
Tidak terasa obrolan mereka yang begitu panjang, sampai- sampai mereka tidak menyadari jika merekka sudah sampai di toko kue milikk Hanin.
Hanin dan Marsha turun bersamaan, Hanin dengan Mesra menggandeng Marsha masuk kedalam tokonya yang cukup ramai kala itu. Toko bernuansa pink dan putih ohh sungguh dekorasi yang manis.
Marsha melihat-lihat makanan manis disini ohh sungguh surge nya disert. “Marsha silahkan coba ini” Marsha menerima dua buah Macaron di piring kecil yang di sodorkan Hanin “Terimakasih Tante” ia memasukan Macaron tersebut kedalam mulutnya.
“Woahh Tante, ini enak banget” Mata Marsha berbinar merasan sesuatu yang berbeda dari biasanya.
“serius Sha?” Marsha mengangguk antusias.
“Kamu suka cheese cake sama disert box?” Tanya Hanin.
“Suka banget tante..”
“Wait.. tunggu disini tante siapkan sesuatu yang special untuk kamu” Marsha duduk di kursi tunggu..
Wahh toko kue nya lengkap sekali berbagai macam kue ulang tahun dari model anak-anak dan yang model elegant. Karyawan yang Hanin miliki juga cukup banyak karena tokonya luamayan besar.
Tak berapa lama Hanin datang dengan dua karyawan di belakangnya. Tangan miliknya dan milik dua karyawan nya penuh dengan paper bag yang berisi berbagai makanan Manis.
“Tara…” Hanin mengangkat lengan nya.
“Tante ini banyak banget, aku harus bayar berapa nih” Ucap Marsha dan langsung di tanggapi kekehan geli dari Hanin.
“No.. sayang, ini semua untuk kamu, gratis” Ujarnya sambil tersenyum.
“Yaampun Tan, ini mah kaya aku yang malakin toko tante” Ujar Marsha sedikit tidak enak.
“Gapapa Marsha, anggap saja ini sebagai tanda terima kasih tante karena kamu sudah menolong tante di saat tante mendapat kesulitan”
“Terimakasih lho tan, kalau nanti aku ajak Mama gratis lagi dong ya” Canda Marsha dan justru malah di angguki Hanin.
“Boleh banget sayang, kamu mau apa aja tinggal bilang” Hanin berucap serius kali ini.
__ADS_1
“Bercanda tante, yaudah aku pamit ya” Marsha meraih tangan hanin dan menciumnya. Hanin memeluk Marsha hangat dan terus menerus mengucapkan terimakasih.
Semua bingkisan dan paper bag milik marsha sudah di masukan kedalam mobil oleh karyawan Hanin.
“Tan,terimakasih banyak ya, aku bakal nunggu waktu kebetulan lagi buat ketemu tante”
“Iya sayang sama-sama, tante juga akan menunggu kapan waktu kebetulan yang kamu maksud tiba. Hati hati di jalan” Hanin melambaikan tangan kearah marsha sebagai salam perpisahan.
Kini mobil milik Marsha sudah melaju dan hilang di pandangan Hanin. Gadis yang cantic dan berhati baik menurut hanin, kalau saja Bisma mau di jodohkan dengan Marsha hati Hanin benar-benar tenang. Setidak nya Bisma akan bersama orang yang benar dan menghargai orang tua, tidak seperti Bianca yang minim etika.
“Bu.. yang barusan itu siapa?” Tanya salah satu karyawan yang ikut mengantar paper bag kedalam mobil Marsha.
“Emm kepo ya.” Jawab hanin sambil terkekeh “Cantik ya bu, ramah lagi” Timpa si karyawan dua.
“Iya cantik, dia calon mantu saya” Kedua karyawan itu saling pandang. “Aminin dong ah” Titah hanin manja. “Iya Amin bu” Hanin bertepuk tangan kecil.
Semoga ucapan nya suatu saat nanti akan menjadi kenyataan. Tidak harus sih tapi setidak nya wanita yang di pilih Bisma memiliki sikap social seperti marsha.
Mobil yang ia tinggalkan di apotek tadi kini di bawa kevin ke parkiran toko kuenya, sang anak bontot masuk dengan wajah manis seperti biasa, ia selalu menjawab sapaan para karyawan sang Mami.
“Kev tahu gak, tadi Mami mau di begal” Ucap hanin lemah.
“Hah?! Begal? Terus mami gak kenapa napa kan?” Kevin bangkit dari duduknya seketika.
“Untung ada pahlawan yang nolongin Mami” Ujar Hanin sambil bertepuk tangan kecil.
“Siapa Mi?” Kevin penasaran dengan ucapan sang Mami yang terkesan berbelit-belit begini.
“Marsha.. kamu inget kan orang yang nolongin Mami waktu asma kambuh?” Kevin mengangguk.
“Dia juga yang nolongin Mami”
“Ohh jadi namanya Marsha, aku juga ketemu lho sama dia ulang tahun temen Mami itu., Tante Icha. Apa jangan-jangan dia anak dari kolega Mami?” Tanya Kvin, Hanin mengingat mungkin memang benar Marsha adalah anak salah satu kolega Hanin atau Farhan.
__ADS_1
Sepertinya Hanin harus mencari tahu siapa Marsha, mlalui Icha lebih tepatnya karena ia yakin orang yang datang di pesta ulang tahunnya bukan orang sembarang.
“Kamu bener Kev, Mami harus nanyain sama icha, Mami harus jadiin dia menantu Mami” Ujarnya mantap.
“Makasih Mam, Kevin yakin bisa jadi imam yang baik buat Marsha, meskipun Kevin yakin usianya lebih tua dia, tapi Kevin bisa membimbing dia” Jelas kevin sambil menerawang jauh ke masa depan.
Hanin melirik sebal kearah anak bontot nya. Tangan nya terangkat untuk menyentil kupingnya.
Tak….
“Awsss Ishhh Mami sakit tahu” Pekik Kevin sambil menggosok kuping nya terasa panas.
“Lagian kamu Kev, kaya yang iya aja mau jadi imam. Kamu kuliah saja belum selesai, Mami mau jodohin dia sama Kakak mu” Kevin merasa kecewa dengan ucapan Hanin.
Tidak di pungkiri kalau Kevin sedikit tertarik dengan Marsha, apalagi ia sudah dua kali dengan kebetulan membantu mami nya setiap dalam kesusahan. Bukan hanya wajahnya saja yang mnarik tapi kebaikanhatinya yang mengantarkan Marsha menjadi di sukai banyak orang.
“Ihh Mami, Kak Bisma kan belum tentu mau juga kan” Hanin memutar bola matanya. “Pokonya Bimbim harus mau di jodohin sama Marsha, apa pun itu alasan nya” Sela Hanin cepat.
“Oke setuju, tapi kalau Kak Bisma nolak, dengan senang hati aku yang maju” hanin meraup wajah anak bungsunya yang imut dengan gemas.
“Apaan sih Mami, wajah aku yang tampan bisa berubah jadi buluk nih kalau di ubek kaya gini” Ujar Kevin kesal, Mami nya selalu saja bersikap seperti ini.
Meskipun ia anak bungsu tapi sudah cukup dewasa bukan, jadi tidak perlu di perlakukan seperti anak kecil lagi kan malu apalagi mereka sedang berada di kawasan toko dan pasti akan jadi pusat perhatian para karyawan Hanin.
“Kamu itu gemesin banget Kevin, denger Mami. Jodoh kamu itu mungkin sedang di persiapkan oleh Allah. Jadi kamu harus memantas kan diri dulu, kuliah dan memiliki pekerjaan karena menikahi anak orang lain bukan hanya soal kebahagian, tapi kamu juga harus memberikan kesejahteraan sepanjang hidupnya” Kevin mengangguk mendengar nasihat yang di ucapkan Hanin.
Karena selalu itu yang ia katakana kepada anak-anaknya. Meskipun mereka sudah kaya dari lahir tapi itu tidak membuat anak mereka menikmati harta orang tua saja. Setidak nya sebelum mereka bisa memegang usaha milik orang tua nya, mereka bisa lulus kuliah dengan bekerja keras.
Karena mengurus perusahaan dan mengurusi karyawan yang banyak harus memiliki rasa tanggung jawab yang besar. Memimpin perusahaan agar bisa lebih maju dari sebelumnya, terus meningkatkan keuangan perusahaan tidak semudah kelihatan nya.
“Yasudah sekarang kita pulang,ada yang mau Mami bicarakan dengan Papi” Kevin beranjak dan menggandeng tangan tangan sang Mami.
__ADS_1
Besambung..