
Dua hari kemudian…
Marsha sudah cantik dengan pakaian elegant namun sopan. Ya hari ini adalah hari ulang tahun sang Mama Marissa Amalia, semua orang menyambut bahagia karena di usianya yang menginjak setengah abad allah masih mengkaruniainya wajah yang cantik dan umur panjang.
Hanya saja kebahagiaannya belum lengkap karena anak-anaknya belum ada yang mau berumah tangga, terutama Rully, usianya sudah menginjak kepala tiga tapi semuanya masih saja gila kerja.
Marsha apalagi, sebagai wanita yang di karunia wajah ayu masih saja belum menemukan tambatan hati walaupun hanya pacar. Sepertinya satu kata pacar itu sangat mengganggu bagi Marsha, ia tidak mau kalau harus di repotkan dengan status dan perlakuan manis, hatinya justru sudah laku sebelum berkembang.
Acara berjalan dengan sesuai rencana, semua berpakaian rapih dan hampir seluruh kolega Rama dan Marissa yang turut hadir disana. Semua orang sudah sibuk dengan aktifitas nya,, ada yang tengah meminum soft dink dan mengobrol cantik dengan tamu undangan lain.
Marsha menghampiri Marissa yang tengah duduk manis menanti calon menantu idaman nya yang bernama Gege itu.. kalau Gege nya mau ya guys. Kalian juga bisa baca kisah lengkapnya di novelku yang berjudul. “PESONA JANDA”
“Ma ini kado buat mama” Marsha memberikan satu kotak dengan dibungkus nuansa krem. Isi sepatu yang sangat Mama nya inginkna, sepatu kulit yang paling special dan paling langka di muka bumi ini. Harganya juga tidak main-main. Sepatu kulit dari kulit TOKEK.
“Makasih ya Achaaa” Marissa memeluk Marsha, wajahnya berkaca-kaca. Ternyata anak bungsunya sudah sedewaasa ini.
“Sama-sama Ma, sehat selalu dan panjang umur” Marsha melerai pelukan nya, di tatapnya kedua bola mata sang Mama. Rasa haru menyeruak di setiap sudut hatinya.
“Amiinn..Mama juga mau do’ain kamu biar cepetan dapet jodoh” Marsha memutar bola mata malas, baru saja beberapa detik yang lalu Marsha merasakan mellow karena mendoakan sang Mama yang paling ia sayang.
“Yaudah Ma aku aminin aja” Marsha berlalu meninggalkan Marissa yang tersenyum jahil. Karena Marissa tahu kedua anaknya sangat malas jika harus membahas soal jodoh yang belum kelihatan.
Marsha lebih memilih duduk di pojokan dekat dengan podium sambutan, ia paling tidak suka jika ada yang mengenalinya anak dari pengusaha nomor sekian di negeri ini.
“Tante Marissa” Ucap seorang pemuda yang masih imut-imut menurut nya.
“Iya.. siapa ya?” Mama icha mencoba mengingatkan siapa anak muda tampan nan rupaan di hadapan nya.
“Aku Kevin,Tan.” Jawabnya sambil tersenyum manis, Marissa mengingat baik-baik siapa anak ini.
“Jangan bilang kamu Kevin anak nya Anin” Tebak Mama Icha tepat sasaran.
Kevin mencium pungung tangan Marissa “Selamat ulang tahun Tante Marissa,semoga panjang umur dan sehat selalu” Ucapnya. Marissa mengusap sisi lengan Kevin.
__ADS_1
“Terimakasih Kev, oh ya omong-omong kemana Anin?” Tanya Marissa, ia sangat dekat dengan Anin pada masa perkuliahannya dulu di Bandung.
“Mami..” Kevin menghela nafas “Kemarin Asma Mami kambuh dan seperti biasa…” Ucapan Kevin langsung di potong Marissa.
“Anin gak bawa Inhaler?” Tebaknya lagi.
“Kok tante tahu?” Marissa terkekeh mendengar pertanyaan Kevin.
"Itu kebiasaan nya sejak dulu semasa kuliah,Kevin"
Kevin memang tidak tahu saja kalau hubungan nya memang sangat dekat,dulu. Tapi semenjak menikah dan sama-sama di nikahi oleh laki-laki tampan, mereka memiliki kesibukan tersendiri. Apalagi Marissa lansung mengandung Rully saat mereka baru satu bulan menikah.
“kami terlalu sibuk Kev, sampai jarang bertemu?” Kevin mengangguk, memang tidak di pungkiri Hanin juga sibuk dengan toko kue nya.
“Oh ya ini, kado dari Mami semoga Tante suka” Kevin memberikan kotak kecil persegi panjang. Entah apa isinya yang pasti ini mahal.
“Ohhh Sweet.. Thanks you very much” Marissa berbinar mendapat kado dari salah satu teman karibnya,teman satu perjuangan yang membuat tidak bisa lupa.
“Kev, silahkan nikmati pesta nya tante mau sambut tamu yang lain dulu”
Kevin berjalan menyusuri tempat tinggal Marissa yang sangat megah, sepertinya rumah ini masih bisa jika harus menampung serratus orang dan itu masih saja luas menurut kevin.
Kevin melihat sosok wanita yang selalu ia ingat, wanita itu tengah memakan chesee cake tanpa menghiraukan orang-orang di sekeliling nya.
“Hay.. Mbak masih inget saya?” Sapa Kevin tanpa basa basi. Marsha langsung menoleh kea rah suara.
“Ohhh hay,” Marsha langsung mengingat wajah imut kevin seketika.
“Apa kabar Mbak” Tanya Kevin.
“Kabar baik,mami kamu bagaimana?” Marsha sungguh khawatir dengan keadaan ibu tersebut.
“Mami oke Mbak” Ujar Kevin meyakinkan, sebab Kevin bisa melihat jelas sorot mata Marsha yang sedih dan terkesan bersalah.
__ADS_1
“Oh ya boleh saya tahu nama Mbak?”
“Perkenalkan saya..” Marsha melihat ke stand minuman ada satu wanita bertubuh berisi dan tinggi tengah berdiri menatap sekitar kebingungan.
Marsha yakin kan itu adalah Gege yang katanya calon Kakak iparnya.
“Mohon maaf, saya tinggal ya ada urusan mendesak yang tidak bisa di tunda” Marsha pergi begitu saja tanpa memberi tahu siapa namanya.
Kevin melongo betapa bodohnya ia selalu saja kalah sela oleh orang lain, ia terlalu lemah kalau kata Bisma.
Marsha menghampiri Gege yang tengah kebingungan di acara dan tempat sebesar ini. Saat Marsha menghampirinya Gege tampak heran mungkin saja dalam pikiran nya Marsha adalah adik ipar yang galak dan pengadu seperti peran di salah satu Drrama yang ia tonton.
Dengan semangat Marsha mengajak Gege kedalam kamar, ada yang harus ia critakan kepada Gege karena tidak semuanya yang penda bisa di ceritakan kepada Mama ichaa..
Kesan pertama yang Marsha rasakan adalah Gege orang nya yang lembut dan penyayang pastinya, tidak jauh beda dengan sanga calon kaka iarnya dulu,Raisa. Makanya pilihan Rully mungkin jatuh kepada Gege.
***
Sementara di malam yang sama satu insan dengan aagresif terusmenggoda lawan jenisnya, siapa lagi kalau bukan Bianca yang dengan setia menemani Bisma di dalam rumahnya dengan dalih ingin menjenguk Hanin yang sedang sakit.
Tapi rencana nya ingin menengok Hanin adalah suatu kebohongan, sebab ia hanya memberikan parcel buah tanpa memberikan ucapan-ucapan seprti : Lekas sembuh ya tan..
Hanin juga tidak terlalu memikirkan itu, karena ia tahu apa yang ada di otak anak itu kalau bukan Bisma. Itu permasalahan nya kenapa Hanin tidak menyukai Bianca. Mendengar wacana orang tuanya ingin memnjodohkan anak mereka dengan salah satu anak Hanin, Hanin jelas menolak dengan halus, mengingat Farhan berteman baik dengan,Gusti ayahnya.
“Bi,kamu ngapain sih?” Ucap Bisma datar.
Biancamenccabikan bibirnya kesal, Bisma masih diam saja saat perlakuannya sudah melebihi ulat bulu, gatal.
“Kamu gak berniat ngapa-ngapain aku gitu?” Bisma terlongo mendengar perkataan Bianca, dia ini bego tapi jangan kebangetan juga dong,batin Bisma berbicara.
“Memang kamu mau saya apain?’’ Bisma melipat tangan nya di depan dada, seolah mnantang prkataan Bianca barusann.
__ADS_1
BERSAMBUNG...