
Pagi yang cerah dan matahari malu malu menampakkan sinarnya. Salju yang bangun terlebih dulu ..., memandang wajah Bara suaminya dengan senyum merona.
" Mas suami ..., bangun dong katanya mau berangkat kerja," ucap Salju.
" Sebentar sayang ..., gue masih ngantuk. Memangnya loe nggak capek ..., semalam kan baru buka segel. Badan gue aja masih pegel pegel," ucap Bara.
Ya semalam Salju dan Bara baru saja menikmati malam pertama mereka yang sedikit di bumbui drama.
Wajah Salju semakin merah merona karena Bara suaminya mengingatkan aktivitas malam yang pertama kalinya mereka lakukan.
" Udah buruan bangun ..., air hangatnya sudah gue siapin dan handuk dan kawan kawannya juga sudah beres," ucap Salju.
Bukannya bangun Bara menarik istrinya sehingga Salju jatuh di atas tubuh Bara.
" Satu ronde lagi ya ..., gue janji setelah itu gue akan mandi dan berangkat ke kantor," ujar Bara.
" Sayang gue juga capek ..., nanti malam aja ya please. Kan gue juga harus kerja, udah tiga hari ini gue ninggalin kerjaan gue," ucap Salju.
" Emang loe nggak kasihan sama gue ..., itu burung gue udah on air siap masuk sarang kenikmatan," Bara merajuk pada istrinya.
" Janji ya ..., cuma satu ronde," ucap Salju.
Akhirnya mereka melakukan pemanasan dulu sampai akhirnya merekapun mulai pergulatan di pagi hari dengan gairah yang membara di antara keduanya.
Mereka pun mengakhiri pergulatan mereka setelah mencapai puncak kenikmatan yang mereka rasakan dan lepaskan bersama sama.
" Sarapan yang sudah susah payah gue buat jadinya dingin ..., loe sih masih pagi sudah minta jatah," ucap Salju.
" Gue udah nggak tahan ..., habisnya loe sangat luar biasa. Kita bisa kejar setoran tiap malam biar di perut loe bisa cepat ada kecebongnya," ucap Bara.
" Loe pikir gue kodok ..., pakai ada kecebong di perut gue," ucap Salju.
Karena udah kesiangan akhirnya mereka pun mandi bersama untuk menyingkat waktu agar tidak terlambat masuk kantor.
" Loe udah siap belum ..., nanti gue anterin loe ke kantor loe sekalian gue jalan ke kantor gue," ucap Bara.
" Sabar dong mas suami ..., ini gue baru beres," ucap Salju.
__ADS_1
Bara mengantarkan Salju istrinya dulu baru dua menuju kantor perusahaannya.
Sepanjang perjalanan mereka tidak terlalu banyak ngobrol seperti biasanya. Karena waktunya sudah siang dan sudah pasti akan terlambat sampai kantor.
" Nah udah sampai ..., loe kok malah bengong. Kenapa lagi ?" tanya Bara pada Salju.
" Mas suami beneran mau kerja kan ..., bukan mau ketemu ulat bulu yang sering deketin mas suami," ujar Salju.
" Ya Tuhan ..., gue nggak maksa loe buat percaya sama gue. Yang kita lakukan semalam itu tulus dari hati gue bukan karena nafsu semata,"
" Dan apa gue terlihat seperti seorang yang sudah terbiasa melakukan hubungan intim ..., loe sendiri bisa ngerasain bagaimana groginya gue ..., paniknya gue saat burung gue susah banget masuk ke sarangnya," ucap Bara.
" Gue memang brengsek ..., tapi gue nggak sekotor itu," ucap Bara sedikit meninggikan nada suaranya.
" Gue udah terlambat ..., terserah loe mau mikir apa tentang gue. Turunlah ..., nanti jam empat sore gue jemput loe," ucap Bara dengan nada datarnya.
Salju pun turun dari mobil ..., dan mencium punggung tangan suaminya dengan mata berkaca-kaca.
" Maafin gue ....," Salju masih menggenggam tangan Bara suaminya.
" Loe nggak salah ..., masa lalu gue yang salah" Bara tersenyum dan mencium kening istrinya, Dan menghapus air mata Salju.
" Iya gue mau masuk ..., loe hati hati di jalan nggak usah ngebut," pesan Salju.
Salju duduk termenung di kursi kebesarannya, dan ada rasa menyesal karena masih meragukan kesetiaan Bara suaminya yang baru di nikahinya empat hari yang lalu.
" Apa gue salah kalau masih belum sepenuhnya percaya sama loe ..., gue hanya nggak mau loe ada wanita lain di luaran sana. Karena loe suami gue ..., milik gue. Gue nggak suka kalau ada yang menyentuh apa yang sudah menjadi milik gue," batin Salju.
-
-
-
" Wah ..., loe semalam habis Wiki Wiki sama bini loe sampai sampai jam segini baru sampai kantor. Parah loe ..., kagak kasihan apa loe sama gue," ucap Kenzo.
" Diem loe ..., baru juga tiga hari gue tinggal kayak sudah setahun aja. Loe kira gue nggak capek ..., setiap hari pan loe nganterin berkas berkas laknat itu ke rumah gue,"
__ADS_1
" Untung bini gue genius ..., selalu bantuin gue. Kalau nggak dibantuin bini gue bisa bisa tahun depan baru kelar," ucap Bara.
" Ya loe nggak usah nyolot gitu ngapa ..., apa loe ada masalah lain. Gue tau betul loe itu orangnya kayak apa," ucap Kenzo.
" Bukan urusan loe ..., loe kerja aja yang bener. Kagak usah banyak tanya," ucap Bara dengan nada datarnya.
Kenzo yang niatnya mau ngerjain Bara malah kena semprot duluan. Dan Kenzo yang sudah kenal Bara dari kecil sangat tau, pasti Bara lagi galau.
" Loe itu nggak bisa bohongin gue Bar ..., pasti lagi ada yang loe pikirin," batin Kenzo.
" Dari pada gue mikirin bos sinting ..., mendingan gue terusin kerjaan gue," gumam Kenzo.
-
-
-
" Kenapa sih Sal ..., loe pakai ngomong kayak gitu ke gue. Kan gue jadi kepikiran," batin Bara.
Beberapa saat kemudian ada pesan masuk dari Salju istrinya.
" Mas suami ..., gue bener bener minta maaf sama loe. Gue hanya nggak mau apapun yang sudah jadi milik gue di sentuh orang lain. Dan gue nggak suka kalau ada perempuan lain deketin loe,"
" Maafin gue juga karena gue egois ..., tapi gue takut kalau loe ninggalin gue," ucap Salju.
Bara pun tersenyum membaca pesan dari istrinya yang sangat posesif dan juga berlebihan.
" Loe bukan hanya bar bar tapi loe juga posesif dan juga cemburuan ..., tapi gue suka berarti loe bener bener udah terima gue jadi suami loe seutuhnya," batin Bara.
Kemudian Bara membalas pesan dari Salju istrinya.
" Gue udah maafin loe ..., dan maaf juga tadi gue ngomongnya sedikit keras sama loe,"
" Kita belajar sama sama ya ..., buat ngejaga hubungan kita. Gue akan berusaha selalu jujur sama loe ..., udah ya gue mau kerja dulu. I Love You my wife,"
Salju sangat bahagia membaca balasan pesan dari suaminya.
__ADS_1
" I Love You more mas suami,"