
Pagi ini Marsha sedang bersiap untuk jogging bersama Didis dan Puput, sudah satu bulan berlalu dari kejadian Bisma yang akan membuat Marsha jatuh cinta,tapi ternyata ada niatan buruk yang terselubung.
Pergerakan Bisma sungguh gencar, dimulai dari hal kecil mencoba mengantar nya pulang dan menjemputnya kala pagi untuk pergi bersama menuju sekolahnya.
Tapi jelas Marsha menolak ajakan ajakan klasik Bisma, karena Marsha mengetahui niat terselubung Bisma, dia tidak pernah membenci seseorang. Tapi saat mengenal Bisma, Marsha tahu arti kata Benci .
Hari minggu yang cukup cerah, embun di pagi hari, matahari menyingsing menemani langkah Marsha yang ingin duduk menunggu kedua sahabatnya, ia di antar oleh pak Amin menuju GBK.
“Cha-cha..” Sapa Puput dan Didis berbarengan, Marsha hanya melambaikan tangan malas.
Sebab rumah mereka yang paling dekat dengan GBK tapi malah mereka yang datang terlambat.
“Sorry telat..” Ucap Didis menyesal. Marsha mengangkat tangan nya seperti mengisyaratkan tidak apa-apa.
“Dihh keren bangen neng cha-cha ku ini.” Marsha melihat dirinya yang hanya mengenakan pakaian olahraga berbahan jersey dan lagging di dalamnya.
“Apaan si Put, udah buru jogging sekarang” Marsha memulai dengan peregangan dan pemanasan gerakan Marsha di ikuti oleh Puput dan Didis.
Mereka mengelilingi hanya beberapa putaran saja, wajahnya sudah di selimuti keringat. Marsha membuka topi yang ia pakai dan duduk selonjoran di bawah rumput.
Didis dan Puput tengah sibuk membeli minuman dan berbagai cemilan, Marsha hanya bisa geleng kepala melihat kedua sahabatnya. Sebetulnya bukan olahraga niat mereka tapi selfi dan membeli berbagai cemilan.
“Marsha.. lo jogging disini juga?” Ucap Aden, Marsha menoleh sesaat dan mengangguk kala mengetahui yang menyapanya adalah Aden,dan Bisma.
Orang yang sungguh ia hindari akhir-akhir ini, Marsha tahu mungkin Bisma menyadari perubahan sikap Marsha. Tapi sebetulnya tidak ada yang berarti sebenarnya,karena sikap Marsha di awal pertemuan memang sudah dingin. Sejak bendera perang yang di kibarkan Bisma sikap Marsha berubah menjadi lebih dingin.
“Puput juga ikut kan? Gue liat dari story IG nya dia bareng sama lo?”
__ADS_1
“Mereka lagi jajan” Jawab Marsha pendek.
Aden dan Bisma duduk bersebelahan dengan Marsha, Marsha masih focus pada ponsel dan memilah foto yang akan ia unggah di laman social media nya. Tapi Aden beranjak untuk menyusul sang pujaan hati yang belum bisa ia raih hatinya sampai detik ini.
Tinggal lah Marsha dan Bisma yang duduk bersisian namun jaraknya cukup jauh karena terhalang Aden tadinya, Bisma mencoba membuka pembicaraan. Karena taruhan nya sudah gagal dan ini sudah lebih dari satu minggu. Maka Bisma akan mengutarakan isi hati yang sebenarnya.
“Marsha..” Marsha tidak bergeming saat suara Bisma jelas terdengar.
“Gue mau ngomong sesuatu” Marsha melirik tajam tepat ke mata Bisma.
“setelah apa yang gue lakuin sama lo,gue nyesel. Dan sekarang gue mau minta maaf meskipun gue tau sulit buat lo percaya sama gue. Gue suka sama lo” Marsha makin menatap benci ke arah Bisma.
“Lo mau kan jadi pacar gue?” Ucapnya Ragu, sungguh Marsha ingin muntah mendengar kata-kata menjijikan dari Bisma barusan.
Tidak menjijikan bagaimana, jelas Marsha mendengar kalau motif di balik kata cintanya adalah ingin mengalahkan Marsha.
“Dasar cowok gak tahu malu, setelah apa yang lo lakuin ke gue, dengan tanpa berslah lo bilang suka sama gue Bisma?!!” Bisma menghela nafas pelan ia yakin akan mendengar kata-kata itu dari bibir Marsha.
“mulai detik ini gue gak mau kenal sama lo, dari awal gak ada yang berati dari perkenalan kita”
“Satu lagi, kalau ada hal yang sangat gue benci itu lo Bisma!!” Marsha beranjak dan pergi meninggalkan Bisma yang termangu.
Benar yang di katakan Marsha ia adalah laki-laki yang tidak tahu malu dan ke kanak-kanakan. Untuk apa dia balas dendam dengan cara yang kita semua sudah tahu. Untuk menyesal sekarang pun Bisma tidak berani,sebab dia sendiri yang sudah membangun pondasi kebencian dengan sempurna dan sangat kokoh. Hingga Marsha sama sekali tidak ingin mencoba atau bahkan meliriknya sebagai seseorang, mungkin yang Marsha lihat adalah iblis yang bersemayam di diiri Bisma.
Bisma tidak berani mengejar Marsha karena ia cukup tahu diri siapa dirinya, penolakan Marsha memang menyakitkan tapi lebih menyakitkan lagi jika posisi Bisma berada di diri Marsha, yang akan di jadikan pacar hanya karena balas dendam dan taruhan.
Marsha pergi meninggalkan Bisma bukan karena pernyataan cinta Bisma, Marsha sangat menghargai itu. Hanya yang Marsha belum bisa terima adalah soal pernyataan terakhir Bisma yang akan menghancurkan prestasi yang sudah ia pertahankan sejak dulu.
__ADS_1
Tapi jika saja Marsha bersedia mendengarkan penjelasan Bisma selanjutnya, mungkin semua kesalah pahaman ini tidak akan berlanjut. Tapi apa boleh buat semua ini sudah terlanjur, bersiaplah kau Bisma hidup dalam rasa bersalah yang tak kunjung usai karena hanya satu kata Maaf yang tidak di ucapkan. Dan rasanya sungguh tidak enak.
Puput sudah kembali bersama Didis dan di temani oleh Aden. Puput mengernyitkan dahi ke arah Bisma seolah ia menyalahkan Bisma yang menyebabkan Marsha pulang.
“Marsha balik, tapi gak pamit” Ucap Bisma yang mengerti tatapan mengintimidasi dari Puput dan Didis.
Didis duduk di aspal dekat kaki Puput. “Dia lagi sensi banget ya semenjak Kak Marko nembak dia” Bisma mendengarkan dengan seksama perkataan Didis barusan.
“Emang Marko beneran nembak dia? Kenapa gak di terima?” Kini Aden yang mejawab ucapan Didis.
“Iya.. tapi gak nyangka lho, kalau yang jadi icon sekolah dan terkenal teladan ternyata… ah sudah lah” Puput enggan menjelaskan lagi perkataan nya, kalau di cerittakan jelas ia akan membuat Marko kehilangan muka saat itu juga.
“Si Marsha itu bukan anak orang sembaragan, mungkin segelintir orang gak tahu siapa orang tuanya. Dia juga gak terlalu senang kalau keluarga nya terekspose oleh orang-orang yang dia kenal. Karena sejak kecil dia udah di kekang sama abangnya, suatu hubungan tidak terlalu penting buat dia” Jelas Didis, karena untuk saat ini sedikit banyak Didis mulai mengetahui kepribadian Marsha.
“Anak siapa emang?” Tanya Aden penasaran.
“Lo juga bakalan tahu ntarnya” Jawab Didis sekenanya.
“pokonya si Marko bakalan nyesel udah lakuin ini ke Marsha” pungkas didis pada akhirnya.
Mereka memutuskan untuk pulang ke kediaman masing-masih, jika memikirkan soal Marsha dan Marko itu tidak akan ada habisnya. Marsha memang tidak anti percintaan hanya saja perasaan kagum nya terhadap kakak tingkat idaman menguap entah kemana. Ia sangat membenci suatu hubungan tidak sehat seperti yang di utarakan Marko kalau ia tidak bisa menjalani suatu hubungan tanpa Mak[i]ng love.
Sumpah Marsha ilfeel se ilfeel ilfeelnya sama si Marko, ternyata cowok idaman para kaum hawa jauh dari kata baik. Mulai saat ini Marsha tidak akan menilai seseorang dari covrnya yang terlihat sangat baik nyatanya ada setan terselubung di dalam di manusia tersebut.
Bersambung….
BUAT YANG SKS BACANYA MOHON LIKE DAN VOTE YA.
__ADS_1
SAPA AKU DIKIT AJA.. KARENA MENULIS ITU PERLU FIKIRAN JERNIH.
SEE YEAAAA