Pelabuhan Terakhir Marsha

Pelabuhan Terakhir Marsha
#PTM BAB13


__ADS_3

Marsha sampai di dalam kelas dengan nafas yang terengah akibat lari secepat kilatnya. Tapi saat ia duduk justru semua teman nya sedang membereskan buku dan alat tulis mereka.


“Dis,mau kemana?” Tanya Marsha.


“kebetulan pak Stevan gak masuk katanya sih sakit. Jadi kita bisa pulang lebih awal tanpa tugas” Didis bersorak senang sendiri.


Marsha meletakan gelas boba yang di beri Bisma dan menaruh kening nya di atas meja, sungguh lelah berlari seperti kesetanan demi mengikuti pelajaran yang guru nya sangat di takuti dirinya juga murid lain. Yang mengecewakan setelah ia cape berlari justru Pak Stevan tidak hadir.


“Cha.. Gue mau jalan sama Aden,lo mau ikut?” Tanya Puput pelan.


“Hah..hah.. bentar gue nafas dulu”Marsha terus menerus menarik nafas.


Puput memberinya waktu sebentar “Cha.. Didis gak akan ikut gue gak mau kalau jalan berduaan doang sama Aden” Ucap Puput.


“Dis.. kenapa lo gak ikut?” Bukan menjawab Puput, Marsha malah balik bertanya kepada Didis.


“Sorry sayang.. gue harus anterin Bunda cek-up bulanan, jadi gue gak bisa ikut” Jawab Didis seadanya.


“Ogah gue Put, Masa ia gue jadi obat nyamuk” Marsha mengerucutkan Bibirnya.


Puput tekekeh “Cha-cha gue cuman mau jalan dan ngobrol aja sama Aden, bukan mau pacaran” Marsha menggeleng pelan. Puput tidak bisa memaksa pada akhirnya.


Marsha membereskan buku dan alat tulisnya ia berniat menyimpan nya di loker milik nya, saat ia berbalik untuk pulang, ia melihat Bisma dan ketiga kawannya masuk kedalam kamar mandi. Marsha mengalihkan pandangan nya kegelas boba yang ia pegang.


Ia tersenyum kecil kala teringat Bisma memberikan gelas minuman ini, satu sejarah hidupnya yang di berikan sesuatu oleh seseorang dan entah kenapa rasanya sayang jika harus meminum ini.


“Gue tadi liat lo ngasihin satu gelas boba buat Marsha” Ujar teman Bisma yang Marsha tidak tahu namanya. Marsha yang mendengar seseorang menyebut namanya langsung berhenti di balik tembok dekat pintu masuk toilet.


“Jangan-jangan lo jatuh cinta ya sama si Marsha?” Bisma tertawa kala mendengar perkataan temannya yang satu lagi.


“gue? Jatuh cinta sama cewek kaya si Marsha? Gak mungkin, gue cuman mau bikin dia ketinggalan pelajaran. Rencana gue,gue mau bikin dia jatuh cinta,terus gue bakal hempas dia dari ketinggian jelas itu akan memperngaruhi nilainya kan, di situ lah peluang gue buat jatuhin si Marsha dan nikung beasiswa yang bakal dia dapet.” Perkataan Bisma sungguh terngiang di kepala Marsha.


“Taruhan yu, kalau lo bisa bikin dia jatuh cinta dalam satu minggu gue bakal lakuin apa yang lo mau” Bisma tertawa kembali.

__ADS_1


“Deal!”Sahutnya tegas, Hati Marsha seperti di remas dan di jatuhkan dari ketinggian. Bisma suskes membuat Marsha membenci dirinya.


Awalnya bukan itu yang ingin Bisma katakana,hanya saja gengsi tengah merasuki dirinya jadi ucapan seperti itu lah yang keluar dari mulutnya, tapi sebenarnya yang ada di dalam hatinya adalah Bisma mulai menyukai Marsha yang entah dari mana di mulainya.


Genangan air mata sudah menumpuk di pelupuk matanya, tapi ponselnya berbunyi dan sesegera mungkin Marsha pergi menjauh dari tempatnya menguping tadi. Ada panggilan telfon dari Marko kaka tingkatnya yang menjabat sebagai ketua Osis di sekolahnya.


“Halo.. Kak Marko” Jawab Marsha langsung.


“Kamu di mana Marsha, hari ini aku denger pak Stevan gak masuk ya. Gimana kalau kita jalan?” Ajak Marko to the point.


“Bisa kak Marko, tapi emang kakak udah balik ya?”


“Udah.. aku tunggu di parkiran ya” sambungan telfon terputus.


Marsha sangat ingin membanting gelas minuman yang di berikan Bisma, Hanya saja ia jadi punya ide. Dari pada di buang ke tempat sampah mending ia berikan saja untuk Marko,syukur-syukur Bisma bisa melihat adegan dirinya memberikan sesuatu yang di berikan orang lain. Ngerti lah ya..


Marsha memasuki Area parkiran dan menghampiri pak Amin yang tengah menunggunya di cup mobil. Dia sudah mengutarakan niatnya untuk berjalan-jalan ke mall bersama teman laki-lakinya.


Setelah mendapat persetujuan dari Rully, Marsha pergi dengan mobil yang di bawa Marko.


“Buat Kak Marko” Marsha menyodorkan gelas minuman tersebut.


“Wah.. ngerepotin jadinya, kok kamu tahu aku suka minuman macha?” Ucap Marko antusias, ternyata Marsha tidak secuek penampilannya. Bisma mendekat karena motor miliknya tepat berada di samping mobil milik Marko.


“Nebak aja Kak, soalnya aku gak suka Macha mulai saat ini, di minum ya kak” Ucap Marsha manis, Marko membukakan pintu mobil untuk Marsha. Bisma mengernyitkan dahi, hatinya benar-benar mendidih mendengan Marsha berkata demikian. Baru kemarin ia mendengar Marsha sangat menyukai segala makanan dan minuman yang berasa Macha, masa ia dalam sekejap mata ia langsung tidak suka.


“Maksih kak” Marsha masuk kedalam mobil milik Marko. Marko segera memutari mobil dan duduk di kursi kemudi.


Mobil perlahan melaju menuju mall yang sudah di janjikan oleh Puput, Marsha juga sama tidak ingin berpergian hanya berdua saja jadi mereka akan double date siang ini. Bisma tidak mengerti kenapa Bisma bisa semakin benci ketika ia berbuat manis kepadanya.


Bisma bingung harus mengikuti atau mengabaikan Marsha begitu saja, Bila di ingat untuk apa dirinya mengikuti Marsha toh tidak ada sesuatu yang membuat nya tertarik sangkal Bisma.


Ia melajukan motor gedenya menuju mention milik Farhan.

__ADS_1


Bisma memasukan motornya kedalam garasi rumah yang tidak kalah mewah dengan milik Marsha, karena orang tua Bisma juga memiliki bisnis di bidang perhotelan dan adabebrapa kantor pemasaran lain, yang kelak akan di teruskan Bisma dan adik bungsunya.


“Tumben kak udah pulang jam segini” Ujar adik bungsunya yang bernama Kevin.


“Iya guru terakhir gak dateng,Mami mana?” Tanya Bisma, sebenarnya Bisma anak yang baik dan rajin jika di rumah, bahkan kerapkali berlaku baik dan manis kepada adiknya walau pun kita tahu adiknya adalah seorang laki-laki.


Bisma mencari keberadaan sang Mami di dalam rumah, ia ingin mengutarakan niatnya jika di beri izin. Setelah mendapati mami yang tengah mengupas buah untuk dirinya Bisma duduk di kursi dapur.


“Bim.. sudah pulang kamu.” Bisma mengangguk.


“Sudah makan?:” Tanya Hanin lagi.


“Belum laper Mi, Oh iya mobil papi yang putih itu udah di kasih buat Bisma kan?” Hanindia langsung menatap Bisma serius, pasalnya saat di berikan hadiah mobil saat ulang tahun yang ke 15 Bisma tidak se antusias saat di beri hadiah motor.


“Heemmm kenapa emang Bim? Kamu berubah fikiran mau pakai mobil?” Bisma sudah menimbang-nimbang ia akan membiasakan diri menggunakan mobil, barangkali Marsha akan tertarik padanya kalau ia menggunakan mobil. Buktinya tadi,ia terlihat senang ketika Marko mengajaknya ke mall menggunakan mobil.


“Emm kayaknya ia Mi, tapi nanti deh Bisma liat besok” Bisma beranjak dari dari duduk nya.


“Bim.. kalau kamu mau pakai mobil,Mami akan sangat setuju,sebab kamu akan lebih aman kalau naik mobil dari pada pakai Moge kesayangan mu itu”


“Iya Mam, Bisma masuk kamar dulu ya” Hanin langsung mengangguk.


Kevin yang mendengar perbincangan Mami dan kakak sulungnya perihal motor dan mobil, kini ia duduk di samping Hanin yang tengah sibuk menyuapkan buah kedalam mulutnya.


“Mi.. Kalau mulai besok Kak Bisma bawa mobil, Moge nya bolehkan aku yang bawa?” Hanin mendelik ke arah anak bungsunya.


“gak bisa De,! kamu itu masih kelas dua SMP belum boleh bawa kendaraan sendiri”


“tapi Mi, semua temen Kevin udah ada yang boleh bawa kendaraan sama orang tuanya kenapa kevin enggak?” gerutunya, anak bungsunya ini selalu saja seperti ini menggemaskan.


“Denger Mami, nanti kalau sudah waktunya kamu juga di bolehin bawa kendaraan sama Papi dan Mami. Tapi nanti setelah kamu masuk sekolah SMA kaya kakak kamu,untuk sementara kamu di anter jemput pak Mukti dulu sekarang” Hanin membelai pipi anak bungsunya yang menjadi murung ketika di beri pengertian seperti tadi oleh Hanin.


“Lagi pula belum tentu kakak mu mau meminjamkan motor kesayangan nya ke kamu kan” Kevin menganguk membernarkan perkataan Hanin, meskipun Bisma baik kepada adik satu-satunya ini tapi tetap adabatasan untuk tidak menyentuh apalagi merusak barang kesayangan miliknya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2