
Setelah selesai mandi dengan handuk yang masih melilit di tubuhnya Marsha melihat gaun yang sedikit terbuka di bagian punggung. Ia yakin sang Mama sudah mempersiapkan ini begitu matang.
Gaun berwarna meras hati yang punggungnya jelas sangat terbuka, bisa-bisa Marsha masuk angin mengenakan pakaian seperti ini. Ada dress hitam yang akan sangat mengekspoe bo[k]ongnya. Oh astaga apa Mama Icha akan menjual anak bungsunya benak Marsha.
Tapi akhrnya Marsha menjatuhkan pilihan nya kepada dress pas setulut dengan kerah dan berlengan pendek berwarna putih serta ikat pinggang kecil berwarna hitam. Cukup bagus lah karena itu kemeja drss yang agak kedodoran.
Setelah di pakai look seorang Marsha sungguh professional, tubuh tinggi leher yang jenjang melengkapi postur tubuh Marsha bak model professional.
Marsha merias wajah nya tidak seperti biasa yang hanya memakai pelembab, sekarang ia bermake-up dengan sedikit sentuhan foundation dan bedak padat di sertai lipstick berwarna pink yang sangat manis.
Rambutnya ia gerai begitu saja, rambut hitam dan lurus tanpa smooting sangat cantik.
High heels Sembilan Centi meter melengkapi langkahnya.
Marsha menuruni tangga dengan menjinjing tas kecil di tangan nya guna menyimpan ponsel milik nya. Marissa,Rama, Gege serta rully menatap tidak percaya Marsha bisa berdandan secantik ini? Come on Marsha tidak seperkasa itu pemirsahhhh.. ia juga seorang wanita yang anggun di balik penampilan tomboy nya.
“Cha.. Ini Elo?!” Ucap Rully tidak percaya. Marsha hanya mendelik tidak suka dengan ucapan sang Abang.
“Mama sudah yakin pasti kamu bakalan pilih Dress yang ini” ucap Marissa saat Marsha bena-benar ada di hadapan nya.
“Ya lagian mama, mau ngajakin makan malam atau mau jual anak” Gerutu Marsha kesal, Marissa hanya terkekeh geli menanggapi kekesalan anak bungsunya.
“Sudah siap ya cha?” Tanya Rama.
“Iya Pah, Pake nanya lagi. Emang mau aku batalin acaranya sekarang?” Ujar marsha santai namun penuh dengan penekanan.
“JANGAN!” Sela empat orang di hadapan Marsha termasuk Gege.
Karena ia juga yang berharap adik perempuannya bisa menemukan cinta nya dan pelabuhan terakhirnya. Mengingat banyak nya rasa sakit yang di alami oleh Marsha karena cinta yang tidak di restui.
“Yaudah buruan Ayo!” Kesal Marsha sambil berlalu menuju garasi.
Di dalam mobil..
__ADS_1
Marsha duduk di kursi belakang dengan tatapan menerawang. Tiba-tiba Rama angkat bicara. “Cha.. jaga sikap mu saat berbicara kepada calon mertua mu”
“Yes Pa, Aku tahu apa yang harus aku lakukan. Lagi pula aku senang melihat kalian bahagia begini” Kata-kata yang keluar dari mulut Marsha sangat berbanding dengan nadanya, terdengar sekali nada keberatan tapi ia sudah tidak bisa menolak.
“jangan begitu, kamu tahu kan ini untuk kebaikan mu, agar tali persaudaraan mama dan sahabat mama tidak putus kalau kamu menikah dengan putra nya” Marissa kembali menjelakan perihal alasan mengapa Marsha harus di jodohkan.
“Aku tahu Ma, dan aku sangat mengerti” Pungkas Marsha.
Rama memberi kode agar tidak harus membahas ini, Marsha sudah mau mengikuti makan malam bersama berarti Marsha sudah tahu kalau dia akan di jodohkan dan siap melepas masa lajang.
Sesampainya di resto yang di pilih Marissa, Marsha kembali menetralkan perasaannya yang bercampur aduk. Disini lah dia, di restoran yang akan menjadi saksi perjodohannya dengan laki-laki yang belum pernah ia lihat sebelum nya, Marsha hanya bisa berdoa semoga laki-laki yang di pilih Mama nya tidak gagal.
Mereka masuk dan sudah melihat empat orang di meja bundar, mungkin itu teman Mama benak Marsha. Tiba-tiba Marsha berkeringat dingin.
“Ma.. aku izin ke toilet” Marissa memandang tidak suka.
“Aku gak akan kabur,Ma. Aku cuman gerogi mau ketemu calon mertua. Mama temui duluan aja” Marissa mengangguk dan Rama, ya ia hanya mengangkat satu telunjuknya sebagai peringatan kalau Marsha tidak boleh lari atau kabur seperti sebelumnya.
Marsha berlari mencari toilet dan membasuh tangannya yang berkeringat, apa kah semua orang yang akan bertemu dengan calon mertuanya selalu begini?
Marissa sudah di sambut oleh Hanin.. “Ichaaaa apakabar?” Sambut Hanih sambil memeluk nya hangat. “Baik,An. Kamu apakabar? Mas Aan?” Tanya Marissa balik.
“Kabar kami baik Icha” Jawab Farhan.
Para orang tua sudah saling menyalami “Oh iya Cha, kenali ini Bimbim anak sulung ku” Ucap Hanin, Bisma langsung menyalami Marissa dan rama bergantian.
“Ohh tampannya, kamu tidak berbah ya Bim” Bisma tersenyum tulus.
“Ayo silahkan duduk Om,Tante” Titah Bisma sopan.
“Ohh ini siapa?” Tanya Rama menunjuk Kevin. “Ini anak bontot ku Ram, ya kau tahu aku sulit memiliki anak kala itu, makanya saat Bimbim berusia dua tahun. Kami langsung kejar tayang program anak kedua” Ucap Farhan dan langsung di tanggapi kekehan semua orang yang ada di sana.
“Anak mu mana Cha? Jangan-jangan dia kabur?” Ucap Farhan kepada Marissa. Marissa tertawa kecil dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
“Dia tidak mungkin kabur Farhan, dia sedang ke toilet gerogi katanya mau betemu calon mertua” Jawab Rama ringan,Bisma terus saja melirik kearah toiler.
Kalau saja Marsha mau di ajak kesini, mungkin saja perjodohan ini tidak akan terjadi.
Marsha keluar dari toilet dengan rasa lega karena ia berhasil menetralkan perasaan nya. Marsha menghampiri meja kedua orang tuanya. “Selamat malam semuanya, maaf ya terlambat” Ucap Marsha sambil duduk di samping Bisma dan Marissa.
“Malam sayang” Jawab Hanin sambil tersenyum, Marsha langsung menoleh karena mendengar suara dan wajah yang sangat ia kenal.
“tante Hanin?” Ucap Marsha melongo, maksudnya Hanin adalah sahabat sang Mama.
Bisma masih terkesima dengan apa yang ia lihat, jadi selama ini orang tuanya akan menjodhkan nya dengan Marsha?.
Hanin beranjak memeluk Marsha dan mencium kedua pipinya, Marsha sangat menyambut pelukan sayang dari Hanin, Farhan juga tidak tinggal diam, ia menghampiri Marsha dan menyalaminya.
“Pak F-fffarhan” Ucap Marsha pelan.
Berarti jika ada Farhan pasti ada Bisma, apa jangan-jangan yang di jodohkan dengan nya bukan Keviin melainkan Bisma? Oh astaga sedari tadi otaknya membeku sepersekian detik.
“Perkenakan ini putra sulung tante, Bimbim” Marsha menatap punggung yang tadi ada di sampingnya, ia tidak menyangka jika itu adalah Bisma.
“Bisma..” Gumam Marsha dan masih bisa di dengar oleh semuanya.
“Apa kalian sudah saling mengenal?” Tanya Hanin.
“Silahkan duduk dulu Marsha” Marsha duduk setelah menjabat Bisma dengan canggung.
“Ram, Jadi yang punya Mars Corp itu anak mu?” Tanya Farhan masih dalam mode bingung. Karena ia juga sama sama tidak tahu kalau anak Rama yang di Maksud Hanin adalah Marsha.
“Iya Farhan, itu adalah perusahaan miliknya. Dia sama sekali tidak mau kalau identitas nya terbongkar sebagai anak dari Rama Antareksa. Entah apa alasannya tapi aku mendukung untuk itu, setidaknya perusahaannya bisa berkembang dengan tangan nya sendiri” Jelas Rama panjang. Farhan mengerti akan hal tersebut.
“Ohh astaga apa dunia ini terlalu sempit? Kalian tahu ini bukan kebetulan bukan?” Tanya Farhan kepada Bisma dan Marsha yang menanggapi nya dengan senyuman.
“Sebaiknya kita makan dulu, baru setelahnya kita bicarakan hal lainnya” Usul Farhan dan langsung di setujui oleh semua yang duduk dii sana.
__ADS_1
Bersambung…