
Marsha makan dalam diam, apakah ini benar? Ia akan di jodohkan dengan Bisma?
“Bim, Marsha ini sudah pernah tolong Mami dua kali. Saat Asma Mami kambuh, saat mama mau di begal. Marsha lah yang membantu.” Jelas Hanin kepada Bisma.
Bisma langsung menatap takjub.
“Tidak usah berlebihan Tante, itu bukan apa-apa” Jawab Marsha cepat.
“Bim apa kamu masih mau menolak di jodohkan dengan Marsha? Bukan nya kalian pernah satu sekolah?” Tanya Hanin, Marsha langsung melotot sekaligus tersenyum kearah Bisma.
“Iya tante kami satu kelas.. bahkan kami berteman dengan baik” Ucap Marsha penuh dengan penekanan, Bisma sungguh takut jika harus rahasianya di bongkar disini. Bisa bisa rama dan Marissa membatalkan perjodohan ini.
“Bagus lah, jadi tidak ada alasan untuk kalian saling menolak bukan.” Marsha mengangguk.
“Kalian pendekatan saja lah, kalau bisa jangan pacaran pacaran segerakan saja. Mama rasa bimbim sudah cukup usia untuk membina rumah tangga” Ujar Marissa senang,, pada akhirnya anak bungsunya menyerah menjadi jomblo berkualitasnya.
“Berarti sudah fix perjodohan ini, Marsha dan Bisma sepertinya sama sama tertarik” Timpa Hanin bahagia, karena memang ini yang ia inginkan. Bisma menikah bukan dengan orang yang salah.
Perjodohan yang di lakukan para orang tua sudah berhasil 100% tanpa penolakan Bisma dan Marsha semuanya berjalan lancar.
Sekarang di dalam mobil milik Bisma, Marsha hanya memandang kearah luar dengan tatapan kosong. Karena dengan paksaan dari Hanin dan Marissa.
“Sha..” Sapa Bisma pelan dan itu langsung membuat lamunan Marsha berhenti.
Marsha menoleh. “Ya kenapa?” Jawab Marsha pendek.
“Kok kamu ngelamun? Kamu keberatan ya soal perjodohan kita” Marsha menggeleng “Engga ko, gue cuman gak nyangka aja soal orang tua kita yang bersahabat” Ujar Marsha kembali.
“Apa lo tau soal perjodohan ini?” Tanya Marsha lagi.
“Saya tidak tahu menahu soal ini, makanya tadi pagi saya mau ajak kamu ketemu Mami dan Papi agar perjodohan ini batal. Tapi kamu tahu takdir mempertemukan kita disini”
__ADS_1
Marsha hanya bisa tersenyum menanggapi kenyataan baru yang di hadapinya, ia sama sekali tidak bisa menolak perjodohan ini mengingat betapa bahagianya Hanin dan Marsha menyambut perjodohan mereka.
“sha.. Beri saya kesempatan untuk membahagiakan kamu. saya janji akan membahagiakan kamu”
“gue tahu Bis, kita mulai dari awal” Ucap Marsha pada akhirnya. Marsha sangat keberatan sebetulnya tapi kembali lagi, ia tidak mau mengecewakan angan kedua orang tuanya.
“Makasih ya Sha. Kamu udah mau menerima saya yang berlumuran dosa ini” Marsha mendelik tidak suka.
“Jangan lebay lo Bis, kita lupain masalalu. Yang harus kita lihat ya masa depan” Kata Marsha santai, Bisma hanya tersenyum menanggapi ini.
Betapa bahagianya dia saat keinginan nya terkabul, tanpa susah payah mencari jodohnya sudah ada depan mata.
“Oke kita mulai dari awal. Kamu bisa tanya sesuatu sama saya, ya supaya kita bisa saling mengenal” Ucap Bisma dan itu membuat Marsha tertarik untuk meneruskan obrolannya.
“Oke. Kenapa lo ngejar gue ke Amerika? Jelas-jelas gue kuliah di Jakarta” Pertanyaan pertama Marsha.
Bisma menghadap Marsha. “Saya dapat informasi dua hari sebelum kelulusan, Aden bilang dia ingin kuliah di korea bersama puput tapi beasiswa yang ia incar gagal, lalu dia juga bercerita kalau kamu akan kuliah di Amerika. Dengan tanpa informasi yang jelas saya langsung daftar disana” Marsha tertawa terbahak sampai-sampai mengeluarkan air di sudut matanya.
“enggak, Gue ngrasa lucu aja lo mau cari gue bertahun-tahun disana jelas gak bakal ketemu Bisma. Awalnya gue emang mau kuliah di sana tapi ya lo tahu abang gue gak izinin. Hampir semua temen kelas kan kuliah di luar negeri tapi memang ada beberapa yang di indo” Jelas Marsha setelah selesai tertawa.
“Kenapa lo gak coba hubungin gue?” Tanya Marsha, ia menatap Bisma tanpa berkedip.
“Kamu kan tau sendiri bencinya kamu ke saya gimana” Sahut Bisma sedih.
“Lo yang bikin gue benci dengan sendirinya, gue gak tau lo inget atau enggak. Lo pernah mau nembak gue dengan alasan mau rebut beasiswa dari sekolah. Itu kan sesuatu yang sangat gue hindari” Bisma mengingat kapan ia mengucapkan itu. Pantas saja Marsha sangat membencinya.
“Yaa saya ingat. Itulah kesalahan saya yang tidak mau jujur soal perasaan, dulu saya terlalu gengsi untuk mengakui perasaan saya di depan teman-teman” Ujarnya pasrah.
“memang benar semenjak itu kamu belum pernah lagi minum boba Green tea?” Tanya Bisma lagi.
“Konyol nya iya, Haha gara-gara itu gue gak mau minum green tea, jelas itu ngingetin gue sama lo. Cowok paling bre[n]gsek yang pernah gue tahu” Bisma terkekeh. “Kamu Bisa hujat saya sesuka hati” Marsha menggeleng.
__ADS_1
“Gak baik ngehujat calon suami *ehh” Marsha menutup mulutnya dan seketika mereka tertawa lepas bersama. Kita harus percaya kalau Allah maha kuasa, kalau allah tidak tidur dan allah bisa membolak balikan hati manusia.
“Iya deh calon Istri” wajah Marsha bersemu merah kala Bisma menyebutnya calon Istri.
“Kita bakal nikah sebulan dari sekarang? Kamu siap?” Tanya Bisma.
“Gue udah nerima perjodohan ini, kapan pun waktunya gue harus siap” Jawab Marsha mantap. Hilang sudah rasa benci yang selama ini memenuhi hati dan pikirannya. Memang belum menghilang sepenuhnya tapi, Marsha percaya cinta akan hadir menggantikan kata Benci yang sangat mendalam di hati Marsha.
“Status kita sekarang apa? Pacaran?” Marsha menggeleng, ia mengingat ucapan Rully. “Penjajakan menuju halal” Bisma mengangguk mengerti.
“Kita harus pulang kalau gak mau di ceramahi bang Rully” Bisma membernarkan perkataan Marsha.
“Benar, nanti bisa-bisa saya di hajar kaya dulu” Marsha tertawa mengingat Bisma dulu pernah di hajar sampai babak belur oleh sang abang.
Bisma kembali melajukan mobilnya, ingat ya mereka hanya berhenti di pinggir jalan dan itu di dekat rumah sakit, tidak ada romantisnya memang tapi menurut mereka obrolan ini sungguh bermakna. Marsha akan mencoba membuka hatinya untuk Bisma, walau pun belum terlalu bisa.
Marsha yakin juga Bisma sudah berubah, lebih dewasa dan baik.
Mengingat kembali pertemuan mereka yang tidak di sangka-sangka, jelas itu dorongan dari sakit hati yang di tanam Febry. Anggap saja Marsha ingin menyembuhkan luka nya oleh orang lain, tapi ini menjadi awal bagus bagi mereka, jangan membenci orang terlalu dalam. Karena cinta dan Benci bedanya hanya sekulit ari, hanya seujung Kuku dan setipis rambut.
Makna yang berbeda namun bisa membuat berbalik seketika. Anggap lah pelajaran hidup yang buruk adalah sebuah pelajaran, pelajara untuk kita menapaki kehidupan selanjutnya.
Jangan pernah menyesali keputusan yang kalian ambil, karena itu kita akan semakin mengerti tentang menjadi diri yang lebih baik dalam mengambil keputusan.
Saksisak terus perjalanan cinta Marsha,kita sudah tahu pada siapa hati Marsha akan berlabuh, tapi tenang kisah cintanya tidak akan mulus, masih banyak kejadian-kejadian yang mungkin kalian tidak menyangka.
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA…
__ADS_1
hujan hu