
Bara tersenyum membaca ungkapan cinta dari sang istri dan bara kembali teringat hubungan suami istri yang tadi malam menjadi malam pertama untuk dua dan juga Salju istrinya.
Awalnya Bara tidak berniat melakukan hubungan intim dengan istrinya ..., tapi Salju yang tidak bisa tidur kalau tidak di peluk membuat naluri dan hasratnya sebagai seorang pria normal tidak bisa di kendalikan lagi.
Dan Salju juga tidak menolak sentuhan sentuhan lembut dari Bara yang semakin membuat Bara melanjutkan aksinya dan mereka benar benar terbawa suasana yang begitu memancing gairah mereka sebagai suami istri.
" Gue nggak nyangka bisa sebuas dan seliar itu ..., padahal saat aku dekat dengan wanita wanita malam gue tidak pernah tergoda sekalipun mereka memamerkan aset aset mereka," batin Bara.
" Istriku nggak pernah memakai baju baju terbuka meskipun belum berhijab. Tapi Salju sangatlah sopan dalam berpenampilan tapi di dalam sana terdapat aset aset sensitif Salju yang sangat menggoda dan membuat gue ingin lagi dan lagi menikmatinya,"
" Matanya .., pipi chubby nya ..., bibirnya yang ranum dan menggoda turun lagi gunung kembarnya yang kokoh dan kencang belum pernah terjamah sang pengembara serta bukit kecil yang rimbun dan terdapat goa yang sangat eksotis sehingga gue nggak ada puasnya untuk keluar dan masuk lagi ke dalamnya," gumam Bara dengan senyum sumringah seolah Salju ada di depannya.
" Gue jadi ingin segera pulang dan menjamah semua aset berharga milik istri gue yang sangat menggoda dan membuat burung kesayanganku mengepakkan sayapnya setiap singgah di bukit kecil yang ada goa nya milik istri gue," ucap Bara sambil memainkan pena yang ada ditangannya.
Kenzo yang memperlihatkan sahabatnya sekaligus juga atasan menjadi heran, sejak menikah Bara menjadi aneh dan sering senyum senyum sendiri terjadi juga jadi sering tensi kalau di ajak bercanda sedikit.
" Loe nggak lagi sakit jiwa kan ..., masih pagi udah senyum senyum sendiri ...., ngomong sendiri. Loe kagak apa apa kan ?" tanya Kenzo.
" Dasar Bang Ke ..., loe itu nggak bisa ketuk pintu dulu. Bikin gue kaget aja," ucap Bara.
" Nah Lo ..., gue udah ketuk pintu dari tahun dua ribu sebelum Masehi. Loe aja yang lagi asik dengan bayangan kasat mata bini loe sampai sampai ada orang ketuk pintu nggak kedengaran," ucap Kenzo.
Kenzo memberi tau kalau sebentar lagi ada meeting dengan client di ruang meeting dan Bara sudah di tunggu di sana.
" Iya sebentar lagi gue ke sana ..., apa loe sudah persiapkan semua berkas yang di butuhkan ?" tanya Bara.
" Beres bos besar ..., kita tinggal lanjut ke ruang meeting," ujar Kenzo.
__ADS_1
" Baiklah kita segera ke ruang meeting saja ..., biar semuanya cepet kelar dan gue bisa cepet pulang. Gue udah kangen sama servis istri gue yang begitu luar biasa," ucap Bara.
" Loe sengaja ya mau ngomporin gue ..., brengsek loe. Udah tau gue itu jomblo imitasi yang sering tergoda wanita seksi," ucap Kenzo.
" Asal loe tau ..., yang halal itu lebih menggairahkan gue aja ketagihan," ucap Bara.
" Bisa diem nggak loe ..., gue kan jadi kepengin ituan ...., masa gue harus main sendirian," ucap Kenzo.
Bara pun tertawa melihat sahabatnya yang sedang tersiksa karena yang ada di bawah sana sedang menanti mangsanya.
" Udah buruan ..., toilet sudah terbuka lebar tinggal loe lepasin biar lega," ejek Bara.
Kenzo yang sudah tidak bisa menahan lahar panas yang sebentar lagi keluar langsung menuju ke kamar mandi untuk menuntaskannya.
" Sialan loe ..., puas loe udah berhasil ngerjain gue," ucap Kenzo.
" Ya maaf ..., gue tadi sengaja. Lagian loe baru dengerin cerita gue aja langsung tergoda," ucap Bara.
Mereka pun menuju ruang meeting karena karena sudah di tunggu oleh para kepala divisi dan para manager di perusahaan Bara.
Dua jam kemudian meeting pun selesai dan mereka segera kembali ke ruang kerja mereka masing masing.
" Bro ..., nanti gue mau jemput istri gue jam empat sore. Nanti gue pulang duluan ...., tapi loe tenang aja gue akan kelarin dulu kerjaan gue," ucap Bara.
" Terserah loe ..., nggak pulang juga nggak apa apa. Palingan bini loe nyariin loe di Bar ..., siapa tau loe nyangkut di sana," ucap Kenzo yang membuat Bara menjitak kepala Kenzo.
" Kalau ngomong itu pakai otak ..., jangan asal manggap," ucap Bara.
__ADS_1
" Gue kira loe itu pintar ya ..., ternyata Oneng. Belajar dari mana loe, mana ada ngomong pakai otak ..., dimana mana ngomong itu pakai mulut," timpal Kenzo.
" Iya ..., mulut berbusa dan juga berbisa ...," ucap Bara.
" Gue lapar kita cari makan siang dulu ..., kasihan cacing cacing di perut gue udah pada demo minta di isi," lanjut Bara.
Bara dan Kenzo menuju restoran terdekat untuk makan siang dan sekedar cuci mata sejenak untuk menghilangkan kepenatan sehabis bekerja.
" Ah segarnya ..., benar benar adem dan mak nyess jus jeruk ini tapi tetap masih segeran susu cap nona punya istri gue," ucap Bara.
" Sekali lagi loe ngomongin barang berharga milik bini loe gue timpuk loe pakai berkas laporan yang seperti gunung di meja kerja gue," ucap Kenzo.
Bara tidak memperdulikan ucapan sahabat sintingnya dan dengan santainya menyeruput jus jeruk yang menyegarkan tenggorokannya.
" Loe itu dikit dikit marah ..., kayak cewek mau datang bulan saja," ucap Bara.
" Sebelum nikah loe itu udah sering bikin gue naik darah banget ..., setelah menikah loe makin parah ngerjain gue," ucap Kenzo.
" Anggap saja itu motivasi buat loe cepet cepet nyari bini ..., biar nggak main solo karier mulu. Sebagai sahabat loe gue miris liat loe selalu bersolo ria ...," ucap Bara sambil menepuk pundak sahabatnya.
" Loe lagi ngeledek gue atau lagi kasih petuah sama gue ...., kok rasanya nggak ada bedanya," ucap Kenzo.
Bara hanya berusaha sebisa mungkin untuk berjalan di alur yang benar. Apalagi sekarang Bara sudah menikah dan pastinya Bara akan memikirkan masa depan istri dan juga anak anaknya nanti. Jangan sampai istri dan anak anaknya harus menanggung malu akibat kelakuan buruknya.
" Entahlah ..., anggap saja gue sedang menasehati diri gue sendiri. Kalau loe mau berubah syukur Alhamdulillah. Kalau pun belum ..., mungkin suatu saat loe akan menyadari bahwa apa yang kita lakukan sekarang akan menjadi masa lalu yang akan anak dan istri kita harus ikut menanggungnya," ucap Bara.
" Loe beruntung bro ..., bisa mendapatkan orang yang tepat buat jadi istri loe. Kalau gue sendiri kagak tau ..., kedepannya gue akan bagaimana," ucap Kenzo.
__ADS_1
" Sejak kapan sobat gue jadi pecundang ..., masa depan loe masih terbentang luas di sana. Loe orang baik pasti loe juga akan dapetin orang yang baik juga ..., loe tinggal menjemput jodoh loe," ujar Bara.
" Thanks ya bro ...," ucap Kenzo.