Parodi Cinta Salju Dan Bara

Parodi Cinta Salju Dan Bara
Chapter 21


__ADS_3

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Selamat membaca ......


" Teruslah berbuat baik ..., karena dengan berbuat baik hidup kita akan bahagia "


*


*


*


*


" Gue nggak bakalan sakit hati sama omongan loe barusan ..., gue juga tau kalau loe cuma bercanda," Bara tidak mempermasalahkan ucapan Kenzo yang memang sedikit menyentil harga dirinya.


" Kita lanjut kerja lagi buat kejar setoran ...," Untuk menghilangkan kecanggungan karena mulut Kenzo yang barusan keseleo Bara mengajak Kenzo untuk melanjutkan pekerjaan mereka.


" Oh ya ...., besok istri gue mau ngundang temen temen dekat gue sekalian kenalan dengan mereka termasuk loe juga," ucap Bara memberi tau Kenzo tentang acara besok di rumahnya.


" Baiklah gue akan datang ...., sekalian reunian. Kayaknya udah lama juga kita nggak ketemuan apalagi sama si Zafran udah bertahun tahun," ucap Kenzo yang masih mengingat teman teman dekatnya di bangku SMA dulu.


Bara dan teman temannya yang lain ingin mempertemukan Kenzo dengan Winda. Keduanya sama sama punya rasa tapi gengsinya lebih tinggi dari perasaannya. Bara dan teman temannya berharap mereka bisa berjodoh ..., karena hanya Kenzo dan Winda yang belum menikah diantara mereka bertujuh.


" Ya sudah gue ke ruangan gue dulu mau lanjut kerja lagi. Dan thanks ya buat makan siangnya ...," Kenzo keluar dari ruangan Bara menuju ruang kerjanya sendiri untuk menyelesaikan semua pekerjaannya.


" Temen temen gue sudah pada menikah semua ..., tapi di hati gue belum bisa nerima wanita lain selain Winda. Bahkan kita dulu hanya sekedar teman biasa saja meskipun aku punya rasa padanya," batin Kenzo.


Saat di bangku SMA Kenzo , Bara , Rafa dan Rafi , Zafran , Nesya , Zahra dan Winda ...., mereka bertujuh satu kelas dan hampir tiap hari mereka melakukan apapun bersama kecuali Zafran yang sering ikut lomba mewakili sekolah mereka karena memang dia multitalenta dan otaknya sembilan sembilan.


" Winda gimana kabarnya ..., bahkan sampai saat ini gue masih mengingatnya," gumam Kenzo yang dulunya nggak mau mengungkapkan perasaannya pada Winda kini hanya bisa mengenang semua kebersamaannya bersama Winda dan teman temannya.

__ADS_1


Setelah merevisi semua berkas laporannya Kenzo kemudian kembali ke ruang kerjanya Bara untuk menyerahkan semua berkasnya untuk di tandatangani oleh Bara.


" Berkas laporan sudah gue cek lagi dan juga ada beberapa yang sudah di revisi ..., tinggal loe cek lagi," Kenzo menyerahkan beberapa berkas laporan pada Bara.


" Iya nanti gue cek lagi tapi di rumah saja ..., sudah jam empat saatnya kita pulang kembali ke rumah," Bara yang sudah bersiap untuk pulang kemudian membawa berkas berkas yang di berikan Kenzo untuk di cek kembali di rumahnya nanti.


" Baiklah ..., gue juga mau pulang. Mau nganterin bokap gue periksa ke dokter katanya lagi nggak enak badan," Kenzo juga segera pulang karena ayahnya sudah menunggunya di rumah.


-


-


" Sayang ..., kamu sudah pulang ?" tanya Salju yang sedang sibuk di dapur membuat cemilan untuk teman teh hangat suaminya.


" Iya sayang ..., wah sepertinya berat badanku akan terus bertambah karena istri kesayanganku sangat pandai memanjakan perutku," Bara memeluk istrinya dari belakang dan mencium pipi istrinya yang sedang memasak makanan untuknya.


" Duduklah dulu ..., biar aku bikinin teh hangat tawar kesukaan kamu. Apa kamu mau mencoba kue buatan aku ...., ini resep baru mudah mudahan kamu suka," Salju memberikan secangkir teh hangat dan kue yang baru saja dia buat tadi.


" Terima kasih ya ..., suamiku ini sangat pandai menyenangkan hatiku. Ya sudah aku ke kamar dulu mau menyiapkan air hangat buat kamu mandi," Salju pun meninggalkan Bara yang masih duduk di sofa ruang keluarga untuk menyiapkan air hangat di bathtub untuk suaminya.


" Sayang ..., mandilah dulu biar badannya fresh lagi ," titah Salju pada suaminya yang masih menikmati teh hangat buatannya.


" Baiklah ...., aku mandi dulu. Kamu wangi banget aku jadi pengin ...," Bara memeluk pinggang istrinya dan mencium pucuk kepala Salju.


Mereka bergandengan tangan menuju kamar mereka. Dan Bara yang sudah merasa badannya lengket langsung masuk kamar mandi dan menjalankan ritual mandinya.


Sementara Salju menyiapkan baju ganti untuk suaminya setelah itu dia duduk di sofa kamar dan membuka laptopnya untuk mengecek pekerjaannya dan juga laporan yang di kirim lewat email dari asistennya.


" Sayang gimana nanti kamu jadi belanja atau tidak untuk persiapan besok ?" tanya Bara. Rencananya Salju akan membeli buah buahan dan bahan bahan untuk Barbeque besok bersama teman teman suaminya.


" Jadi dong ..., tapi untuk ikannya dan undangnya aku beli besok pagi saja di pasar tradisional sama bik Sumi ...., nggak apa apa kan sayang," Salju memang lebih suka belanja kebutuhan dapur di pasar tradisional karena didamping harganya lebih murah barangnya juga masih segar dan fresh semua.

__ADS_1


" Istriku memang pengertian ..., kalau kamu sering belanja di pasar tradisional kita akan cepat kaya sayang," Goda Bara yang sangat salut dengan kebiasaan istrinya yang hidupnya sederhana meskipun dia bisa saja berfoya-foya dengan semua kekayaan yang dimilikinya.


" Aku ikut ke pasar ya ..., boleh kan sesekali menemani istriku yang cantik ini belanja di pasar tradisional," Bara pengin tau belanja di pasar tradisional itu seperti apa secara dia sama sekali belum pernah menginjakkan kakinya di pasar tradisional.


" Yakin nih mau ikut ..., boleh tapi kalau sudah di sana nggak boleh banyak protes," Salju sangsi takutnya nanti suaminya di sana malah bikin heboh warga pasar karena suaminya yang perawakannya tinggi besar dan kulitnya putih bersih dan penampilannya selalu rapi ganteng nya seperti Opa Opa Korea ..., pasti pengunjung pasar pun akan heboh.


" Kenapa ..., kamu pasti takut kan suamimu yang tampan ini jadi pusat perhatian di pasar nanti. Bilang saja kalau kamu cemburu ...., nggak rela ketampanan suami kamu ini jadi konsumsi publik," Bara mencubit pipi chubby istrinya yang langsung cemberut mendengar perkataannya.


" Ih ..., PeDe boros siapa juga yang cemburu. Aku nggak suka saja kalau kamu terlalu tebar pesona di sana. Kan tau sendiri yang suka belanja di pasar tradisional itu ibu ibu dan juga ...," Salju menjeda kalimatnya karena kalau diteruskan suaminya pasti akan tambah besar kepala.


" Tuh kan bener ..., istriku ini cemburu. Ngaku aja nggak usah gengsi gitu ..., aku ikhlas kok kalau kamu cemburu berarti kamu sudah mulai cinta sama aku," Bara yang sedang rebahan di pangkuan Salju sambil memainkan rambut hitam Salju yang panjang tergerai terus saja menggoda istrinya.


Saat mereka berdua sedang asyik asyiknya berduaan di kamar bik Sumi mengetuk pintu kamar mereka.


" Ada apa bik Sumi ?" tanya Bara pada bik Sumi.


" Itu den Bara di depan ada tamu katanya mau ketemu den Bara ," bik Sumi memberitahukan ada yang mencari Bara di depan.


" Ya bik ..., suruh tunggu sebentar ya," Bara kemudian masuk dan meminta istrinya untuk menemaninya ke depan menemui tamunya.


" Maaf ..., Anda mencari saya ... ?" tanya Bara pada seorang yang duduk di sofa ruang tamunya.


" Selamat sore tuan Bara, saya Doni salah satu body guard tuan Dirgantara ..., saya ke sini atas perintah Tuan Dirgantara untuk mengantarkan ini untuk tuan bara dan nyonya muda Salju," Doni menyerahkan amanah dari bos besarnya pada Bara.


" Kalau begitu saya permisi dulu ...," Doni meninggalkan rumah Bara dan kembali ke kediaman tuan Dirgantara.


" Sayang kita buka amplopnya ya ....," Bara membuka amplopnya dan tersenyum melihat isinya ...


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Kira kira apa ya isinya ...., Author juga penasaran nih .....

__ADS_1


__ADS_2