istri tercintanya. Itulah ritual yang selalu Bara lakukan setelah melaksanakan sholat berjamaah dengan istrinya.


" Dan terima kasih karena sudah mau menerima aku sebagai suamimu yang banyak sekali kekurangannya ..., dan dengan masa lalu yang buruk. Mungkin kalau wanita lain akan berpikir beribu ribu kali untuk mau menikah denganku. Meskipun di awal pernikahan kita mungkin tidak seindah pernikahan yang didasari dengan cinta ..., tapi seiring berjalannya waktu kita bisa menjalani kehidupan rumah tangga yang normal malah semakin hari semakin romantis dan tentunya kamu semakin luar biasa," Bara mengedipkan sebelah matanya menggoda Salju istrinya yang begitu dicintainya.


Salju memukul pundak Bara suaminya, karena setiap ngobrol atau berbicara apapun pasti ujung ujungnya ke urusan ranjang bergoyang juga.


" Kenapa sih ..., setiap kamu ngobrolin apapun pasti ujung-ujungnya ke situ situ juga," Salju pun cemberut dan kemudian melepaskan mukena yang dipakai untuk sholat.


" Cie cie ..., ngambek nih ceritanya. Ke situ situ juga ..., maksudnya gimana? Kamu aja yang traveling nya ke mana mana ...., kejauhan jadinya tersesat," Bara pun tersenyum melihat istrinya yang sedang merajuk karena selalu di godanya.


Inilah suasana yang selalu Bara rindukan saat jauh dari Salju, bisa menggoda dan membuat Salju istrinya merajuk dan ngambek karena keusilannya.


" Tuh kan ..., kamu paling seneng kalau ngusilin aku. Kalau jauh kangen kalau deket selalu saja diusilin ...., dibikin kesel," Salju pun mencubit pinggang Bara suaminya yang selalu saja menggodanya dan selalu saja usil padanya.


" Tapi cinta kan sama aku ..., pakai banget lagi. Secara aku itu tampan, macho, selalu bisa bikin kamu ketawa, pengertian, penuh kasih sayang, dan paling jago bikin kamu puas di ranjang ...., bukan begitu istriku sayang," Bara merangkul Salju istrinya dan mengajaknya untuk segera tidur karena sudah waktunya istirahat.


" Kamu tidur dulu, aku mau mengecek ulang berkas pengajuan kerjasama dengan perusahaan Bintang Sejahtera yang akan aku ajukan besok," ujar Bara ..., meminta Salju istrinya untuk tidur terlebih dulu karena dia ada kerjaan yang harus diselesaikan terlebih dahulu.

__ADS_1


" Iya ..., tapi jangan lama lama. Aku susah tidur kalau nggak dikelonin kamu," ujar Salju yang memang akan susah tidur kalau nggak di temenin Bara suaminya.


" Aku kan nggak kemana mana ..., tetap ada di deket kamu. Cuman sambil ngecek berkas pengajuan kerjasama dengan perusahaan BS aja. Tidurlah ...., besok kamu terlambat bangun kalau tidur terlalu larut," ucapan Bara membuat Salju segera beranjak tidur sambil memeluk pinggang Bara dari belakang.


__ADS_2