Parodi Cinta Salju Dan Bara

Parodi Cinta Salju Dan Bara
Chapter 41


__ADS_3

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


" Sebuah pertengkaran dalam rumah tangga itu biasa ..., karena ada dua kepala yang mempunyai pikiran yang berbeda tapi semua itu akan terasa indah apabila masing-masing kita segera menyadari bahwa keutuhan rumah tangga itu lebih penting di atas semua ego yang kita miliki. Menurunkan ego dan berbicara dari hati ke hati itu sangatlah perlu dalam menyelesaikan setiap permasalahan dalam rumah tangga kita"


*


*


*


*


*


Lepas Maghrib Salju dan Bara mengendarai kendaraan mereka menuju kediaman orang tua Bara. Karena Askara anak kesayangan mereka ada di rumah orang tua Bara.


" Bagaimana sayang ...., hari ini sangat melelahkan sekaligus menyenangkan bukan?" Bara melirik Salju alias ChaCha marica yang terlihat lebih segar dan bugar sehabis mandi besar setelah melakukan ritual ranjang bergoyang bersamanya.


" Badanku rasanya seperti nano nano sayang ...., ternyata setelah satu minggu berpisah, kamu lebih ganas dan mengerikan di atas ranjang . .., tapi kalau aku nggak ingat Askara anak kita mungkin aku juga akan minta nambah lagi, satu jam atau dua jam lagi biar benar benar puas," Salju balik menggoda suaminya sang sangat maniak kalau sudah berada di atas ranjang bergoyang.


Lima belas menit kemudian, Salju dan Bara tiba di kediaman orang tua Bara yang terlihat sederhana tapi interiornya sangatlah luar biasa bagus. Tentunya hasil karya Bara yang seorang arsitek dan juga pandai sekali dalam hal desain interior.

__ADS_1


" Sayang .. , aku itu kalau sudah ada di rumah mama rasanya nyaman banget. Padahal ya, kalau dilihat lihat rumah mama itu terlihat sangat sederhana, dengan pelataran yang sangat luas terus ada taman bunga di samping rumah juga ada kebun sayuran di belakang rumah. Asri banget sayang ...., adem banget. Pantes saja Askara betah banget di rumah Oma nya," Salju bergelayut manja di lengan suaminya, sambil terus berjalan menuju pintu ruang tamu di kediaman mamanya Bara, mertua yang sangat menyayanginya.


Secapek apapun Bara, dia selalu berusaha untuk tetap bisa membuat ChaCha istrinya bahagia dan merasa menjadi yang terpenting dalam kehidupan Bara.


" Manjanya istri aku yang cantik ini ...., sepertinya nggak bakal bisa jauh jauh dari aku. Secara aku ini kan suami yang tampan, mapan pengertian, penuh kasih sayang dan pastinya paling hebat soal urusan ranjang bergoyang," Bara mencubit pipi ChaCha marica istri tercintanya, kemudian mencium kening istrinya dengan penuh cinta.


Sesampainya di depan pintu ruang tamu, Bara dan Salju mengetuk pintu dan mengucapkan salam sebelum masuk ke kediaman orang tua Bara.


" Assalamualaikum ...., mama kami datang," Salju dan Bara kemudian masuk dan menemui sang mama yang sedang menidurkan Askara di kamar Bara.


" Wa'alaikumsalam ..., eh kalian sudah datang. Tapi kelihatannya ada yang beda, pasti kalian habis itu kan ...., proses adonan lagi biar si Askara segera dapat adik lagi," sang mama menggoda anak dan menantunya yang memang terlihat segar dan sangat ceria.


Salju sungguh malu luar biasa mendengar ucapan mama mertuanya dan juga suaminya yang sangat usil itu.


" Mama ..., mas Bara. Jangan ngomongin itu dong, ChaCha kan jadi malu," ucap Salju sembari menepuk bahu Bara sang suami yang tertawa lepas setelah berhasil membuatnya sangat malu.


Mamanya Bara mertuanya juga ikut tertawa melihat anak menantu kesayangannya terlihat sangat malu. Tapi mamanya Bara sangat bahagia melihat keharmonisan rumah tangga anaknya yang mungkin diawal pernikahan mereka karena paksaan ataupun lebih tepatnya jebakan darinya karena perilaku Bara yang sering keluar malam dan nongkrong di diskotik dan tempat hiburan malam.


" Mama sangat bahagia melihat kalian berdua selalu akur dan sudah memiliki Askara ...., cucu mama yang sangat menggemaskan. Askara sayang ...., ingat pesan Oma ya. Jangan seperti ayah kamu sebelum menikah ..., nanti bisa bisa bunda kamu senam jantung setiap hari karena kekakuan kamu," ucap mamanya Bara pada cucu kesayangannya yang membuat Bara kesal pada mamanya.


" Mama kok ngomongnya gitu sama Askara ..., meskipun dulu Bara sering nongkrong di klab malam tapi Bara tetap menjaga kesucian Bara untuk istri Bara dan pastinya Bara nggak pernah mengkonsumsi alkohol di sana," ujar Bara menimpali ucapan sang mama yang menyudutkannya.

__ADS_1


" Sudahlah mam ...., yang terpenting mas Bara sekarang jauh lebih baik dari mas Bara yang dulu ChaCha kenal. Mas Bara adalah suami yang bertanggung jawab dan juga seorang ayah yang sangat menyayangi anaknya. Dan. mas Bara juga sangat perhatian dan peduli pada ChaCha," Salju membela Bara suaminya yang memang sudah banyak berubah, tentunya perubahan yang membawa keluarga kecilnya menjadi lebih baik dan lebih berwarna.


" Ya sudah ..., kalian makan malam dulu sebelum pulang ke rumah kalian. Biar Askara mama yang pegang dulu, mama juga masih kangen sama jagoan kecil mama yang tampan ini," mamanya Bara membawa Askara ke ruang keluarga dimana di sana sudah banyak sekali mainan untuk balita seusia Askara yang sengaja di siapkan apabila sang cucu main ke rumahnya.


" Baiklah mam ..., kita makan malam dulu. Tapi ingat ..., mama jangan mengatakan lagi hal hal buruk tentang aku pada Askara, ngomongin yang baik baik aja mam kan lebih enak didengar," Bara mengingatkan sang mama agar sedikit menjaga omongannya saat bicara dengan Askara.


Bara dan mamanya memang sama sama usil dan kalau bicara nggak ada manis manisnya. Kalau orang yang belum tau bagaimana karakter keduanya mungkin akan beranggapan kalau mereka selalu saja bertengkar. Padahal memang seperti itu setia kali bertemu selalu saja berdebat dan saling mengerjai satu sama lain.


Setelah makan malam Salju dan Bara berpamitan pada sang mama untuk segera pulang ke rumah mereka. Dan Askara juga sudah tidur pulas.


" Mam ...., kita pulang dulu ya. Kasihan Askara...., sepertinya dia sudah sangat lelah sampai tertidur pulas begitu," Bara berpamitan pada mamanya untuk segera pulang ke rumahnya.


" Sebelum kalian pulang ..., mama hanya ingin sedikit memberikan masukan. Sebaiknya kalian mempekerjakan satu orang ART lagi atau baby sitter untuk menjaga Askara. Kasihan Salju, dia pasti kecapean karena harus mengurus kamu dan Askara, mengurus rumah dan juga perusahaannya," sang mama memberikan saran pada Salju dan Bara karena merasa kasihan dengan menantu kesayangannya.


Bara merangkul Salju istrinya dan tersenyum sebelum menanggapi saran dari mamanya.


" Ya mam ..., nanti Bara bicarakan dengan dengan Salju bagaimana baiknya. Kita pamit dulu ya mam ..., keburu malam," Bara mencium punggung tangan mamanya dan Salju pun melakukan hal yang sama.


" Kalian hati hati di jalan ..., Bara jangan ngebut ngebut. Ingat kamu bawa bayi yang lagi tidur pulas ..., jangan sampai kaget karena kamu ngerem mendadak," mamanya Bara memberikan pesan pada Bara yang terkadang kurang hati-hati dalam mengendarai kendaraannya.


Kemudian Salju dan Bara segera bergegas pulang ke rumah mereka yang hanya berjarak tiga kilometer dari kediaman mamanya Bara.

__ADS_1


__ADS_2