
" Kebahagiaan tidak bisa diukur dengan berapa banyak harta yang kita miliki ...., tapi seberapa besar rasa syukur kita pada Sang Pencipta "
*
*
*
*
*
Bara dan juga Salju memang sangat ramah dengan orang orang di sekelilingnya. Dan Salju nggak pernah marah apabila banyak ibu ibu kompleks yang sangat heboh saat berpapasan dengan suami tampannya.
" Maaf ya ibu ibu ..., bicaranya bisa sedikit lebih lembut, takutnya Askara anak saya nanti kaget," Bara dengan sopan menegur ibu ibu kompleks yang pada heboh dan bicara dengan suara sedikit dengan nada tinggi.
Ibu ibu kompleks pun merasa tidak enak dengan Bara karena telah membuat Bara nggak nyaman.
" Maaf ya papa muda yang tampan ..., saking senangnya melihat papa muda dan si kecil yang tampan ini jalan jalan di taman kompleks, makanya kita kita jadi histeris kayak ngeliat artis gitu," ucap salah satu ibu ibu kompleks yang menghampiri Bara dan si kecil Askara.
Bara pun tersenyum dan berpamitan dengan ibu ibu kompleks yang sedang jalan jalan juga di sekitar taman kompleks perumahan.
" Iya Bu ..., nggak apa-apa. Maaf saya dan anak saya permisi dulu mau pulang. Takutnya nanti istri saya nyariin saya dan anak saya karena kelamaan keluar rumah ," Bara segera meninggalkan kerumunan ibu ibu kompleks.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Bara segera membawa sang putra yang baru berusia satu tahun dua bulan yang sudah bisa berjalan meskipun masih pelan pelan.
" Ternyata jadi pria tampan itu memang terkadang melelahkan ...., jalan jalan pakai baju rumahan saja tetap terlihat tampan dan mempesona. Tapi kalau sudah ketemu ibu ibu kompleks ..., bisa pusing tujuh keliling. Ayah heran ..., kenapa juga kalau ayah dan jagoan ayah keluar rumah, bikin heboh ibu ibu kompleks," Bara mengajak Askara putranya ngobrol dan tanpa di sadari Salju istrinya mendengarkan obrolan ayah dan anak laki-lakinya.
" Oh ..., jadi kamu bangga gitu jadi idola ibu ibu kompleks yang suka heboh dan ngerumpi sana sini. Aku juga heran ...., kenapa ibu ibu kompleks sangat antusias jika melihat kamu keluar rumah. Apa suami mereka nggak pada cemburu ya sayang ? Tapi kalau aku sih nggak cemburu secara aku itu jauh lebih cantik dari ibu ibu kompleks di luar sana," Salju menghampiri Bara suaminya untuk ikut bermain dengan Askara putra kesayangannya.
Bara yang menyadari kehadiran Salju istrinya tersenyum mendengar nada bicara sang istri yang sedikit tinggi.
" Yang bener nih nggak cemburu ..., padahal tadi ada salah satu ibu kompleks yang membawa anak gadisnya. Dan dia bilang padaku seandainya aku belum menikah akan menjodohkan anak gadisnya denganku," Bara sengaja ingin membuat Salju istrinya naik darah dengan keusilannya.
Salju pun cemberut mendengar apa yang di ceritakan Bara suaminya ...., padahal dia sedikit kesal karena ibu ibu kompleks selalu saja membuat dia kesal karena mereka senang sekali mengganggu suaminya saat sedang jalan jalan di lingkungan kompleks. Meskipun sedang bersamanya dan juga si kecil Askara.
Bara yang melihat reaksi Salju istrinya segera berusaha membuat sang istri tidak kesal lagi.
Melihat sang ayah memeluk dan mencium bundanya Askara langsung menghampiri ayah dan memukul tangan sang ayah karena merasa bundanya hanya miliknya.
Bara dan Salju pun tertawa melihat tingkah laku si kecil Askara yang sangat posesif terhadap bundanya.
" Ini kan bundanya ayah sayang ..., bukan bundanya Aska. Iya kan bunda," Bara semakin senang menggoda dan mengusili anak kesayangannya sampai Askara menangis dan membuat Salju turun tangan.
" Uluh uluh sayangnya bunda ..., jagoannya bunda kok nangis nak, ayah kan cuma bercanda sayang. Udah ya ...., anak laki laki nggak boleh cengeng. Askara harus kuat seperti ayah yang pantang menyerah dan juga pekerja keras dan baik hati tentunya," Salju berusaha membuat Askara putranya tidak menangis lagi dan sambil bermain Salju selalu memberikan sedikit petuah untuk putranya agar mencontoh hal hal baik yang ada pada diri ayahnya.
" Maafin ayah ya ...., ayah cuma bercanda kok. Udah nggak marah lagi kan sama ayah?" Bara menggendong anak laki-lakinya dan mengajaknya bermain di ruang keluarga.
__ADS_1
Begitulah Salju dan Bara saat berada di rumah. Sepasang suami istri itu benar benar meluangkan waktunya khusus untuk putra kesayangan mereka yang mulai bisa berjalan dan mengucapkan sepatah dua patah kata yang belum begitu jelas untuk di mengerti oleh orang dewasa.
Selepas Maghrib Salju meminta Bara untuk menjaga Askara karena dia akan memasak makan malam untuk mereka bertiga.
" Sayang ...., tolong jagain Askara dulu ya. Aku mau membuat makan malam dulu sebentar," Bara pun mengambil Askara dari gendongan Salju. Awalnya Askara nangis karena nggak mau lepas dari bundanya.
" Sama ayah dulu ya nak ..., bundanya mau masak dulu buat makan malam kita bertiga," Bara pun membawa Askara ke kamarnya untuk bermain. Dan di kamar Askara ada berbagai jenis mainan untuk Askara.
Setengah jam setelah Salju bergulat di dapur kesayangannya untuk memasak makanan khas daerah kesukaan Bara sang suami, dan membuat makanan untuk si kecil juga.
" Sayang ..., makanannya sudah siap. Kita makan malam dulu nanti keburu dingin makanannya," Salju memanggil Bara suaminya untuk segera ke ruang makan untuk makan malam bersama
Bara yang mendengar Salju istrinya mengeluarkan suara merdunya ...., langsung bergegas menuju ruang makan. Kalau sampai terlambat ke ruang makan Salju istri kesayangannya pasti nggak akan berhenti ngomel.
" Iya istriku ...., sayang ku. I am coming ...., tunggu sebentar ya," Bara menuju ruang makan dengan menggendong Askara putranya yang sangat menggemaskan.
" Eh ..., anak bunda yang tampan. Pinter banget sih ..., nggak rewel ditinggal masak sama bunda. Seneng banget main sama ayah ya sampai nggak nyariin bunda," Salju menggelitik perut Askara putranya dan Askara pun kegelian sampai tertawa lepas.
Bara meletakkan putra kesayangannya di kursi khusus untuk balita agar sang putra juga bisa ikut makan bersama di meja makan. Bara begitu lahap menyantap makanan yang telah susah payah dibuatnya untuk makan malam keluarga kecilnya.
Sementara Salju ...., makan sambil sesekali mengelap pipi dan mulut putranya yang belepotan karena sedang makan biskuit bayi kesukaannya.
Momen momen kecil yang kelihatannya nggak terlalu penting dan terlihat remeh sebenarnya merupakan hal yang bisa membuat sebuah kehidupan rumah tangga kita menjadi lebih harmonis.
__ADS_1
" Oh ya sayang ...., tadi aku ketemuan sama temen temen lama ku. Awalnya sih aku ngundang Raffi untuk datang ke kantor karena aku butuh sharing sharing tentang bagaimana mengurus perusahaan agar selalu mengikuti perkembangan dan kemajuan teknologi. Setelah itu aku diajak Raffi ketemuan sama Zhafran dan juga Kenzo yang sudah beberapa bulan ini nggak pernah ketemu karena kesibukan kita masing masing," Bara menceritakan bagaimana dia ketemu teman temannya dan saling bertukar pengalaman juga sharing sharing tentang bagaimana mengurus bisnis dan perusahaan agar tetap inovatif dan tidak ketinggalan jaman.