Pelabuhan Terakhir Marsha

Pelabuhan Terakhir Marsha
#PTM BAB17


__ADS_3

Sesampainya di kediaman Antareksa….


Marsha berjalan sambil menenteng tas dan ponsel di tangan kirinya. Rumah tampak sepi karena waktu sudah menujukan di angka 11 malam.


Ia masuk kedalam kamar tanpa hambata dari Marissa, Rama bahkan Rully. Marsha benafas lega, ia tidak akan mendengarkan nasehat soal jodoh dari sang Mama.


“Dari mana Lo?!” Suara berat itu.


“Bang Rully! ngapain lo disini?” Ucap Marsha spontan, ia fikir di dalam sini tidak ada siapa-siapa. Ternyata ehh ternya ada tamu yang sering keluar masuk tanpa di undang.


“Abis lembur gue..” Jawab Marsha selanjutnya.


“Lembur apa lembur? Tadi gue lewat kantor lo sekitar jam 7 apa delapanan gitu udah gelap dan gak ada yang kerja tuh” ucap Rully menelisik.


Rully juga kurang lebih tahu kelakuan sang adik yang sering kali kabur jika di ajak makan malam dengan teman Mama dan Papa nya.


“emm gue ketemu klien di luar” Dustanya, memang benar kata orang tua. Kalau kita berbohong maka kebohongan kebohongan lain nya akan lahir dengan mulus dari mulut kita dan itu sampai beranak pinak. Betul apa betul…


“Ohhh.. cha gue mohon sekali aja, kalau Mama ngajakin lo makan malem ama temen nya lo terima ajakan itu” mohon Rully.


Marsha menghela nafas. “Bang,, gue mau aja asal jangan jadi ajang nawarin gue dong. Ini mah makan malam berkedok perjodohan,kapok gue. Kesannya gue gak laku” Ketus marsha, memang ada bnarnya yang di ucapkan Marsha.


“Lah emang bener kan, lo gak laku” Jawaban yang sungguh mengesalkan.


“Rese lo!!” Marsha melempar bantal tepat mengenai kepala Rully.


“Kaya lo udah laku aja” Ucap Marsha lagi. Rully tersenyum penuh arti.


“Nyaris…lo doainn semoga di segerakan halal” Marsha berfikir ia menjentikan tangan nya.


“Gue tahu..Gege kan namanya?” Rully menatap heran ke arah adik bungsunya, dalam benaknya ko Acha bisa tahu sih.


“Gue tahu dari Mama, hampir setiap hari Mama nyeritain dia”


“Gue bakal kenalin ke lo nanti pas ulang tahun Mama” Rully berlalu keluar dari dalam Kamar sang adik,


Marsha hanya membasuh wajahnya dan menyikat giginya saja, waktu semakin larut dan hari ini lumayan melelahkan karena kebohongan-kebohongan yang di ciptakan oleh dirinya sendiri dan membuat dirinya sendiri bingung bukan main,untuk menjawab dengan kebohongan-kebohhongan agar singkron dengan kebohongan pertama.

__ADS_1


Aduh ini si kebohongan asa gak ada habisnya \=D


Keesokan hari di kantor..


Seperti biasa Marsha datang dengan santai, berhubung hari ini hari selasa dan menurutnya ini hari yang tidak terlalu formal, kemeja polos celana jeans dan motor trail. Semejak ia di haruskan berkuliah di Indonesia, Marsha meminta satu syarat yaitu motor trail KLX yang sangat ia idam-idamkan.


Walau pada saat itu menjadi kontrofersi tapi tetap saja Rully belikan di saat itu juga.


Sesampainya di dalam ruangan, Marsha menyimpan jaket kulit hiamnya di balik kursi kebesarannya. Ia duduk dan memeriksa banyak sekali email yang masuk dan beberapa project baru.


Saat tengah di sibukan dengan email dan hasil gambarnya. Tiba-tiba ada suara ketukan dari luar.


“Masuk!” Titah Marsha. Yang masuk adalah salah satu Arsiteknya yang bernama Andara.


“Bu.. Maaf mengganggu” Marsha mengangkat kepalanya untuk menatap Dara, karena Marsha rasa ada hal yang cukup penting yang akan di sampaikan oleh dara.


“Ada apa,Dar. Ayo Duduk”


Dara duduk sambil memeluk map berwarna biru dan cukup tebal.


“Ini Bu” Dara memberikan Map tersebut dan langsung di periksa oleh Marsha. “Beberapa hari yang lalu ada klien yang ingin membuat bangunan hotel dan meminta team kita yang bikin desain perkamarnya”


“saya sudah mengerjakan design sesuai yang beliau inginkan,tapi hasilnya selalu salah pada akhirnya dia ingin bu Marsha sendiri yang menerjakan nya” Ujar Dara panjang lebar.


“kirim kontak orang itu ya,biar saya yang follow up. Berkas ini saya ambil ya, kamu bisa kembali” Dara pamit dan keluar dari ruang sang bos, yang menurut karyawan sangat hangat dan hamble.


‘Farhan Yudistira… perasaan gue gak asing sama namanya’ Gumam Marsha sembari memandangi kartu nama klien nya tersebut.


Marsha juga tengah memeriksa progress gambar yang di kerjakan, dan itu baru proses awal, Besment.


Ia yakin klien nya kali ini sunguh perfectionis, sebab segala yang di kerjakan dara selalu salah. Di tambah lagi Dara dan Marsha sudah menanda tangani konrak kerja untuk design hotel tersebut.


Dengan keberanian nya Marsha mencoba menghubungi nomor yang tertera di kartu nama tersebut.


“Selamat siang..”Jawab seseorang di sebrang sana.


“Selamat siang, apa benar ini dengan Bapak Farhan Yudishtira?” Tanya Marsha.

__ADS_1


“Benar.. dengan siapa saya berbicara?”


“saya Marsha pak, beberapa hari yang lalu kita sudah menyetujui kontrak kerja untuk pembangunan hotel”


“Owhhh ya saya ingat, Mars Corp ya?


“Iya betul pak, saya ingin mebicarakan perihal gambar yang selalu di tolak dan di revisi ulang,Bagaimana kalau kita bertemu siang ini untuk membicarakan design yang bapak inginkan”


“Mohon Maaf siang ini saya ada pertemuan dengan klien. Dari awal saya serahkan project ini kepada anak sulung saya. Kalau begitu kalian bertemu saja di cozy café”


“Baik kalau begitu saya akan tunggu anak anda di sana saat makan malam ya pak Farhan”


“Iya Marsha saya akan segera menginfokan kepada anak saya pertemuan bersama kamu saat makan siang”


“Terimakasih Pak Farhan, saya mohon maaf sudah mengganggu”


“Iya tidak masalah Marsha.”


Tut…


Marsha menghela nafas pelan, dapet lagi nih klien yang mungkin saja akan menyebalkan. Waktu untuk makan siang dan bertemu anak Farhan sekitar dua jam dari sekarang.


Ia sungguh harus menyiapkan mental lebih bagus dari pada karyawan nya, sebab di saat karyawan nya memutuskan untuk menyerahkan tugasnya kepada atasan. Mereka sendiri sudah tidak dapat menghadapi kliennyya.


Marsha masih mengerjakan beberapa berbagai revisi, ia sudah membereskan barang bawaan nya kedalam tas gendong miliknya. Marsha memakai jaketnya dan berjalan menuju lantai dua. Marsha menghampiri kubikel Adera dan keemapat Arsiteknya.


“Adera!!” Ujar Marsha.


“Iya bu” Jawabnya sambil berdiri.


“Saya mau nemuin klien yang kamu kasi ke saya tadi,apa kamu pernah ketemu dia?” Tanya Marsha penasaran.


“Belum bu, selama inii saya kontekan hanya lewat ponsel saja”Marsha membulatkan bibirnya.


“Yaudah saya pergi dulu” Marsha melambaikan tangannya.


“Good luck bu” Ujar ke empat Arsiteknya.

__ADS_1


Marsha tersenyum ke araah keempat karyawan nya dan pergi menuju ke parkirana, ia meljukan motor trailnya ke cozy café yang sudah di janjikan oleh Farhan lagi. Ia berangkat lebih awal agar tidak membuat klien menunggu. Karena moto kantornya adalah ‘KEPUASAN KLIEN NO UTAMA’


Bersambung…


__ADS_2