Pelabuhan Terakhir Marsha

Pelabuhan Terakhir Marsha
#PTM BAB31


__ADS_3

Marsha berjalan masuk kedalam rumahnya tampak sepi hanya ada Gerana yang tengah membaca, ia duduk tanpa mengucapkan salam. “Assalamualaikum.” Sindir Gege sambil tersenyum.


“Waalaikumsallam” Jawabnya malas. “Kenapa sih adiknya aku,” Tanya Gege mendekat dan menyimpan buku novelnya.


“Mbak.. gimana rasanya waktu Mama nentang hubungan kalian?” Tanya Marsha tiba-tiba.


“Sakit banget, tapi untungnya hubungan aku sama Abang mu kembali di restui meskipun aku tidak mencoba membuktikan apa-apa” Kata Gege mulai dalam mode serius.


“Memangnya siapa yang tidak merestui hubungan kalian, terus siapa orang yang bisa menaklukan hati mu?” Lanjut Gege.


“ada… orang biasa malahan mbak, asalnya dia klien aku”


Gege manggut-manggut “Sabar ya,lebih baik jangan menentang orang tua.kamu tahu kan kisah Aku dan Alm Bara, itu karena tanpa restu orang tua” Marsha mengangguk faham.


“Anggap saja orang itu bukan jodoh kamu, mudah-mudahan juga allah sudah menyiapkan jodoh yang lebih baik dari laki-laki itu”


“Apa aku terima aja ajakan Makan malam sama keluarga temen Mama atau Papa?”


“Boleh, tidak ada salah nya kan belum tentu juga kan Mama dan Papa akan menjodohkan kamu sama anak teman mereka bisa saja itu hanya sekedar silaturahmi.”


“Oke deh Mbak aku mau ke kamar dulu, Mbak jangan terlalu cape inget si kembar dalem perut’’ Gege tersenyum tulus dan melanjutkan kegiatan nya membaca novel sepeninggalan Marsha.


Hilang sudah rasa sakitnya, entah lah padahal Marsha merasa cintanya benar-benar dalam untuk febry. Tapi jika mengingat perkataan sang Ibu, sakitnya semakin menjadi. Tapi air mata nya seperti kering dan tidak mengizinkannya untuk menangisi laki-laki seperti itu apalagi.


Febry adalah tipikal laki-laki yang tidak bisa menolak, lebih tepatnya tidak punya pendirian. Buktinya saat Marsha memintanya untuk tetap tinggal dan mengikuti kemauan Ibunya ia tetap diam. Tidak mencoba menghubunginya ataubahkan mencari jalan keluar.


Untungnya tidak ada status yang harus di beratkan dalam hubungan mereka, jadi Marsha masih bisa tersenyum walaupun hatinya benar-benar sakit ketika ia di hina seolah dia tidak punya apa-apa.


Kedudukan? Jelas Marsha punya,hanya saja ia tidak mau menyombongkanitukarenaituhanya sementara da titipan.


Serta satu lagi, di kantor yang Bella pimpin dan Papanya gusti , itu adalah anak kantor milik Rama juga.karena sebagian sahamnya adalah milik Rama, ia adalah salah satu infestor yang sangat sukses.

__ADS_1


Jadi jelas salah jika Yeni hanya menganggap Marsha karyawan biasa. Nyatanya Marsha memiliki segalanya. Makanya kalau mlihat seseorang itu jangan hanyadari kedudukan apalagi covernya.


Menyesal lho nanti kalau milih Bella..


\=\=


Di kediaman Farhan…


“Pih..” Ucap Hanin tiba-tiba. Farhan langsung menoleh mendengar panggilan sayang dari mantan kekasihnya.


“Ada apa Mih?” Jawabnya. Hanin duduk merapat di sebelah Farhan.


“Menurut mu apa Bisma sudah pantas untuk menikah?” Farhan menyimpan korannya.


“Kenapa kau tiba-tiba membicarakan ini?” Tanya Farhan bingung, tapi ia tetap menjawab pertanyaan sang istri. “Dia sudah pantas menikah, usianya sudah matang,Papi lihat juga dia sudah pandai mengurus perusahaan nya”


Hanin bersorak senang “Kenapa kau begitu senang mendengar dia sudah pantas menikah”


Itu lah yang selalu di keluhkan Hanin.. adalah cucu.


“memang nya siapa yang ingin dia lamar?’’


“Mami ingin menjodohkan nya dengan anak nya Bang Rama. Kamu tahu kan Pih, beberapa waktu yang lalu Mami kena musibah dan selalu saja dia yang bantu,dan Mami baru tahu kalau itu adalah anaknya Icha dan Bang Rama” Kata Hanin membuat Farhan semakin tertarik dengan obrolannya.


“Memang nya Rama punya anak perempuan? Dan bukan Bisma dekat dengan anaknya Gusti?”


“Punya Pih,nama nya Marsha.. dia emang kurang menampakan diri , gak suka di segani karena anak nya Bang Rama” Farhan mengangguk, memang kepribadiannya tidak jauh dengan kedua orang tuanya. “Mami kurang suka sama anak nya Mas Gusti, Ganjen”


Rama membenarkan ucapan Hanin barusan, karena pernah beberapa kali ia memergoki saat anaknya di pegang-pegang di kantor dengan tanpa rasa malu.


“Gimana ya cara bilang ini semua sama Bisma?” Kata Hanin bingung. Belum tentu ia mau sebab Hanin pernah mendengar Bisma punya wanita idaman lain,yang berencana akan di perkenalkan kepada kedua orang tuanya.

__ADS_1


“Bisma denger semuanya..” Ucap Bisma membuat kedua orang tuanya mematung.


“Bim.. sudah pulang” Tanya hanin Basa-basi “Mau makan dulu? Tumben pulang jam segini” Ucap Hanin lagi ia merasa canggung sekali.


“Mi.. Jangan mencoba mengalihkan pembicaraan, dengan siapa Bisma akan di jodohkan?” Tanya Bisma dingin dan mengintimidasi, ia terlihat sangat enggan di jodohkan.


“Pokonya ada Bim, rencanya besok Mami mau ajak mereka makan malam, kalian kan bisa kenalan dulu gak akan langsung nikah” Jelas Hanin.


“Tapi Mami tahu juga kan Bisma punya perempuan idaman?” Hanin langsung menyela. “Ya mana kamu janji mau kenalin ke mami dan Papi tapi gak juga tuh sampai sekarang” Hanin melipat kedua tangan nya di depan dada.


“Besok Bisma kenalin” Ucapnya spontan.


Ingat bagaimana caranya akan mengajak Marsha menemui orang tuanya,jangan kan begitu, di ajak ngobrol santai saja Marsha tidak bersahabat. Apalagi di kenalkan sebagai pacar,bisa di kubur hidup-hidup Bisma.


“Kalau besok siang kamu gak bisa bawa dia ketemu Papi dan Mami, berarti kamu gak bisa nolak malam nya kamu makan malam sama kita” Pungkas Farhan final. Ketika Farhan sudah berbicara itu tidak akan bisa di ganggu gugat lagi.


“Deal.” Ucap Bisma pada akhirnya.


Bisma masuk kedalam kamarnya, kamar yang baru beberapa bulan terakhir ini ia tinggali. Terasa hampa ketika ia merasakan kesendiriannya. Niat hati ingin menyusul Marsha ke Amerika, tapi malah yang di kejar kuliah di tanah air nya Indonesia.


Belum lagi kenyataan Bisma akan di jodohkan, dengan siapa dan bagaimana sikapnya Bisma tidak tahu karena sama sekali orang tua nya tidak memberikan klu apa-apa.


Malam ini ia hanya bisa berdoa,semoga besok Marsha mau menerima cintanya dan brsedia bertemu dengan orang tuanya. Setidaknya jika Bisma tidak menjadi kekasih sungguhan nya, Marsha bisa menolongnya untuk pura-pura menjadi kekasihnya, supaya perjodohan nya dengan wanita yang belum jelas itu bisa di batalkan.


Bisma sadar betul akan kesalahannya di masa lalu, dan oleh karena itu Bisma ingin menebus semuanya. Semuanya. Berulang kali ia katakan hidup dalam rasa bersalah itu tidak enak. Jika ia bisa bersama Marsha apapun itu caranya,Bisma akan lakukan, Bisma berjanji pada dirinya sendiri ia akan membahagiakan nya di sepanjang hidup mereka, akan melindunginya dengan segenap jiwa dan raganya. Meskipun Bisma sangat tahu Marsha akan menolak ajakan nya tersebut, mengingat Marsha sangat membencinya.


Biarkan takdir yang mempertemukan mereka, bagaimana pun kedepannya Bisma yakin akan adajalan terbaik untuk kisah cintanya dan juga untuk kehidupan nya.


Besambung…


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN NYA

__ADS_1


__ADS_2