Pelabuhan Terakhir Marsha

Pelabuhan Terakhir Marsha
#PTM BAB11


__ADS_3

“Asli Gue Malu sampe ke tulang” Ucap Bisma lagi dan lagi.


Setelah pesanan minuman mereka datang, Bisma dan Aden menenggak minuman hingga setengah. Ini sungguh kebodohan yang HQQ, bagaimana tidak, mereka masuk ke tempan yang tidak semestinya.


Mau di taruh dimana muka mereka Oh Astaga.. Bisma terus saja merutuki dirinya yang sangat bodoh. Kembali lagi, padahal dia tidak berkepentingan sama sekali disini tapi dia juga dapat malu yang sama besar seperti Aden.


“Bisma, kenapa lo gak ngasih tahu sih kalau kita masuk ke tempat Underware” Aden angkat bicara pada akhirnya.


“Mana gue tahu itu tempat dalem an cewek” Sangga Bisma. Tapi memang benar-benar ia tidak tahu yang di masuki oleh Marsha dan kedua teman nya adalah toko Underware.


Jika Bisma mengetahuinya sejak awal,pasti ia akan memilih menunggu mereka di luar saja.


“pantes tadi Mbak pelayan ngetawain gue..Hahaha konyol bangbang ini Mah” Aden tertawa sumbang saat mengingat kelakuan nya bersama Bisma yang benar-benar di luar nalar.


“Hufftttt” Bisma hanya bisa menghela nafas pasrah, dia sudah tidak bisa berbicara lagi. Mulutnya benar benar kelu, jika harus membicarakan soal ini.


“Bis,pokok nya kejadian memalukan kayak barusan cuman kita aja yang tahu. Fix kalau kesebar itu jelas dari mulut lo” Ujar Aden memperingati.


“Ya jelas gue bakal tutup mulut, kalau gue nyebarin hal memalukan ini ke orang lain, sama aja gue bongkar aib sendiri nyet!! Jadi lo tenang bae” Aden mengangguk dan sangat yakin Bisma tidak akan Ember karena ini juga menyangkut tentang dirinya.


Cukup lama mereka duduk dan mengobrol, karena pada dasar nya Aden bukan lah teman satu geng Bisma. Hanya saja karena ada kepentingan lain Bisma menjadi dekat dengan Aden. Tapi itu juga bukan berarti mereka jadi Bestie ya guys.


Ini hanya sekedar obrolan Aden yang sangat ingin mendekati Puput yang sangat cantik menurut nya. Tapi tiba-tiba tiga gerombolan perempuan yang mereka buntuti tadi menyadari kehadiran dua laki-laki yang tengah duduk sambil memasang wajah resah.


“Adennnnn” Ucap Puput manja, Aden seketika mengangkat wajahnya.


“Puput… ng—ngapain lo disini?” Jawab Aden asal, tidak menyangka akhirnya mereka ketahuan juga.


“Gue lagi jalan sama Didis sama Marsha juga. Kalian ngapain disini?”


“Kita lagi ngopi, kalian mau ngopi juga? Gabung aja ayo duduk” Usul Bisma dan di angguki oleh Didis dan Puput.


Marsha hanya bisa mengikuti mereka walaupun hatinya sangat tidak ingin duduk berdekatan dengan Bisma, tapi ya apa boleh buat dari pada ia mengasingkan diri di meja lain. Berbeda dengan Didis yang sangat antusias bisa satu meja dengan Bisma agung,jika ia tidak bisa bersama Bisma setidak nya ia bisa juga mendapatkan pacar setype dengan Bisma yang Cool cool kaya kulkas gitu.


“Sha.. lo mau pesen apa?” Tanya Didis.

__ADS_1


“Gue mau Macha latte sama cheese cake strawberry”Jawab Marsha tanpa fikir panjang.


Makanan manis yang sangat ia suka cheese cake, sudah pasti itu yang di pesan jika Marsha sedang di gerai kopi bersama keluarganya.


“Oke gue pesenin” Didis dan puput beranjak untuk memesan makanan mereka.


Bisma hanya focus pada ponselnya saja, sedang Aden hanya tersenyum kaku melihat Marsha yang memperhatikan mereka secara bergantian. Untuk menghilangkan kecurigaan Marsha,aden angkat bicara pada akhirnya.


“Sha.. lo pernah bilang kegue waktu mau kerkom di afternoon café , katanya kalau mau jalan harus izin dulu sama abang lo yang over protektif itu,ini ko lo bisa keluar?” Marsha memajukan tubuhnya tepat di depan meja.


“gue udah izin kali, gak usah ikut mikirin lo!” Aden seketika menutup mulutnya karena jawaban ketus Marsha. Pembahasan yang sungguh garing, jelas itu membuat Marsha jadi bad mood.


“Pesanan sudah datang” Didis dan Puput membawa nampan yang berisi makanan dan minuman pesanan masing-masing.


Mereka memakan cheese cake dan pesanan yang lainnya sembari mengobrol soal perempuan,yang jelas akan membuat Bisma yang menjadi malas mendengarkan.


Seharusnya sih, tapi anehnya Bisma tidak terganggu dengan suara Marsha yang sangan enak di dengar. Walau pun cerita Marsha cerita klasik masa-masa sekolah SMP tapi itu tidak membosankan untuk Bisma.


Sudah petang tapi Marsha masih anteng nangkring di kedai kopi tadi, karena obrolan seperti ini bersama mereka sungguh sulit ia dapatkan. Ada kesempatan ya harus di manfaatkan dengan baik bukan.


“Hmm.. Gue bawa mobil,Den kenapa?” Aden menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Tadinya gue mau anter,cuman ya gimana ya lo nya bawa mobil” Puput hanya tersenyum menanggapi basa-basi dari Aden, tapi di balik hatinya ia ingin sekali. Ya tapi itu dia, Puput membawa mobilnya sendiri.


“Yaudah gue balik duluan kalau gitu,” Ucap Marsha sambil menarik lengan kedua teman nya tanpa persetujuan Aden dan Bisma.


Bisma tanpa menjawab justru malah mengikuti langkah ketiga teman perempuan nya secara mengendap-ngendap. “Bis.. Bisma” Bisik Aden pelan, Aden juga malah mengikuti mereka lagi dan meniru Bisma yang berjalan seperti maling.


“Kita ikutin mereka sampe rumah masing-masing, takut ada apa apa di jalan, gimana?” Aden jelas setuju lah. Karena memang itu yang ia inginkan.


Bisma lupa kalau motor gedenya ditinggal di sekolah, saking semangat nya ia mengikut Marsha.


“setuju.. yaudah buru kita kebest men”


Bisma kembali mengikuti tiga anak perempuan yang notabene adalah teman-teman nya. Perjalanan nya cukup jauh dari mall sepertinya ini rumah Marsha, dan ohh Bisma dan Aden tercengang melihat benar Marsha yang turun, yang lebih mencengangkan lagi ya rumahnya. Adaapa kah dengan rumahnnya, ya apalagi kalau tidak besar dan megah.

__ADS_1


Rumah mereka masing-masing juga besar, tapi dengan rumah Marsha yajelas besar rumah milik Marsha. Terlihat Marsha melambaikan tangan kepada dua teman nya, dan setelah memastikan mobil Puput melaju Marsha bergegas masuk.


Bisma langsung di perintahkan Aden untuk mengikuti mobil pujaan hatinya, dengan malas tapi Bisma tetap menincak pedal gasnya perlahan.


___


Marsha masuk dengan riang kedalam gerbang yang di bukakan oleh Amin yang sudah menunggu kedatangan nya sejak dari pukul lima sore, sementa sekarang Marsha baru tiba dijam tujuh.


Rully sudah sering keluar masuk rumah untuk memeriksa kepulangan adiknya, dan terus menerus mengancam nya. Dan sekarang Amin bisa bernafas lega kala bos kecilnya pulang ke rumah.


“Aduh Bos kecil untung udah pulang” Ucap Amin saat Marsha,Marsha mengernyit dahi.


“Kenapa emang pak Amin?”


“Kalau Bos kecil gapulang jam tujuh, pak amin bakalan di gorok sama Den Rully” Malang sekali nasib pak Amin. Marsha sungguh sangat merasa bersalah.


“jangan lebay pak Amin” Suara Bariton Rully mengagetkan Marsha dan Amin seketika mereka menoleh ke arah Rully yang berada tepat dibelakang Marsha.


“Hehe den Rully”Pak amin hanya nyengirkuda kepada Rully.


Ancaman Rully bukan sarkas seprti itu, tapi hanya sekedar menakut-nakuti saja agar Amin tidak lalai dalam mengawasi bos kecilnya. Paling hanya sekedar di potong gaji uang makan .


“Pasti lo ngancem Pak Amin kan?” Tuduh Marsha sambil telunjuknya mengarah ke pada wajah Rully.


“Cuman potong uang makan doang” Jawab Rully ringan.


“Gak usah khawatir pak amin,nanti uang makan pakk amin aku yang bayar” Pak Amin tersenyum ceria mendengar perkataan bos kecilnya. Memang benar-benar baik hati bos kecilnya ini..


“Cha.. Acha.. Tunggu!” Marsha melengos pergi kedalam rumah meninggalkan Rully yang masih kesal karena perbuatan adik bungsunya. Tapi untuk sementara ini tidak ada yang bisa ia perbuat,selain diam dan menuruti kemauan sang adik.


Bersambung..


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA. SERTA VOTE UNTUK MENDUKUNG KARYA OTHOORR. DUKUNGAN KALIAN SUNGGUH BERARTI BAGIKU..


AKU PADA MU LOVE:*

__ADS_1


__ADS_2